IBU ADALAH PILAR BAGI ANAK YANG HEBAT

Oleh xuphiexs 28 Sep 2013

DAMPAK MALNUTRISI

Ada si Choirul bocah terkena gizi buruk plus TBC tulang, sehingga kedua kakinya tidak dapat digerakkan. Ada si Anissa bocah terkena gizi buruk semenjak usia 3 bulan dan kini dalam penanganan ACT ( Aksi Cepat Tanggap )    Care Of Humanity. Ada si Ayu bocah terkena gizi buruk mayor. Dan ada si Nuri bocah terkena gizi buruk sekaligus terkena infeksi pada bokongnya. Atau mungkin masih banyak lagi anak-anak dalam kondisi gizi buruk atau lebih dikenal dengan malnutrisi.

Begitu flash video kututup, masih teringat jelas dalam ingatan bagaimana penderitaan mereka. Yang rata-rata diderita oleh anak-anak dibawah garis kemiskinan.

Berawal dari kasus-kasus yang terjadi pada berbagai wilayah di nusantara, saya mencoba mencari tahu apa itu gizi buruk atau lebih popular dengan sebutan malnutrisi.

Malnutrisi yaitu suatu keadaan di mana tubuh mengalami gangguan dalam penggunaan zat gizi untuk pertumbuhan, perkembangan dan aktivitas. Malnutrisi terjadi karena asupan makanan bergizi yang kurang atau bahkan melebihi kapasitas.

Dari gizi yang diperlukan tersebut ada standart ketentuannya yaitu AKG (angka kebutuhan gizi). Angka kebutuhan gizi yang dibutuhkan untuk kelompok umur 0-6 bulan adalah 550 kkal/hari, kelompok umur 7-12 bulan 650 kkal/hari,  kelompok umur 1-3 tahun 1000 kkal/hari, dan  kelompok umur 4-6 tahun 1550 kkal/hari. Jika angka kebutuhan gizi tersebut tidak terpenuhi, maka dampak yang akan terjadi adalah :

1. Defisiensi Nutrisi

Kekurangan makan buah-buahan dan sayur mayur yang menyebabkan kekurangan vitamin C yang mengakibatkan pendarahan pada gusi.

2. Marasmus

Kekurangan protein dan kalori sehingga terjadi pembongkaran lemak tubuh dan otot.

Ciri-cirinya : perut buncit, otot mengecil, menghilangnya lapisan lemak subkutan, kelambatan pertumbuhan, sangat kurus (lunglit).

3. Kwashiorkor

Kekurangan protein karena diet protein atau disebabkanprotein yang hilang secara fisiologis.

Ciri-cirinya : lemah, apatis, hati membesar, berat badan turun, otot mengecil, anemia ringan, dan perubahan pigmentasi pada kulit dan rambut.

Dari ketiga dampak malnutrisi tersebut akan mempengaruhi pada kecerdasan otak seperti status mental (apatis, mudah terangsang, depresi, penurunan fungsi kognitif, kesulitan pengambilan keputusan), musculoskeletal (penurunan massa otot, terganggunya koordinasi dan ketangkasan), system imun (produksi sel darah putih (leukosit) menurun beresiko terhadap penyakit), dan mengurangi produksi glukosa dari asam amino mengurangi sintesa protein, lebih mudah terjadi gangguan pada alat gerak tubuh.

Dan satu-satunya pencegah malnutrisi adalah pemberian makanan yang sesuai AKG (angka kebutuhan gizi ), bernutrisi dan pola makan yang tepat. Selain itu jika bayi sudah lahir harus diberi ASI 0-6 bulan secara eksklusif dan 6-24 bulan dengan MP ASI (makanan pendamping ASI).  Pengasuhan psiko-sosial terhadap anak akan berpengaruh terhadap perilaku dan kasih sayang seorang anak.  Kebersihan diri , sanitasi lingkungan, praktek kesehatan dirumah dan pencarian pelayanan kesehatan terdekat.

Dengan demikian peran kita sebagai Ibu turut membantu program pemerintah dalam peningkatan ketahanan (pangan, ekonomi dan sosial) baik melalui kualitas SDMnya maupun kualitas spiritualnya. Yang lebih utama dapat mencegah terjadinya lost generation sepanjang masa.

 

NUTRISI UNTUK PEMIMPIN KECILKU

Siapa yang tidak akan senang jika melihat anak kita aktif dalam berbagai aktifitas. Seperti pandai berhitung, pandai bernyanyi, pandai menulis, mempunyai imajinasi yang hebat dan cepat tanggap jika diajak berbicara.  Dan Ibu mana yang tidak akan riang jika mempunyai anak sang juara dikelasnya. Karena mereka-mereka adalah investasi masa depan bangsa. Yang berawal dari didikan kita selaku orang tua, terutama peran serta seorang Ibu.

Kehadiran Ibu adalah sosok yang penting dalam sebuah keluarga. Karena Ibu yang mengatur segalanya mulai dari urusan rumah, urusan makanan, hingga urusan pola asuh terhadap anak. Ibu juga harus berpikir cerdas dalam mengelolah dan mengatur rumahnya termasuk tentang kebutuhan anak terhadap nutrisi bagi kesehatannya.

Peran ibu dalam keluarga khususnya dalam rangka pemenuhan asupan nutrisi pada anak balita berhubungan dengan tingkat pendidikan ibu, jenis pekerjaan ibu dan tingkat pengetahuan ibu tentang gizi. Ibu yang mempunyai pendidikan rendah umumnya sulit untuk memahami dampak gizi buruk akibat mempunyai anak yang banyak. Sehingga akan berpengaruh pada pola asuh terhadap anak. Mulai dari pemenuhan gizi yang tidak seimbang melalui ASI eksklusif, tidak mendapat MP ASI yang tepat baik secara kuantitas maupun kualitas hingga perhatian / kasih sayang terhadap  anak.

Pola asuh dapat berupa sikap dan perilaku Ibu atau pengasuh lain dalam hal memberi makan, kebersihan, memberi kasih sayang dan semuanya yang berhubungan dengan keadaan Ibu dalam hal kesehatan ( fisik ataupun mental ).

Penolakan makan pada anak juga menjadi pemicu terjadinya gizi buruk. Mungkin karena taste/rasa makanan yang diberikan tidak disukai anak. Tetapi Ibu tidak segera menyadari dan menganggap makanan yang diberikan sudah sesuai dengan kondisi anak. Karena rata-rata Ibu enggan mencicipi makanan terlebih dahulu sebelum diberikan kepada anaknya.

Atas beberapa kasus yang telah saya sebutkan diatas, sebagai seorang Ibu saya tidak mau mendapati anak terkena dampak gizi buruk. Dan berusaha mencari-cari informasi yang dapat dipercaya melalui berbagai media. Dari info inilah saya jadi lebih tahu apa yang harus dilakukan dan harus diterapkan pada anak, mulai awal kehamilan hingga kini mencapai usia 3 tahun. Dan tentunya harus diterapkan juga oleh keluarga lainnya, yaitu dengan cara :

1. Perawatan dan Perlindungan Bagi Anak

Sebagai Ibu wajib merawat dan memberi perlindungan terhadap anaknya pada usia lima tahun pertama. Karena pada masa ini masa penentuan dalam pembentukan fisik, psikis maupun intelegensinya dimasa mendatang. Yang dilakukan Ibu bisa berupa merawat tali pusar bayi, pemberian makan dan sebagainya. Sedang perlindungan terhadap anak bisa berupa pengaturan waktu bermain dan jam tidur.

 2. Pemberian ASI

Sejak bayi dilahirkan yang pertama kali diberikan adalah ASI. Karena dengan pemberian ASI dapat menumbuhkan kasih sayang antara Ibu dan anak yang akan mempengaruhi tumbuh kembang dan kecerdasan anak dikemudian hari. ASI diberikan 30 menit setelah bayi lahir. Kolostrum merupakan salah satu kandungan ASI yang sangat penting bagi bayi. Kolostrum berupa cairan kental berwarna kekuning-kuningan. Zat yang terkandung didalamnya terdiri dari banyak mineral (natrium, kalium dan klorida) serta zat-zat anti infeksi penyakit diare, pertusis, difteri dan tetanus. ASI diberikan secara eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan tanpa ada tambahan makanan atau minuman.

Adapun zat-zat  yang terkandung didalam ASI yaitu :

-          Imunoglobulin yang berfungsi melindungi tubuh terhadap infeksi

-          Zat anti stapilokokus yang berfungsi menghambat pertumbuhan stapilokokus

-          Komplemen C3 dan C4 berfungsi sebagai daya opsenik

-          Lisozim berfungsi menghancurkan dinding sel bakteri

-          Laktoperoksidase berfungsi membunuh streptococcus

-          Laktoferin berfungsi membunuh beberapa jenis organism

Ini membuktikan bahwa ASI adalah anugerah terbaik yang diberikan Allah SWT kepada kaum wanita.  Karena ASI bisa juga sebagai antibody yang alami bagi tubuh, berpengaruh pada tingkat intelegensi, dan perilaku anak.

 3. Pemberian MP ASI

MP ASI atau Makanan Pendamping ASI harus menyesuaikan usia balita. Sebaiknya diberikan pada usia 6 bulan hingga 24 bulan. Pemberiannya juga harus bertahap. Mulai dari bubur kental, sari buah, buah segar, makanan lumat, makanan lembek hingga akhirnya makanan padat. Pemberian MP ASI yang terlalu dini akan berpengaruh bagi pencernaan. Dan jika terlambat akan berpengaruh terhadap pertumbuhan balita.

 4. Penyiapan Makanan

Makanan yang tersedia adalah pengaruh utama bagi pertumbuhan fisik dan mental anak. Oleh karena itu makanan yang tersedia harus sesuai AKG (angka kecukupan gizi). Pengaturan makanan juga harus menyesuaikan usia balita selain untuk mendapatkan gizi juga dapat membantu pemeliharaan, pemulihan, pertumbuhan, perkembangan serta aktifitas fisiknya.

Pola makan yang diberikan adalah menu seimbang sehari-hari. Yaitu sumber zat tenaga, sumber zat pembangun dan sumber zat pengatur. Jadwal pemberiannya bisa tiga kali makanan utama (pagi, siang, malam), dan dua kali makanan selingan (diantara dua kali makanan utama)

 5. Pengasuhan Psiko-Sosial

Manusia sebagai makhluk sosial sangat penting menjalin hubungan antar sesama dalam kehidupan sehari-hari. Pengasuhan psiko-sosial dapat berupa pola interaksi antara orang tua dan anak dalam sebuah keluarga. Sehingga anak merasa dicintai dan dilindungi. Hal ini didasarkan dari frekuensi interaksi antara Ibu dan anak. Semakin banyak berinteraksi dengan anak akan menimbulkan rasa sayang terhadap keduanya. Disela-sela pengasuhan psiko-sosial anak juga bisa diajarkan pendidikan karakter sejak usia dini yaitu melalui pengajaran perilaku dan akhlak.

 5. Kebersihan Diri dan Sanitasi Lingkungan

Lingkungan adalah faktor utama terhadap proses tumbuh kembang anak. Sebagai Ibu sudah sepatutnya mengajarkan akan akan kebersihan diri dan lingkungan yang sehat. Diantaranya dengan mengajarkan mandi dua kali sehari, cuci tangan sebelum dan sesudah tidur, menyikat gigi sebelum tidur, membuang sampah pada tempatnya, dan buang air kecil pada tempatnya.

 6. Praktek kesehatan di rumah dan pencarian pelayanan kesehatan.

Bayi paling rentan terserang panyakit. Bila perlu pemeriksaan kesehatan oleh bidan atau dokter jika sakit. Praktek kesehatan yang bisa Ibu lakukan melalui pemantauan kesehatan diantaranya :

-          Imunisasi (DPT 1-3, HB 1-3, BCG dan campak)

-          Pemantauan pertumbuhan anak melalui posyandu terdekat

Saya pun merasa lega setelah memperoleh pencerahan dari ilmu yang saya dapatkan. Selain gizi tercukupi, anak juga mendapat pola asuh yang tepat sejak dini. Dan berharap dimasa mendatang anak akan menjadi sosok pemimpin yang hebat.  

Dengan demikian peran serta Ibu bagi keluarga sangat penting bagi bangsanya, karena dengan sentuhan tangan dan kasih sayangnya membawa sebuah kesuksesan. Baik buruknya suatu bangsa juga tergantung bagaimana seorang Ibu memberikan pendidikan kepada anaknya dirumah sehari-hari. Ibu juga menjadi pilar bagi anak-anaknya kelak karena berkat keteguhan, kesabaran dan pengorbanannya. Itulah sebabnya mengapa surga berada dibawah telapak kaki Ibu.