Berita & Kegiatan

Search :

Berita Pers

Sarihusada dan IPB Luncurkan Program ‘Ayo Melek Gizi - Connect’


AMG ConnectBogor, 13 Juni 2012 – Sarihusada dan IPB meresmikan program ‘AMG Connect’ (Ayo Melek Gizi – Community and Nutrition Education Center) pada Rabu (13/6) di kampus Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB). Melalui kerjasama, FEMA IPB dan Sarihusada akan memfasilitasi pendidikan gizi bagi 200 orang kader penggiat edukasi gizi masyarakat termasuk kader posyandu di wilayah Bogor serta  pihak-pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan gizi masyarakat.

Boris Bourdin Presiden Direktur PT Sarihusada dalam sambutannya menyatakan, “Masalah pengetahuan dan pemenuhan gizi masyarakat masih menjadi salah satu tantangan pembangunan di Indonesia. Melalui Program AMG Connect Sarihusada berkeinginan untuk turut berpartisipasi dalam upaya peningkatan pengetahuan gizi masyarakat melalui kegiatan edukasi bekerjasama dengan lembaga yang kompeten dibidang ini – dalam hal ini Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (FEMA IPB).”

Sarihusada sebagai perusahaan yang peduli pada masalah gizi bangsa, telah berkiprah selama lebih dari 55 tahun dalam penyediaan produk pangan bergizi yang berkualitas namun dengan harga terjangkau untuk tumbuh kembang anak Indonesia.  Selain itu, Boris mengatakan bahwa Sarihusada juga aktif terlibat dalam kegiatan edukasi gizi masyarakat melalui Program Ayo Melek Gizi yang dilakukan baik secara langsung maupun bermitra dengan organisasi lain. 

Kerjasama dan kemitraan dengan  berbagai pihak dalam edukasi gizi terbukti efektif untuk mengoptimalkan potensi masyarakat dalam upaya memenuhi ketersediaan pangan bergizi khususnya bagi ibu dan anak.

“Sarihusada bangga bisa bekerjasama dengan FEMA IPB sebagai institusi akademis yang juga memiliki misi sejalan dengan kami dalam  upaya meningkatkan  pemahaman gizi yang pada akhirnya bisa membantu meningkatkan status gizi ibu dan anak di Indonesia,” lanjutnya.

AMG Connect merupakan sebuah fasilitas pendidikan gizi bagi masyarakat yang nyaman yang terletak di kampus FEMA IPB. Panel ahli gizi yang tergabung dalam program ini akan merancang  kurikulum pendidikan gizi  ibu dan balita yang sederhana agar mudah dipahami dalam proses pembelajaran para kader posyandu dan para penggiat gizi masyarakat. Kader posyandu menjadi sasaran utama program ini karena peran mereka yang penting di tengah masyarakat, yaitu sebagai pusat rujukan informasi gizi para ibu.

Dr. Arief Satria selaku Dekan FEMA IPB pada kesempatan yang sama menjelaskan, “Program AMG Connect dilaksanakan dalam beberapa tahap. Di tahun pertama, kami melakukan persiapan berupa pengembangan modul program dan fasilitas sebuah ruangan yang khusus dipergunakan untuk kegiatan sosial ini. Selanjutnya kami juga melakukan pendekatan ke komunitas sasaran serta pihak-pihak yang memiliki pengaruh langsungyang bermanfaat untuk mendukung program AMG Connect.”

Di bawah pengelolaan tim dosen dan mahasiswa, program ini akan mengajarkan berbagai topik dan praktik menarik seputar pemanfaatan pangan bagi peningkatan gizi ibu dan anak secara kontinyu. “Melalui pemberdayaan kader, kami berharap 4000 ibu dan balita bisa teredukasi di tahun ini. Dan dua tahun ke depan diharapkan inisiatif pemberdayaan ini akan mencapai tahap kemandirian dan dapat di replikasi di daerah lain,” imbuhnya.

Peresmian inisiatif ini ditandai dengan peresmian ruang AMG Connect yang memiliki fasilitas pembelajaran yang lengkap dan nyaman. Hari ini juga digelar kuliah pertama program AMG Connect tentang Pentingnya Pangan Hewani dalam Pemenuhan Kebutuhan Gizi Anak Bangsa” yang disampaikan oleh Prof. Hardinsyah, guru besar FEMA IPB.