Bayi bisa kena sariawan

Oleh Nutrisi Untuk Bangsa 07 Feb 2018

Sahabat nutrisi,

Sariawan merupakan radang pada lapisan jaringan yang terdapat pada mulut. Siapa saja bisa terkena sariawan, atau lazim disebut dengan stomatitis, termasuk juga bayi dan anak-anak.

Menurut Bjarne Luhr Hansen Phd, MD yang kutip dari situs www.ilchild.com, sariawan disebabkan oleh virus, dan diawali dengan demam. Lalu setelah beberapa hari, akan muncul bercak putih di area mulut.

Sementara Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam websitenya menyebutkan bahwa penyebab sariawan adalah virus seperti herpes, cacar air atau penyakit kaki tangan dan mulut, atau hand foot and mouth disease.

Rasa perih akibat sariawan akan muncul 24 jam, sampai 4 hari. Ukuran bercaknya kecil, namun hal ini sangat mengganggu. Biasanya anak akan rewel dan menolak makan maupun minum, bahkan dapat menyebabkan turunnya berat badan.

Menurut IDAI, penyebab sariawan ada beberapa, di antaranya kesalahan ketika menggosok gigi yang dapat membuat gusi luka. Jatuh yang menyebabkan gigi terbentur bibir, atau bibir tergigit ketika sedang mengunyah juga dapat menyebabkan sariawan. Selain itu, banyaknya bakteri dan jamur dalam mulut yang dapat menyebabkan sariawan.

Sariawan yang disebabkan karena tergores sikat gigi atau tergigit, biasanya tidak berlangsung lama dan termasuk ringan. Akan tetapi sariawan yang disebabkan karena jamur di mulut, virus herpes simplex serta penyakit hand foot and mouth disease, akan terasa sangat menyakitkan, sehingga perlu bantuan dokter untuk mendapatkan pengobatan.

Berikut beberapa kiat yang dapat dilakukan untuk mencegah sariawan:

  • Makan dengan tenang, tidak terburu-buru agar bibir dan lidah tidak tergigit

  • Rajinlah menggossok dan membersihkan gigi, minimal dua kali seminggu.

  • Jangan buru-buru menyikat gigi

  • Ganti sikat gigi jika bulu-bulu sikatnya sudah tidak tegak

  • Perbanyak makan sayur dan buah yang mengandung vitamin C dan asam folat untuk mencegah sariawan.

Ketika si kecil terkena sariawan, usahakan agar dia tetap mau makan dan minum. Rasa sakit dan nyeri akan membuatnya malas makan. Jangan paksa agar dia mau mengonsumsi nasi, berikan bubur yang lunak. Perbanyak juga asupan susu atau jus buah segar. Es krim juga dapat diberikan untuk meredakan nyeri.