Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

Jelajah Gizi Minahasa, Menjejaki Pasar Tomohon dan Taman Mangrove Bahowo

Oleh Afifatun Nafisah 01 Dec 2016

Setelah seru-seruan di hari pertama Jelajah Gizi Minahasa, petualangan gizi akan terus berlanjut. Pada hari kedua, kami mulai aktivitas dengan sarapan nasi kuning di Hotel Jhoanie, Tomohon. Selain menu sarapan yang sarat gizi, ada yang spesial dari hotel ini yaitu pemandangan yang indah nian. Di bagian rooftoop hotel kami bisa melihat pemandangan gunung Lokon. Hanya sebentar saya menikmati dan mendokumentasikannya karena rombongan sudah akan berangkat ke destinasi berikutnya.

Eksplorasi Pasar Tradisional Tomohon

Tujuan selanjutnya adalah Pasar Beriman Tomohon, iya betul yang terkenal dengan pasar ekstrem-nya itu lho, konon katanya semua jenis daging dijual di sini. Acara berikutnya adalahMarket games, kami diberikan challenge untuk belanja di Pasar Tradisional Tomohon dengan clue tertentu yang harus dipecahkan dan diberi uang sebesar 30 ribu untuk membelanjakan barang dari clue, dan kami hanya disediakan waktu selama 15 menit, lebih cepat lebih baik.Kelompok masih sama dengan hari pertama.Tiap kelompok mendapatkan 4 clue yang berbeda. Jadi nanti kami akan blusukan di pasar Tomohon, dan mencari barang yang masih menjadi tanda tanya.

Setelah games dimulai kami pun mulai menjelajah pasar untuk mencari barang yang harus dipecahkan. Kami mendapat bagian untuk mencari bunga pepaya, brenebon, nasi jaha dan ikan Tude. Setelah semua kelompok menyelesaikan challenge, semua hasil belanjaan dikumpulkan dan langsung dinilai oleh juri, selain itu juga ada penjelasan dari Prof Ahmad mengenai kandungan gizi dari tiap bahan yang kami cari tadi, sungguh menambah pengetahuan kami tentang keanekaragaman pangan di Minahasa ini.

Hasil Belanjaan kami di Pasar Tomohon

Bunga pepaya ini salah satu makanan favorit penduduk Minahasa, sayuran inimengandung antioksidan yang baik untuk kesehatan. Walau rasanya pahit, tak menjadi masalah, atau jika ingin mengurangi rasa pahitnya bisa direndam dulu dengan air garam, kemudian rebus, lalu dibuang airnya. Tapi dengan begitu ada zat gizi yang hilang. Brenebon itu nama lain dari kacang merah, merupakan salah satu sumber karbohidrat, di Gorontalo biasa dijadikan santapan berupa sup, tetapi juga bisa disantap sebagai es brenebon. Nasi Jaha sudah saya jelaskan di artikel sebelumnya, jadi nama jaha ini diambil karena ada rempah jahe di dalamnya. Ikan tude merupakan nama lain dari ikan kembung, ikan ini kaya akan omega 3 dan omega 6 yang baik untuk ibu hamil.

Bunga Pepaya

Yuk dibeli brenebonnya…

Penjelasan Prof. Ahmad tentang kandungan gizi ikan tude.

Games terus berlanjut, challenge selanjutnya adalah photodan vlog competition di sekitar pasar Tomohon. Selama jelajah pasar kami menemukan beragam bahan makanan yang kita santap kemarin, mulai dari pisang goroho, beragam jenis sayur, ikan, kue khas minahasa, juga kita melihat bambu yang khusus digunakan untuk membuat nasi jaha. Selain itu adasesuatu yang unik, di sana dijual berbagai daging mulai dari daging tikus, kelelawar (paniki), ular, babi, juga anjing.

Pisang Goroho

Bambu khusus untuk pembuatan Nasi jaha

Ikan Cakalang Fufu

Pembeli sedang pilih-pilih salah satu daging ekstrem.


Bakti Sosial di Taman Mangrove Bahowo

Jelajah Gizi Minahasa tak sekedar eksplorasi gizi, juga ada kegiatan bakti sosial ‘Ini Aksiku Untuk Alam’. Kegiatan ini dilaksanakan Taman Mangrove Bahowo, terletak di kelurahan Tongkaina, kecamatan Bunaken, Manado, Sulawesi Utara. Tempat ini merupakan pusat pembelajaran dan pembibitan mangrove. Sesampainya di sini kami sudah disambut oleh Manengkel Solidaritas, merupakan lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dalam upaya pelestarian alam dan konservasi.

Selain pelestarian hutan mangrove juga terdapat program yang memberikan pemahaman kepada anak-anak di desa tersebut tentang kepedulian lingkungan yaitu Sekolah Sei Pante. Sekolah ini dibagi menjadi 3 tingkatan yaitu messenger, transformer dan agent of change. Pada tahap messenger anak-anak akan diperkenalkan mengenai kepedulian terhadap lingkungan mulai dari ekosistem, pengolahan sampah, hingga jurnalistik. Selanjutnya di tahap transformer diharapkan rasa cinta anak-anak terhadap lingkungan sudah mulai tumbuh dan pemikiran mereka berubah, mereka akan mulai menyampaikan pesan kepada keluarga mengenai lingkungan. Pada tahap terakhir anak-anak yang mengikuti sekolah sei pante diharapkan menjadi agent of change, sehingga bisa melakukan kampanye anti pengrusakan lingkungan.

Hari semakin siang, perut kami sudah protes minta diisi. Kami dijamu dengan makanan khas Minahasa yang beraneka ragam. Setelah kenyang dengan makan siang yang lezat san sarat gizi, kami dilibatkan dalam penanaman bibit mangrove. Perjalanan menuju hutan mangrove tak kalah seru, kita layaknya di Bolang yang menjejaki semak hingga akhirnya kita sampai di tempat tujuan.

Ragam Menu Makan Siang di Bahowo

Perjalanan menuju hutan mangrove


Pembibitan di Taman Bahowo ada beberapa jenis mangrove yaitu Ceriops, Rizhopora dan Bruguiera. Mangrove ini sangat bermanfaat untuk lingkungan yaitu mampu menahan ombak dari laut juga tempat bertelurnya biota laut. Sebelumnya kami diajari cara menanam mangrove, setelah itu satu per satu kami langsung mengambil bibit dan menanamnya di area hutan yang masih kosong. Semoga kalian tumbuh dan berkembang dengan baik ya bibit-bibit mangrove Jelajah Gizi Minahasa.Setelah asyik menanam bibit mangrove kami kembali ke Taman bahowo dan melanjutkan aktivitas untuk snorkeling. Tapi saya milih untuk menikmati keindahan laut bahowo yang sungguh menyejukkan mata saya.

Salah satu sudut Hutan Mangrove Bahowo

Yuk, ditanam bibit mangrove-nya

Setelah seru-seruan di pasar Tomohon dan aksi menanam bibit mangrove, perjalanan berlanjut ke Lion Plaza Hotel dan melakukan makan malam. Di acara dinner ini sangat seru, kami dihibur dengan tarian Maengket dan Tarian Matrili. Penarinya sungguh cantik dan rupawan bahkan pada saat menari Matrili, peserta diajak untuk menari bersama, sungguh menghibur sekali.

Setelah itu pengumuman challenge selama acara Jelajah Gizi Minahasa. Dari beberapa challenge kelompok saya mendapat juara 2 di Photo Competition serta juara 2 terbaik, yeaaay, kelompok saya sangat beruntung. Padahal sudah pesimis duluan karena kelompok lain sangat aktif dan fotonya bagus-bagus. Dan acara terakhir ditutup dengan pembuatan video mannequine challenge yang lagi booming di social media. Hari kedua semakin seru dan menambah kesan yang mendalam dengan acara bakti sosial dan menjejaki pasar tradisional Tomohon.