Persiapan Menyambut Si Kecil

Oleh Nutrisi Bangsa 21 Nov 2013

 Kehadiran buah hati di tengah keluarga tentunya merupakan peristiwa yang ditunggu-tunggu. Tidak ada istilah terlalu awal untuk mempersiapkan kehadirannya.

Ternyata bukan hanya perlengkapan dan keperluan si buah hati dan ibu yang mesti dipersiapkan, ayah juga harus melakukan persiapan, lho.

Apa saja yang harus dilakukan untuk menyambut anggota keluarga baru itu?

Yuk, simak tips berikut:

1. Menentukan tempat dan metode persalinan
Waktu yang tepat untuk mempersiapkan hal ini adalah ketika usia kehamilan memasuki trimester ketiga. Diskusikan dengan dokter atau bidan mengenai metode persalinan yang anda pilih

Perhatikan jarak tempuh dari rumah ke tempat bersalin pilihan, fasilitas yang disediakan tempat tersebut, misalnya apakah menyediakan fasilatas rooming in, IMD dan sebagainya. Kemudian jangan lupa daftarkan diri anda.

2. Tas untuk ibu dan bayi
Memasuki usia kehamilan 7 bulan, tidak ada salahnya jika anda mulai mempersiapkan tas yang sewaktu-waktu bisa dibawa untuk keperluan bersalin.

Apa saja isinya?
- Tas ibu berisi baju atau daster dengan kancing di depan untuk menyusui, baju untuk pulang, pakaian dalam, bra menyusui, alas payudara, korset atau gurita, pompa ASI, keperluan mandi, make up, alat hiburan, buku bacaan, alat komunikasi, nomor-nomor penting dan sebagainya.

- Tas bayi di antaranya berisi popok, bisa popok kain maupun popok sekali pakai, baju bayi, selimut dan sebagainya.

3. Keperluan bayi
Biasanya calon orangtua mulai berburu keperluan bayi ketika kehamilan memasuki bulan ke 7.

Keperluan bayi di antaranya adalah aneka pakaian serta bayi, untuk daerah tropis seperti Indonesia pakaian berbahan katun selalu merupakan pilihan terbaik. Cobalah membeli dalam beberapa ukuran. Kaus kaki, sarung tangan serta topi bayi juga bisa dimasukkan ke dalam daftar.

Popok bayi baik popok sekali pakai maupun popok kain, aneka perlengkapan mandi, seperti bakk mandi, sabun serta shampoo yang cocok untuk kulit bayi, minyak telon, krim anti ruam, dan sisir yang lembut. Jangan lupa pemotong kuku khusus bayi dan thermometer.

Berikutnya boks bayi serta matras dan bantalnya, lengkapi juga dengan selimut. Perhatikan apakah boks tersebut memiliki sisi-sisi pengaman yang memadai, jangan lupa lengkapi dengan bantalan anti benturan di sisi-sisi tersebut. Lemari atau rak baju bayi.

Stroller atau kereta dorong, serta carseat atau kursi duduk khusus bayi/anak di mobil bagi mereka yang memiliki mobil pribadi. Perhatikan juga standar keamanannya ya.

4. Persiapan untuk ayah
Siapa bilang ayah tidak perlu mempersiapkan diri? Peran ayah sangat penting dalam membantu melewati masa persalinan, lho. Oleh karena itu ayah juga harus mempersiapkan diri.

Ayah juga perlu menyiapkan tas untuk dirinya sendiri, untuk berjaga-jaga jika ayah harus ikut menginap di rumah bersalin. Isinya di antaranya pakaian ganti, pakaian dalam, perlengkapan mandi, alat hiburan, bacaan, alat komunikasi, kamera maupun alat perekam lain untuk mengabadikan peristiwa bersejarah itu.

Ayah juga perlu mengetahui di mana letak tas untuk ibu dan bayi, seeta mengetahui isinya. Juga perlu mengetahui rute tercepat serta rute alternatif menuju tempat bersalin. Lakukan uji coba sebelumnya ya..

Yang terpenting adalah ayah harus mempersiapkan mental dalam mendampingi ibu melahirkan.

5. Menyiapkan Kakak
Mempersiapkan kakak menyambut calon adiknya merupakan hal yang tidak kalah penting. Biasanya calon kakak merasa cemas kalau kasih sayang ayah dan ibu akan berkurang dengan kehadiran adiknya. Untuk ini ayah dan ibu harus bekerja sama untuk menjelaskan dan meyakinkan kakak bahwa kasih sayang anda tidak akan pernah berubah, sekalipun dengan kehadiran adik bayi.

Ajaklah kakak mempersiapkan keperluan calon adiknya. Misalnya dengan memintanya memilihkan baju, warna kamarnya, mainannya dan sebagainya.

Ajak kakak merasakan kehadiran calon adik, dengan melibatkannya berkomunikasi dengan si calon adik, minta kakak meraba perut ibu, dan sebagainya.

Jelaskan juga kenapa ibu selama beberapa hari tidak ada di rumah karena harus melahirkan adik, dan kakak dapat berkunjung ketika adik sudah lahir. Pastikan kakak dijaga oleh orang kepercayaan ayah dan ibu, jika ayah terpaksa ikut menginap.

6. Persiapan cuti hamil
Sebaiknya, sejak anda mengetahui kehamilan, anda sudah mengomunikasikan dengan atasan serta rekan kerja, dan memastikan fasilitas cuti hamil serta asuransi. Jika memungkinkan cuti hamil diambil 3 bulan setelah melahirkan. Saat ini sudah ada perusahaan yang memberikan cuti hamil selama 4 bulan.

Hal ini sangat penting untuk mengembalikan kondisi tubuh ibu, serta memastikan bayi memperoleh ASI Ekslusif

7. Persiapkan diri ibu untuk proses melahirkan
Melahirkan merupakan proses yang melelahkan, oleh karena itu selain persiapan mental, persiapan fisik ibu juga sangat diperlukan. Jagalah pola makan yang sehat, serta lakukan olahraga dan rileksasi. Mengikuti kegiatan senam hamil sangat membantu lho.

Persiapkan diri anda untuk mengenali tanda-tanda melahirkan seperti jarak kontraksi atau keluarnya cairan/air ketuban, seringkali tanda-tanda itu muncul sebelum tanggal perkiraan. Penting juga untuk mempersiapkan diri jika belum ada tanda-tanda melahirkan sekalipun sudah melewati tanggal yang diperkirakan. Berkomunikasilah dengan dokter atau bidan.

Jangan lupa untuk mempersiapkan diri pasca melahirkan. Jagalah agar ibu tidak kelelahan sehingga akan mempengaruhi kelancaran ASI serta memperlambat proses pemulihan ibu. Jangan segan minta bantuan orang lain.

Dan sekali lagi, bantuan ayah sangat dibutuhkan untuk membantu ibu menjaga emosi dan fisiknya.

Sumber: Parenting