Kiat menangani balita yang suka membuang makanan

Oleh Nutrisi Untuk Bangsa 12 Jan 2018

Sahabat nutrisi,

Salah satu masalah yang dialami orang tua batita adalah menghadapi anak yang susah makan, dan anak yang senang bermain-main dengan makanannya. Mereka merasa sedang melakukan eksplorasi, melihat proses benda jatuh dari atas, akan tetapi tentu perilaku tersebut tidak bisa dibiarkan. Selain membuat kotor dan berantakan, anak-anak harus diberi pengertian bahwa makanan bukanlah mainan, sejak dini.

Berikut beberapa kiat yang dapat dilakukan orang tua jika menemui situasi seperti di atas:

  • Berikan makanan dalam porsi kecil dan dalam tempat makan yang menarik, hal ini untuk menghindari anak merasa tergoda bermain-main dengan makanannya. Sebaiknya berikan sedikit demi sedikit, tambahkan ke piringnya jika yang sebelumnya sudah habis. Jika dia mulai bosan dan bermain-main dengan makanannya, hal itu pertanda dia sudah mulai kenyang. Maksimal waktu yang dibutuhkan untuk makan hanyalah 30 menit.

  • Berikan makanan dalam ukuran yang mudah digenggam atau dimakan (finger food). Biarkan dia makan dengan tangan untuk melatih motoriknya.

  • Temani saat makan. Duduklah bersamanya, karena anak batita memang belum bisa makan dengan rapih dan cepat, sehingga terkadang mereka membutuhkan bantuan untuk menyuapkan makan. Orang tua juga bisa memberikan sendok untuknya agar dia bisa menyuap sendiri. Makanan yang berceceran karena si kecil berusaha menyuap sendiri, tentu berbeda dengan makanan yang dibuang-buang.

  • Pilih perangkat makan yang tidak mudah diangkat. Sekarang banyak beredar di pasaran piring bayi anti tumpah, untuk meminimalisir keinginan si kecil membuang piringnya.

  • Hentikan kegiatan makan begitu si kecil mulai memainkan dan membuang-buang makanan.

  • Pastikan makanan sudah siap di atas piring dan mejanya ketika Anda memasukkan si kecil ke kursi makan (highchair)nya

  • Berikan pujian ketika dia tidak memainkan makanannya.