Perubahan-Perubahan Selama Kehamilan

Oleh Nutrisi Bangsa 30 Jan 2012

Bunda yang sedang hamil akan mengalami berbagai perubahan fisik. Mari kita simak perubahan-perubahan itu.

1. Perubahan Kulit

Apakah kulit Bunda menjadi lebih gelap, terutama di lipatan-lipatan leher, ketiak dan paha? Atau terdapat garis-garis kehitaman, terutama di daerah perut bawah?

Perubahan atau hiperpigmentasi itu merupakan pengaruh hormonal. Bahkan jika kulit Bunda termasuk yang sensitif sebelum hamil, maka hiperpigmentasi ini juga dapat terlihat di wajah, terutama bagian pipi bagian atas. Pengaruh hormonal ini juga dapat membuat wajah Bunda jerawatan. 

2. Kulit Perut “Retak”

Hal ini terjadi karena peregangan tubuh Bunda, terutama perut, pinggang dan paha. Kehamilan memang membuat bobot Bunda bertambah bukan?

Kondisi ini dialami oleh semua Bunda hamil, termasuk yang kenaikan berat badannya sedikit. Walaupun pada mereka yang hanya sedikit mengalami kenaikan bobot, peregangan kulit juga hanya terjadi sedikit.

“Retak” pada kulit ini akan menghilang dalam jangka waktu 6 - 12 bulan setelah melahirkan. Pemberian minyak zaitun atau krim pencegah “keretakan” kulit dapat membantu mencegah parahnya “retakan”.


3. Kaki Kram

Kelebihan fosfor dan kalsium dalam darah dapat menyebabkan kram pada kaki Bunda. Bila Bunda mengalami kram pada kaki atau betis, luruskan kaki dan lekukkan mata kaki serta jari-jari kaki ke atas ke arah kepala.


4. Varises

Kehamilan dapat mengakibatkan pelebaran pembuluh darah di seluruh tubuh, sehingga terjadi varises. Jika Bunda memang memiliki bakat varises, hal ini cukup sulit dicegah. Akan tetapi, menjaga agar kenaikan berat badan selama kehamilan tidak lebih dari 12 kg dapat dijadikan pertimbangan untuk mengurangi resiko varises.


5. Perut Terasa Panas

Hormon progesteron dan estrogen yang diproduksi tubuh pada awal kehamilan, melemaskan semua jaringan otot halus di seluruh tubuh, termasuk saluran pencernaan.

Sehingga perjalanan makanan dalam sistem pencernaan menjadi lambat. Akibatnya, makanan dan cairan yang keras serta asam dapat masuk kembali ke kerongkongan dari lambung. Asam lambung ini merangsang dinding kerongkongan yang peka sehingga menyebabkan rasa panas. Untuk menghindarinya usahakan makan sedikit-sedikit tapi sering.


6. Mimisan

Jangan kuatir jika tiba-tiba Bunda mengalami mimisan. Mimisan ini terjadi karena kadar estrogen dan progesteron yang tinggi, sehingga menyebabkan banyaknya aliran darah pada membran mukosa dari hidung, dan mengakibatkan pelunakan dan pembengkakan. Hal ini mirip seperti leher rahim dalam mempersiapkan kelahiran.

Untuk menghentikan mimisan, Bunda dapat duduk atau berdiri dengan posisi sedikit miring ke depan. Tekan kedua lubang hidung bersamaan dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk. Tahan 5-10 menit. Ulangi beberapa kali sampai berhenti.


7. Gusi Bengkak

Hal ini terjadi karena gangguan keseimbangan hormon. Kalau sudah parah, pembengkakan gusi ini menganggu fungsi pengunyahan.

Akan tetapi, seringkali, parahnya gangguan ini disebabkan karena Bunda malas merawat gigi dan kebersihan mulut. Tentu saja hal ini tidak boleh dibiarkan, ya Bunda :). Jagalah kesehatan gigi dan mulut. Konsultasikan dengan dokter gigi jika perlu.


8. Sembelit

Rahim yang membesar pada kehamilan awal, serta turunnya kepala janin pada saat menjelang melahirkan membuat anus mengalami tekanan, sehingga Bunda dapat mengalami sembelit


9. Tekanan Darah

Bunda harus benar-benar memperhatikan tekanan darah selama kehamilan. Tekanan darah normal bagi ibu hamil adalah 140/90, akan tetapi selama masih mendekati angka tersebut, kenaikan atau penurunan masih dapat diterima.

Jika terjadi lonjakan tekanan darah dapat beresiko terjadi keracunan kehamilan atau preeklamsia. Bunda harus mendapatkan perawatan seksama jika sudah terkena preeklamsia.


10. Sesak Nafas

Biasanya, memasuki akhir trimester 3, Bunda akan mengalami kesulitan bernafas, atau bernafas pendek-pendek. Hal ini terjadi karena rahim menekan diafragma.

Jika hal ini terjadi, berbaringlah dengan posisi kepala dan bahu lebih tinggi, angkat kedua tangan di atas kepala untuk memberi ruang tambahan bagi pernafasan. Bernafas pelan-pelan dan dalam.


11. Kesemutan

Jika Bunda mengalami kesemutan, hal ini mungkin disebabkan kekurangan vitamin B atau terjadi penekanan ujung-ujung saraf tepi oleh penumpukan cairan di daerah ujung-ujung jari. Dapat juga karena terjadi penekanan terhadap jaringan saraf di rongga panggul oleh rahim yang membesar.

Perbanyak konsumsi sayuran dan vitamin yang baik bagi sistim saraf. Kesemutan tidak perlu dikuatirkan, akan tetapi jika Bunda merasa terganggu, dapat berkonsultasi dengan dokter.


12. Sakit Punggung dan Pinggang

Lagi-lagi pembesaran rahim yang menyebabkan sakit dan pegal-pegal pinggang dan punggung, Bunda. Untuk mencegahnya, hindari mengangkat barang berat, gunakan sepatu yang nyaman, tidur di kasur yang agak keras. Berbaring dengan punggung lurus. Jika perlu, Bunda bisa minta tolong Ayah memijat punggung.


13. Mengompol

Biasanya di trimester akhir, Bunda mengalaminya. Jika tertawa atau bersin terlalu keras. Hal ini terjadi karena kandung kemih mengalami tekanan dari rahim yang terus membesar. Biasanya keadaan ini akan pulih sendiri setelah melahirkan. Bunda juga bisa berlatih menguatkan otot-otot panggul untuk mengatasi keadaan ini