Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

Manfaat vaksin MR, dan bedanya dengan vaksin MMR

Oleh Nutrisi Untuk Bangsa 23 Aug 2017

Sahabat nutrisi,

Seminggu lalu pemerintah mengadakan program imunisasi secara nasional. Pekan imunisasi dengan memberikan vaksinasi MR (measles - rubella) diberikan serentak di sekolah-sekolah, di seluruh Indonesia.

Sebenarnya apa itu virus MR, dan apa bedanya vaksinasi MR dengan MMR?

Dokter Hindra Irawan Satari, SpA(K), MTroPaed, yang juga merupakan Konsultan Penyakit Infeksi dan Pediatric Tropis Departemen Ilmu Kesehatan Anak KFUI-RSCM dan Sekretaris Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia menjelaskan seperti dikutip dari Parenting.co.id, bahwa vaksin MR diberikan untuk mencegah terjadinya penyakit yang disebabkan oleh virus campak (measles) dan rubella (campak jerman).

Sementara MMR merupakan vaksin untuk mencegah terjadinya penyakit infeksi measles, mumps (gondong) dan rubella. Jadi, menurut dokter Hindra, sekalipun anak sudah mendapatkan vaksinasi MMR, dia tetap harus mendapatkan vaksin MR.

Dokter Hindra juga menjelaskan gejala yang mendahului penyakit campak, yaitu demam tinggi, anak tampak sangat lemas, disertai batuk pilek. Terkadang muntah dan mencret.

Gejala lanjutannya berupa munculnya ruam kemerahan dimulai dari wajahlalu ke seluruh tubuh. Kemudian mata menjadi merah, dan berair. Serta bibir menjadi kering dan pecah-pecah.

Demam dapat menyebabkan kejang-kejang pada anak-anak tertentu, dan dapat menimbulkan bercak coklat kehitaman ketika demam turun.

Campak dapat menimbulkan komplikasi pada paru-paru dan otak yang dapat mengakibatkan kematian, dan sangat menular sehingga bisa menimbulkan wabah.

Sementara gejala rubella atau campak jerman diawali dengan demam ringan, anak tampak sakit ringan, dan diikuti dengan ruam yang berawal dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh. Jika leher bagian belakang diraba, akan terasa ada benjolan atau pembesaran kelenjar getah bening.

Biasanya demam rubella cepat turun dan tidak meninggalkan bercak kecoklatan, dan anak dapat kembali pulih dan nafsu makan kembali normal. Penyakit inipun jarang menimbulkan komplikasi.

Akan tetapi jika menyerang ibu hamil maka virus rubella menjadi sangat berbahaya dan mengakibatkan komplikasi pada janin.

Ibu hamil yang terkena virus rubella pada trimester pertama akan mengalami keguguran. Jika terkena pada trimester kedua, akan menyebabkan bayi yang dilahirkan menderita kelainan yang disebut congenital rubella syndrome, ditandai dengan ukuran kepala yang kecil, buta, tuli dan cacat mental.

Vaksin MR dapat diberikan pada anak usia 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun. Anak di atas 15 tahun serta orang dewasa, terutama ibu yang berencana hamil, sebaiknya juga mendapatkan vaksin MR