Kiat Agar Anak Tidak Menjadi Picky Eater

Oleh Nutrisi Bangsa 23 Jan 2013

Sahabat nutrisi,

Di masa bayi, indera pengecap mengalami perkembangan yang pesat. Indera pengecap itu akan memengaruhi selera makannya kelak.

Dengan pengecapan yang baik, seorang anak bisa merasakan dan membedakan aneka rasa seperti manis, pahit, asin hingga kombinasinya seperti sepat dan getir.

Jika seorang anak memiliki pengetahuan yang minim tentang rasa, maka dia akan sulit membedakan aneka rasa. Sehingga pada akhirnya akan membuatnya sulit memiliki selera makan atau menjadi pemilih (picky eater).

Jadi, jika anak anda hanya suka pada makanan tertentu, misalnya hanya suka makanan manis atau asin saja, bisa jadi dia termasuk anak yang kurang pengetahuan tentang rasa.

Agar anak memiliki pengetahuan yang cukup tentang rasa, maka dibutuhkan stimulasi indera pengecap. Stimulasi ini bukan hanya untuk memperkenalkan aneka rasa, tetapi juga agar otak bayi berkembang optimal.

Apa saja stimulasinya?

Yuk kita simak kiat-kiat berikut:

  1. Berikan ASI sejak bayi lahir, yang dilanjutkan dengan pemberian MPASI ketika si bayi menginjak usia 6 bulan.
  2. Sebaiknya, MPASI pertama dimulai dari rasa yang biasanya disukai, yaitu manis. Rasa ini dapat diperoleh dari buah-buahan seperti pisang, apel, pepaya dan lain-lain.
  3. Kemudian perkenalkan rasa manis yang berasal dari bubur susu.
  4. Nasi tim akan memperkenalkan rasa asin atau gurih, perlu diingat rasa asin atau gurih tersebut dapat diperoleh dari aneka bahan makanan seperti ati ayam, daging, kaldu dan sebagainya.
  5. Jika sudah melewati masa bayi, anda mulai bisa memperkenalkan rasa asam, agar tidak menimbulkan resiko pada pencernaannya.
  6. Rasa pahit, biasanya diperkenalkan melalui rasa obat.
  7. Untuk memperkenalkan rasa asin keju serta rasa bumbu-bumbu lain, sebaiknya dilakukan setelah bayi berusia di atas satu tahun.

Dengan melakukan tahapan-tahapan stimulasi tersebut, diharapkan selain pencernaan tidak terganggu, anak juga dapat mengenal tahapan rasa dengan baik.

Sumber: Kompas