Bagaimana menangani kerak kepala pada bayi?

Oleh Nutrisi Untuk Bangsa 10 Jan 2018

Sahabat nutrisi,

Sering terlihat lapisan di atas kulit kepala bayi. Kadang-kadang tampak seperti ketombe, membuat kulit kepala tampak seperti bersisik dan berminyak. Kadang-kadang lapisan itu tebal, berwarna putih, kuning atau kecoklatan.

Itulah yang disebut kerak kepala atau dematitis seboroik infantil, yang biasanya dialami oleh bayi yang baru lahir sampai berusia 12 bulan. Kerak kepala umumnya terjadi karena kelenjar minyak dan folikel rambut memproduksi minyak secara berlebihan, dan bisa juga disebabkan oleh pengaruh hormon ibu pada bayi.

Keadaan kepala bayi yang seperti ini tidak berbahaya, alias normal. Biasanya akan menghilang sendiri, dan akan hilang secara permanen di antara usia 6 sampai 12 bulan, seiring dengan menghilangnya pengaruh hormon ibu.

Kendati akan hilang dengan sendirinya, namun ayah ibu tetap dapat membersihkan kepalanya. Misalnya dengan mengoleskan minyak zaitun atau minyak kelapa ke bagian kepala yang terdapat kerak. Diamkan selama 15 menit atau lebih, lalu keramasi kepala bayi dan sikat kepalanya dengan sikat khusus bayi yang berbulu lembut.

Akan tetapi, ada beberapa kondisi yang harus diwaspadai dan membuat orang tua harus berkonsultasi dengan dokter, yaitu:

  • Jika keluar nanah atau darah di area kerak

  • Bayi merasa tidak nyaman dan menangis karena gatal yang luar biasa

  • Ketika kerak tersebut tidak hanya timbul di daerah kepala, dan menyebar di seluruh tubuh, terutama bagian-bagian sensitif lain.