Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

Merinding Disko di Gunungkidul

Oleh ceritaeka 14 Nov 2012

Apakah bulu kudukmu pernah berdiri waktu mau makan sesuatu? Yah, ngeri-ngeri sedap gitu pas ngeliat panganan? Belum? Hahaha, kalau begitu mesti ikuti petualangan #Jelajahgizi saya dan Sari Husada di Gunungkidul deh. Iyaaa, iyaaaa tulisan saya berjudul Lapet ituh menang, so bareng 9 blogger lainnya, kami cap cus meluncur dengan sukacita ke daerah yang berada 70km dari Yogyakarta ituh. Buat yang belum tahu, #Jelajahgizi adalah program edukasi gizi dengan terjun langsung ke lapangan mengenal sumber pangan penduduk lokal. Bukankah pengalaman adalah guru terbaik? Lalu kenapa lokasinya di Gunungkidul? Soale banyak pangan lokal menarik yang bisas dipelajari di sini lho. Apakah pangan lokal itu? Mari mari baca dulu tulisan saya ini ;)

 Sesampainya di Yogyakarta, menggunakan bus yang nyaman kami (para blogger dan rekan-rekan media) bertolak ke Gunungkidul. Catat ya cara penulisan yang benar adalah Gunungkidul tanpa spasi lho. Tempat pertama kami singgah adalah Warung Pari Gogo. Ini tempat sudah femes gilak deh di Gunung Kidul dan di sinilah nyali saya diuji :D

Mencoba Fear Factor Indonesia di Warung Pari Gogo

 Apa aja sih yang ada di Warung Lesehan Pari Gogo? Well, sesuai namanya yaitu pari=padi maka yang disajikan tentunya adalah padi gogo alias beras merah. Ini menu makan siang kami. Wuuuiiih, perut saya yang sudah keroncongan langsung bersorak gembira begitu melihat nasi dari beras merah lengkap dengan lauk pauk berupa ayam, ikan wader, empal hingga sayur lombok ijo yang gurih karena santan. Air liur pun mentes! Hahaha.

Soal Rasa: nasi merah itu terasa banget lebih berserat dibandingkan nasi putih. Karena lebih berserat tentunya teksturnya pun terasa lebih kasar juga terasa lebih kreing dan agak keras. Namun kalau saya sih suka dan buat saya rasanya enak.

 Kandungan Gizi Beras Merah: Tahukah kamu bahwa beras merah itu mengandung antioksidan yang bisa menangkal radikal bebas di dalam tubuh? Jadi gini, sel kanker itu tumbuh karena adanya radikal bebas berlebih di dalam tubuh, lalu si antioksidan ini adalah penangkalnya. Selain antioksidan, beras merah juga mengandung fitonutrien yang menjadi asupan makanan bakteri baik di dalam pencernaan kita. Sistem kekebalan tubuh pun meningkat. Nah, banyak kan manfaatnya? Untuuung deh setahun terakhir saya dan suami sudah migrasi dari pemakan nasi putih menjadi nasi merah :P yeay! *bangga*

 Manfaat Beras Merah: Karena kanduangan glisemiknya rendah maka beras merah punya potensi yang lebih rendah untuk menaikkan kadar gula. Lalu karena lebih berserat tentu saja beras merah itu bagus buat diet karena dengan makan sedikit memberikan rasa kenyang lebih lama.

Bisa tebak apa ini yang saya pegang? Mahluk coklat berkaki dengan kepala besar macam helm ini? Betul ini adalah belalang goreng! Awalnya begitu dengar bahwa menu utama warung ini adalah belalang goreng, saya malah penasaran. Kayak apa sih rasanya makanan ini? Tapi ya begitu saya melihat kaki-kaki belalang yang mencuat-cuat itu mendadak koq ya tangan saya dingin dan bulu tengkuk merinding disko gak jelas. Errr…. Ummm…. Gimana makannnya iniiii? Aaaaa, tapi kalau bimbang terus kan gak asyik, akhirnya meniru pose oran-orang di tayangan Fear Factor, sambil merem dan tutup hidung saya gigit juga itu belalang!

Soal Rasa Belalang Goreng? WEUNAAAAK! Persis kayak udang gitu. Garing, gurih, nikmat. Bahkan yang awalnya saya bimbang makan, eeeeh malah ketagihan! Hahaha.

 Kandungan Gizi Belalang: Yang jelas protein dari Beras Merah itu tinggi! Plus mengandung berbagai macam mineral kayak zat besi, zinc, kalsium, magnesium, potassium, sodium, fosfor, mangan dan tembaga. Jangan ragukan juga kandungan vitaminnya ada Vitamin A, B, B1, B2, B6, E dan C yang tentunya berguna buat tubuh.

 Manfaat : Protein itu berguna buat pertumbuhan tubuh, kalau tubuh kekurangan protein maka penyerapan zat gizi lain kurang maksimal. Hmmm saya jadi mikir, apakah bentuk tubuh saya yang petite ini dulu karena saya kekurangan protein ya? ;) *dijitak*

Eh jangan pikir saya pintar nan jenius sehingga bisa tahu segala macam manfaat makanan ini ya :mrgreen: Semua pengetahuan ini saya dapatkan karena #JelajahGizi bersama Sari Husada menghadirkan Prof Ahmad Sulaiman, Guru Besar Ilmu Gizi IPB untuk menjadi narasumber Nutritalk. Jadi si prof membedah nilai gizi di setiap makanan yang kami santap. Keren kan? Wiskul mah udah biasaaaa, tapi wiskul sambil memperkaya pengetahuan? Ini baru luar biasa!

Seluruh peserta JelajahGizi setelah kekenyangan potonya bahagia banget ^_^ hahaha

Bicara Gizi, Bicara Air

Selesai memanjakan perut dan mengisi otak di sesi Nutritalk Sari Husada, kami melanjutkan perjalanan menuju Desa Sambirejo. Di Desa ini bermukim Bidan Listiani yang mendapatkan penghargaan Srikandi Award dari Sari Husada karena dedikasinya mengusahakan air bagi penduduk desa Sambirejo di Gunungkidul. Awalnya saya bingung, kenapa juga acara #jelajahgizi tapi koq mampirnya ke rumah seorang bidan yang ngurusi air pula? Kesannya koq gak nyambung. Tapi eh tapi….

Bidan Listiani mendapatkan anugerah Gelar Karya Pemberdayaan Masyarakat dari Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan RI. Anugerah tersebut disampaikan oleh Bapak Arif Mujahidin dari Sair Husada.

Tapi setelah bertemu langsung dan berdialoq dengan Bidan Listiani baru mata saya terbuka. Air adalah sumber kehidupan, ketika persediaan air minim maka orang akan menggunakan air untuk kebutuhan yang paling penting seperti untuk masak dan minum saja. Mereka tidak mencuci tangan ketika mau makan dan itu berpotensi menyebabkan berbagai macam penyakit, kekurangan gizi bahkan bisa menimbulkan kematian jika penyakit tersebut tidak ditanggulangi dengan benar.  Dengan bantuan dana dari Sari Husada saat ini telah ada sumber air yang mampu mencukupi kebutuhan warga sehingga sedikit demi sedikit dapat membantu roda hidup penduduk desa Sambirejo.

es krim ungu?

Kalau tadi saya merinding disko melihat belalang, kali yang kedua jantung saya dibuat jedag-jedug begitu melihat es krim ungu yang unyu ini :D. Duh! Tenggorokan yang kering karena tersengat hawa Gunungkidul yang super panas itu bakal terasa segar dengan es krim. Cuma eh cuma, itu warna ungunya bikin ngeri >.< mengandung pewarnakah? Buahaya bener kalau begitu! Tapi kekuatiran saya cuma mengendap sekejab saja karena ibu-ibu warga desa mempraktekkan cara bikin es krim ungu ini. Ternyata oh ternyata si warna ungu yang menyergap mata ini ternyata didapat dari ketela rambat berwarna ungu juga! Wow!! Langsung deh saya lahap itu es krim, habis dua! :mrgreen: ketahuan deh rakusnya :p hihi.

Ibu-ibu di desa Sambirejo mempraktekkan pembuatan es krim dari ketela ramba

Rasa: Pertama kali es krim ini menyentuh lidah yang terasa adalah serat ketelanya. Es krim ini tidak selembut es krim yang terbuat dari tepung. Teksturnya agak kasar tapi tetap enak, dan dingin esnya bikin saya merem melek sukacita hihi.

 Kandungan Gizi : Ketela rambat adalah sumber karbohidrat dan sumber kalori yang cukup tinggi. Mengandung vitamin A, C, thiamin (vitamin B1), dan riboflavin. Pun mengandung juga mineral seperti zat besi, fosfor, dan kalsium. Selain itu juga mengandung prebiotik dengan kadar Glycemic Index rendah, dan oligosakarida.

 Manfaat : Dengan kadar glycemic yang rendah, ketela rambat tidak menaikkan glukosa dalam darah (asal jangan dicampur banyak gula ya) ^_^. Lalu ketela rambat apalagi yang berwarna ungi mengandung antioksidan yang tinggi, bisa menyerap polusi udara, racun, oksidasi dalam tubuh, dan menghambat penggumpalan sel-sel darah. Hmmmm ketela rambat ini kayaknya harus sering-sering dikonsumsi penduduk kota nih! :D

Mbah Noto dan Sejuta pertanyaan
 

Malamnya kami mampir ke Warung Mie Mbah Noto. Menu utamanya adalah bakmi Jawa yang dimasak dengan tungki api dan arang panas membara. Sempat saya merasa bingung, mau makan mie godok (rebus) atau mie goreng? Udara malam Gunungkidul ternyata cukup dingin, alhasil mie godok pun jadi pilihan saya. Soal rasa, saya harus menambahkan bumbu-bumbu lain secara swadaya. Yah, kayaknya lidah asin saya merasa mie godog ini kurang asin :D nah gimana dengan kandungan gizi dan manfaatnya? As usual, mie adalah makanan sumber karbodirat yang membantu metabolisme lemak dan protein. Asal dimakan dalam takaran yang cukup, gak usah kuatir timbangan naik :D

Bakmi Godog: Sedaaaaaaaaaap ^_^

Puas icip-icip mie godog kami semua kembali ke Wisma Joglo di mana kami semua menginap. Berbeda dengan keadaan di warung Mie Mbah Noto yang agak sejuk, di dalam wisma saya justru kegerahan. Setelah menukar pakaian saya berbaring di tempat tidur sambil ngobrol dengan Rere teman sekamar saya. Perlahan tapi pasti saya terlelap dengan sejuta pertanyaan, hari kedua di Gunungkidul besok kami akan makan apa? Bakalan merinding disko lagi atau malah lebih parah merinding jumpalitan?  :lol: apalagi besok katanya bakla ke pantai, haduh lupa bawa bikini, lupa bawa sandal pantai juga. Du du du du. Bagaimana ini, bagaimana itu?  Nantikan ceritanya lanjutannya yah ^_^

Sobat NUB berani makan belalang? :mrgreen:

1 Komentar

Nutrisi Bangsa

15 Nov 2012 10:22

Fear factor a la Gunungkidul... Bayangkan di daerah lain pasti ada makanan yang tidak lazim, seperti belalang itu...