Kiat mengatasi gangguan tidur pada anak

Oleh Nutrisi Untuk Bangsa 30 Aug 2017

Sahabat nutrisi,

Seringkali orang tua mengalami kesulitan menidurkan anak. Padahal tidur yang cukup sangat penting untuk tumbuh kembang anak.

Ada saja alasan si kecil agar tidak tidur. Padahal menurut dokter Bernie Endyarnie Medise, Sp. A(K), MPH dari Divisi Tumbuh Kembang - Pediatri Sosial, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, FKUI seperti dikutip dari Ayahbunda,human growth hormone memang dikeluarkan saat anak tidur, jadi jika si kecil kurang tidur atau tidur tidak berkualitas maka proses tumbuh kembangnya akan mengalami hambatan.

Untuk mengatasi berbagai gangguan tidur pada si kecil, kenali beberapa penyebabnya, yaitu:

Obstruktive sleep apnea atau OSA, merupakan gangguan tidur akibat terhalangnya jalur pernapasan saat si kecil tertidur. Peristiwa ini dapat terjadi beberapa kalo setiap menit, dan memotong asupan oksigen yang dibutuhkan. Gangguan OSA ini banyak terjadi pada anak-anak yang menderita obesitas karena mereka biasanya memiliki jaringan lemak lebih banyak di leher yang membuat sempit saluran udara. Atau disebabkan oleh amandel dan pembesaran jaringan kelenjar getah bening yang terletak di rongga hidung. Waspadai suara dengkuran keras, tersedak, suara mendengus dan berusaha mengambil udara saat tidur. Si kecil akan mengalami kelelahan saat bangun meskipun waktu tidurnya cukup. Segera minta bantuan pada dokter agar dapat segera mengatasi gangguan tersebut.

Alergi saluran pernapasan, seperti rasa gatal pada hidung dan tenggorokan, hidung tersumbat, bersin tidak berhenti. Hal ini disebabkan karena si kecil menghirup sesuatu yang membuatnya alergi, seperti debu atau bulu binatang. Dapat juga karena udara yang terlalu dingin. Anak dengan alergi seperti ini akan mengalami kesulitan tidur. Hindari penyebab alergi untuk mencegah serangan gatal, mampet dan bersin. Obat-obatan untuk meringankan alergi dapat diperoleh dengan resep dokter.

Gangguan cahaya, baik cahaya lampu maupun cahaya dari gawai dan perangkat elektronik lainnya. Hindari lampu yang menyala terang saat akan tidur, dan matikan semua perangkat elektronik.

Si kecil merasa ketakutan, seringkali mereka terbangun kaget dan berteriak lalu menangis karena mengalami mimpi buruk. Dapat juga si kecil mengalami parasomnia atau gangguan tidur yang ditandai dengan perilaku abnormal, seperti berjalan dalam tidur. Biasanya gangguan ini terjadi karena si kecil merasa tertekan atau stress. Dapat disebabkan karena perubahan waktu, misalnya dari liburan sekolah kembali ke rutinitas biasa, atau beban pelajaran. Orang tua dapat mengantisipasinya dengan membuat jadwal tidur yang tetap dan rutin sekalipun dalam waktu liburan. Yang penting jangan bangunkan mereka ketika sedang dalam keadaan tersebut, karena akan membuatnya semakin bingung dan terganggu.