Aneka gangguan pencernaan yang sering dialami anak

Oleh Nutrisi Untuk Bangsa 21 Aug 2017

Sahabat nutrisi,

Selain demam, batuk dan pilek, si kecil juga sering mendapatkan masalah pada pencernaannya. Biasanya gangguan tersebut merupakan hal ringan yang dapat sembuh dengan sendirinya.

Akan tetapi, sebaiknya kita tidak meremehkan gangguan itu, apalagi jika si kecil sering mengalaminya.

Gangguan tersebut di antaranya adalah:

  • Gumoh, biasanya terjadi pada bayi, setelah mereka minum susu atau menangis. Penyebab gumoh adalah keluarnya isi lambung ke dalam saluran pencernaan atas. Gumoh tidak berlangsung terus menerus, atau cuma sesekali saja. Biasanya sebelum gumoh, si kecil akan terlihat gelisah, untuk kasus yang agak berat biasanya diiringi tangisan. Jika gumoh dibiarkan terus menerus, dapat menyebabkan radang pencernaan. Segera bawa ke dokter jika hal ini terjadi.
  • Sembelit, biasanya terjadi pada anak-anak berusia 1 sampai 4 tahun. Penyebabnya adalah organ pencernaan yang tidak berfungsi dengan baik, atau perubahan pola makan, kurang minum maupun kurang asupan serat. Luka pada dubur dan kelainan hormon juga dapat menjadi penyebabnya. Gejala yang biasanya timbul adalah anak sulit buang air besar, atau malas karena merasa kesakitan. Pada gejala yang lebih parah, biasanya terjadi rembesan cairan dari dubur anak. Cara menanganinya adalah dengan berusaha ‘mengeluarkan’ kotoran, misalnya dengan memberikan jel atau memasukkan obat khusus ke dalam lubang anus, serta memperbanyak asupan air dan makanan berserat. Pada dasarnya, jika anak mengalami sembelit, sebaiknya segera dibawa ke dokter agar dapat segera diberikan terapi yang tepat.
  • Muntah, dapat terjadi di semua umur. Gejalanya berupa muntah setelah atau sebelum makan dan minum, atau muntah setelah kepala terkena benturan. Cari tahu penyebab muntah, untuk memberikan pengobatan yang tepat. Bawalah ke dokter dengan segera.
  • Diare, merupakan penyakit yang paling sering dialami oleh anak-anak usia 0 - 2 tahun. Penyebab diare di antaranya adalah virus atau bakteri yang berasal dari makanan, minuman atau lingkungan yang kotor. Jika tidak segera ditangani, diare dapat menyebabkan dehidrasi yang dapt menyebabkan kematian. Gantilah cairan tubuh yang hilang dengan cairan oralit, berikan asupan makanan yang bergizi untuk mengganti nutrisi dan cairan yang hilang. Segera bawa ke dokter jika diare terjadi lebih dari dua hari, atau si kecil mengalami dehidrasi berat, seperti lemas, kekenyalan kulit menurut, mulut kering, demam tinggi, serta muntah dan diare pada saat yang bersamaan.