Jangan Biarkan Anak Sulit Makan

Oleh Nutrisi Bangsa 14 Nov 2012

Sahabat nutrisi,

Herbal Pelangsing | Kita mengetahui bahwa pada usia tertentu balita akan mengalami masa sulit makan. Ada banyak hal yang dapat memicunya, di antaranya trauma dan masalah psikis.

Menurut Dr Endah Ronawulan, SpKJ, 33,6 persen anak usia pra sekolah, 4-6 tahun, akan mengalami masalah sulit makan.

Selain itu, 40 - 70 persen anak yang lahir prematur lebih berisiko mengalami gangguan makan dibandingkan anak yang lahir normal (25 persen)

Tentu saja jika hal ini tidak ditangani dengan serius, akan menyebabkan kurangnya nutrisi untuk pertumbuhan anak dan menyebabkan terjadinya penyakit.

Yang menyedihkan, ternyata kasus malnutrisi akibat sulit makan ini dialami oleh 79,2 persen anak usia pra sekolah.

“Hal ini terjadi karena banyak orangtua yang menganggap bahwa problem anak sulit makan biasa dialami sehingga penanganannya kurang diperhatikan” jelas Dr Endah dalam seminar “Tantangan dan Solusi Anak Sulit Makan” di Jakarta beberapa waktu lalu.

Berikut beberapa efek buruk yang akan dialami anak ketika sulit makan dalam waktu lama:

  1. Timbul penyakit, kekurangan nutrisi dari makanan akan menyebabkan anak lebih rentan terserang berbagai penyakit. Menurut Dr Endah, sulit makan pada anak berusia kurang dari 11 tahun yang tidak ditangani secara tepat akan berisiko meningkatkan penyakit saat mereka dewasa. 86 persen akan mengalami serangan penyakit pada usia 20 tahun, 43 persen pada usia 16-20 tahun dan 33 persen antara usia 11 - 15 tahun.
  2. Timbulnya gangguan makan, ternyata selain penyakit, sulit makan yang berkelanjutan dapat menyebabkan gangguan dalam makan, yaitu binge eating disorder (makan berlebihan secara kompulsif), anorexia nervosa, dan bulimia nervosa, saat anak beranjak dewasa. Kendati biasanya anorexia nervosa dan bulimia biasanya terjadi akibat adanya pola pikir dan dan contoh yang salah tentang tubuh yang indah adalah yang kurus.
  3. Menghambat pertumbuhan, tentu saja anak sulit makan atau picky eater akan terhambat pertumbuhannya, terutama jika anak berusia 4 tahun. Bahkan dapat juga menghentikan pertumbuhannya, seperti penambahan berat dan tinggi badan. Usia empat tahun merupakan masa-masa puncak pertumbuhan anak.
  4. Meningkatkan risiko kematian, menurut sebuah studi yang dipaparkan Dr Endah dalam seminar itu, angka kematian yang disebabkan oleh gangguan makan ini tiga kali lebih besar dari penyebab kematian lainnya pada anak dan remaja. Angka kematian remaja akibat anorexia nervosa mencapai 3,9 persen, dan akibat bulimia nervosa mencapai 5,2 persen.

Sumber: Kompas