Melatih Bayi Makan Bersama

Oleh Nutrisi Bangsa 14 Mar 2013

Sahabat nutrisi,

Makan, kelihatannya merupakan masalah sepele. Seringkali kita berpikir makan hanyalah kegiatan mengisi perut agar kenyang, dengan makanan yang bergizi.

Akan tetapi sesungguhnya ketika makan banyak sekali pelajaran yang dapat kita berikan pada anak-anak sejak dini. Contohnya disiplin. Ada waktu-waktu tertentu untuk makan, makan di kursi dan meja yang telah disediakan, memfokuskan diri pada makanan, tidak sambil bermain, menonton, atau berjalan-jalan. Itu semua dapat dibiasakan sejak anak-anak diperkenalkan pada MPASI.

Selain itu, makan bersama merupakan cara yang sering digunakan para anggota keluarga untuk saling bercerita, sehingga terjalin keakraban.

Berikut beberapa panduan untuk melatih bayi mengenal makanan dan makan di meja makan bersama keluarga:

1. Jika anggota keluarga makan, ajaklah si bayi untuk bergabung. Hal ini dapat dimulai sejak ia mulai sering memperhatikan ibu atau ayahnya makan, dan ia mampu mengambil makanan dengan tangannya.

2. Pada hari-hari pertama, ibu atau ayah dapat memangkunya duduk menghadap meja makan. Berikutnya, latihlah duduk di kursi khusus (high chair), tentunya pastikan ia sudah bisa duduk tegak sendiri.

3. Berikan jenis makanan yang sesuai untuk bayi. Jika sudah berusia setahun, ibu dan ayah dapat menawarkan makanan yang sama, sehingga ia merasa menjadi bagian dari keluarga.

4. Berikan makanan yang bervariasi, dan biarkan ia menyuapkan makanan ke mulutnya sendiri.

5. Jangan memaksa bayi untuk cepat memilih dan memakan makanan tertentu. Beri kesempatan ia mencoba dan memilih makanan yang sesuai dengan keinginanannya.

6. Pada awal dia belajar mengenal makanan, jangan berharap akan langsung mau memakan jenis-jenis makanan yang ibu dan ayah tawarkan.

7. Jangan berharap bayi akan langsung menghabiskan semua hidangan yang disajikan. Kemampuan bayi dalam menikmati makanan belum berkembang, lho.

8. Berikan lagi jenis makanan yang ditolaknya di awal masa perkenalannya, di lain waktu.

9. Jangan tinggalkan bayi sendirian ketika makan.

10. Jangan memberikan atau memperkenalkan jenis makanan yang sudah diketahui dapat membahayakan kesehatannya.

11. Jangan memperkenalkan bayi pada jenis makanan siap saji, atau yang telah ditambahkan garam atau gula.

12. Berilah air minum di dalam cangkir, akan tetapi tidak perlu kuatir jika ia tidak menunjukkan sikap tidak tertarik minum, apalagi jika ia baru “lulus” ASI ekslusif 6 bulan.

13. Persiapkan mental ibu dan ayah melihat lantai rumah kotor karena aneka ceceran makanan yang tidak berhasil masuk ke dalam mulut bayi. Untuk memudahkan, alasi kursi makannya dengan plastik pelapis lantai atau koran.

14. Lanjutkan pemberian ASI sesuai keinginannya, sampai ia menghentikannya sendiri. Bersiaplah akan perubahan pola makan pada bayi begitu ia menyukai makanan padat.

Nah, proses ini memang tidak mudah, akan tetapi nikmati saja. Karena ibu dan ayah akan dibuat takjub dengan kemampuan bayi mengembangkan ketrampilan makannya.

Selamat mencoba!

Sumber: Ayahbunda