Tips Mengajarkan Anak Disiplin

Oleh Nutrisi Bangsa 14 Aug 2014

hana022182

Sahabat nutrisi,

Pada dasarnya setiap anak dilahirkan dalam keadaan yang polos, seperti selembar kertas putih. Dengan berjalannya waktu, kertas polos tersebut akan berisi tulisan serta gambar-gambar beraneka ragam.

Adalah kewajiban para orangtua untuk mengisinya dengan hal-hal yang baik dan bermanfaat untuk masa depan mereka, termasuk soal disiplin.

Disiplin memiliki berbagai manfaat bagi kita, diantaranya adalah dapat menumbuhkan kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama, keteraturan, ketenangan, percaya diri, kemandirian dan sebagainya.

Berikut tips mengajarkan dan melatih anak agar terbiasa disiplin:

1. Buat aturan yang jelas, mudah dipahami dan diterapkan, serta sanksi jika melanggar. Dengan memberikan aturan yang demikian, anda akan dapat langsung memberikan peringatan apabila si kecil melakukan kesalahan. Akan sangat berbeda jika sebelumnya tidak ada aturan yang jelas, anak tidak merasa telah membuat kesalahan, sehingga anda akan tampak seperti orangtua egois jika memarahi.

2. Hadiah bila anak melakukan sesuatu yang baik. Sebaiknya tanamkan bahwa pemberian hadiah hanya akan diberikan jika mereka melakukan pekerjaan atau sesuatu yang baik, akan tetapi perlu ditekankan juga bahwa hadiah tidak selalu berupa benda. Pujian juga merupakan hadiah, lho. Hadiah dapat diberikan ketika si kecil membereskan kamarnya sendiri tanpa disuruh, memperoleh nilai yang bagus, membantu menyiram tanaman dan sebagainya. Bagaimana pun memberikan pujian dan hadiah untuk kebaikan yang dia lakukan lebih efektif untuk mendidiknya daripada menghukumnya saat dia salah.

3. Orangtua jangan egois. Orangtua harus selalu sabar dalam mengajarkan dan melatih kedisiplinan anak. Ingatlah semua ada prosesnya.

4. Jika anak melanggar disiplin, tunjukan kesalahannya, dan berikan sanksi sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. Misalnya jika nilai pelajaran turun karena lalai dalam belajar, maka kurangi waktu untuk ber-gadget ria atau menonton tivi.

5. Konsisten. Orangtua harus tetap konsisten dengan peraturam yang telah dibuat. Misalnya, tetap pada aturan berapa lama si anak dapat bermain dengan gadgetnya, sekalipun sedang libur sekolah.

6. Buat perjanjian peraturan bersama. Memang banyak orangtua beranggapan bahwa menerapkan peraturan adalah hak prerogatif mereka. Namun ada baiknya jika si kecil juga diikutsertakan dalam membuatnya. Terutama untuk menentukan konsekuensi yang akan diperolehya jika mereka melanggar disiplin. Anda dapat mengingatkan mereka perihal ini. Apabila si anak melanggar, orangtua juga harus tegas dalam menjalankan konsekuensi tersebut.

7. Orangtua harus mendisiplinkan diri terlebih dahulu. Salah satu cara yang paling efektif dalam belajar adalah meniru. Begitu juga dalam hal disiplin. Anak mengamati tindak tanduk orangtuanya setiap saat. Oleh karena itu, disiplinkan dulu diri Anda sebelum mendisiplinkan anak-anak.

8. Memberikan pengertian dan penjelasan mengenai pentingnya disiplin. Jelaskan secara perlahan dan bertahap mengenai hal ini. Jelaskan berbagai manfaat disiplin pada mereka. Jangan sampai mereka merasa terpaksa dalam menjalankan aturan-aturan yang telah disepakati bersama.

Menerapkan aturan secara konsisten memang terkadang tidak mudah. Namun hal ini harus dilakukan, untuk memberikan bekal bagi anak-anak dalam menjalani kehidupan yang seringkali keras dan tak bersahabat.

Orangtua perlu mengingat jika anak terbiasa dengan segala kemudahan, mereka akan menjadi manusia yang cengeng dan tidak tangguh.

Sumber: Tempointeraktif

1 Komentar

kurnia amelia

16 Aug 2014 21:12

Ini artikel ngebantu bgt dg keadaanku sekarang min,anakku yg pertama 6y9m dan yg ke 2 3y10m mereka lagi kritis2nya kalau di atur (⌣́_⌣̀) apalagi aku single parents (˘̩̩̩^˘̩ƪ) kadang suka ya sudahlah aku tolerir aja nahh kalimat Orangtua perlu mengingat jika anak terbiasa dengan segala kemudahan, mereka akan menjadi manusia yang cengeng dan tidak tangguh. Membuatku (•̀_•́)ง lagi mendisiplinkan anak

Nutrisi Bangsa

16 Aug 2014 21:31

Semoga bermanfaat ya mom... :)