Aneka Sakit Perut Pada Anak

Oleh Nutrisi Untuk Bangsa 14 Oct 2015

Sahabat nutrisi,

Rasanya, kita sudah memberikan makanan dan minuman yang sehat, bersih dan bernutrisi seimbang, namun tiba-tiba si kecil mengeluhkan perutnya yang sakit. Tentunya kita bertanya-tanya apa penyebabnya.

Sakit perut bisa menyerang semua usia, termasuk anak-anak. Dan biasanya sakit perut pada anak sering dihubungkan dengan faktor higienitas makanan atau minuman yang dikonsumsi anak. Namun, ada faktor penyebab sakit perut yang lain, seperti masalah psikis serta kelainan organ di rongga dan di luar rongga perut.

Berikut beberapa penyebab sakit perut pada anak:

Kelainan di dalam rongga perut:

  • Usus buntu, atau apendiks. Usus buntu merupakan peradangan kelenjar getah bening, yang biasanya ditandai dengan rasa nyeri perut di daerah kanan atas perut jika perut ditekan. Selain itu, anak akan berkurang nafsu makannya, terkadang disertai demam dan muntah. Segeralah bawa ke dokter untuk observasi lebih lanjut.
  • Infeksi saluran kemih, jika si kecil terkena infeksi ini makan daerah di sekitar pusar sampai di bawah kemaluan akan terasa sakit.
  • Invaginasi usus, atau sering disebut sebagai usus terjepit karena ada bagian usus masuk ke usus lain sehingga menjepit dan menyebabkan infeksi pada usus. Gejalanya adalah sakit perut yang parah, muntah, terkadang keluar lendir darah. Segera periksa ke dokter, biasanya dibutuhkan suatu tindakan operasi.
  • Gastritis atau maag, merupakan peradangan atau luka yang terjadi di permukaan lambung. Gejala khasnya adalah mual, muntah dan kembung hingga ke ulu hati. Selain diberikan pengobatan secara medis, penderita maag harus mengurangi makanan pedas atau asam.
  • Batu saluran empedu, yang disebabkan karena timbunan kristal dalam kantung atau saluran empedu. Gejala umumnya adalah rasa nyeri yang hilang timbul pada perut kanan atas, mual, muntah dan demam.


Kelainan di luar rongga perut:

  • Hernia inguinalis, atau biasa disebut hernia saja. Gejalanya adalah rasa sakit pada bagian pusar sampai selangkangan, serta demam.
  • Pnemonia atau radang paru-paru, disebabkan oleh bakteri atau virus. Pnemonia yang disebabkan oleh bakteri biasanya diakibatkan oleh bakteri streptococcus. Gejalanya adalah sakit perut sampai ulu hati, demam, muntah hingga dehidrasi.

Penyebab sakit perut lainnya:

  • Sakit perut karena psikis biasanya terjadi ketika anak merasa tegang atau takut. Kedinginan juga dapat memicu sakit perut.
  • Sembelit atau konstipasi merupakan sering dialami oleh semua umur, termasuk anak balita. Penyebabnya karena kurang mengonsumsi makanan berserat. Untuk mengatasinya, berikan makanan yang bernutrisi, berserat serta perbanyak cairan.
  • Diare juga merupakan penyakit yang sering dialami semua usia, namun diare pada anak sering disebabkan karena faktor tidak higienis. Berikan oralit untuk mencegah diare terus menerus.

Agar si kecil terhindar dari sakit perut karena lingkungan atau makanan yang tidak higienis, maka biasakan agar anak menjaga kebersihan diri seperti mencuci tangan setelah bermain, setelah selesai buang air dan sebelum makan, hindari jajan di tempat yang tidak bersih. Membawa bekal dari rumah dapat mengurangi resiko diare.