Setiap Anak adalah Sang Pemimpin Kecil !!!

Oleh sri surachminy 11 Oct 2013

 
 
Suatu siang saat pulang sekolah ketika mobil kami berhenti dilampu merah dan Chrisna putra sulung kami melihat ada anak-anak kecil yang meminta uang pada setiap orang yang berhenti di lampu merah.
 “Ma…kenapa anak-anak itu meminta uang ya? Apa mereka tidak sekolah malah berkeliaran dijalan” tanya Chrisna.
“Oh mereka tidak sekolah karena tidak punya uang nak, karena orang tuanya miskin” jawab saya.
“Oh gitu ya ma, Chrisna besok kalau sudah kaya mau membuat sekolah bertingkat buat anak-anak miskin, nanti sekolahnya tidak usah bayar…pokoknya gratis. Sekolahnya ada belajar berhitung, menulis, menggambar, ada pelajaran agama, bahasa Inggris, bahasa Indonesia, IPA dan nanti Chrisna sendiri mau jadi Pak Guru yang mengajar mereka” kata Chrisna.
 
Itulah sepenggal dialog antara saya dan Chrisna. Begitu polos ungkapan yang keluar dari mulut seorang anak yang berumur 5th dan baru TK kala itu. Sungguh suatu ungkapan cita-cita yang sangat mulia dan membuat saya terpaku. Disaat anak-anak seusianya bercita-cita menjadi polisi, tentara atau dokter…anak saya ingin menjadi Pak Guru dan ingin membuat sekolah bagi anak-anak miskin. Inilah Sang Pemimpin Kecil-ku…smoga cita-citamu yang mulia dapat kau wujudkan nak…dan sebagai orangtua kami akan selalu mendukungmu.
 
Mendidik dan menyekolahkan anak setinggi-tingginya sudah seharusnya menjadi tanggungjawab orangtua terhadap anak  Prinsip yang saya dapatkan dari orangtua saya terutama ibu saya bahwa seorang anak harus sekolah lebih tinggi dari orangtuanya, jangan menjadikan alasan keuangan untuk tidak menyekolahkan anak karena anak adalah penentu masa depan. Kalau kita sebagai orangtua tidak menyekolahkan anak alangkah berdosanya kita apabila di masa depannya sang anak tidak dapat hidup mandiri dan bertanggungjawab atas hidupnya sendiri. Kata ibu saya “Uang bisa dicari asalkan sang anak ada kemauan untuk sekolah”, “Semua bersumber dari kemauan”.
 
Setiap anak adalah Sang Pemimpin masa depan. Seorang Pemimpin dinilai bukan oleh dirinya sendiri tapi oleh masyarakat. Seorang Pemimpin dinilai bukan hanya dari prestasi akademik saja tapi juga dari moral dan hati.. Oleh sebab itu bagi orang tua yang anak-anaknya tidak memperoleh piala dan piagam tidak perlu berkecil hati, bukan prestasi yang ditandai dengan banyaknya jumlah piala dan piagam penghargaan yang didapat sang anak yang menentukan anak kelak menjadi pemimpin.
 
Setiap anak adalah Sang Pemimpin Kecil baik disadari oleh orang tua atau tidak oleh sebab itu sejak dini mari kita persiapkan calon buah hati kita untuk menjadi Sang Pemimpin Kecil dan mari kita rencanakan masa depannya sejak dini!
 
Disini saya akan sedikit share apa saja yang kami rencanakan dan lakukan bagi anak-anak kami Sang Pemimpin Kecil…semoga dapat memberikan inspirasi buat keluarga lain lain.
 
 
1.  Masa Pra- Kehamilan
 
Kehamilan adalah suatu masa yang sangat dinantikan ketika kita sudah berkeluarga untuk itu perlu persiapan yang matang sejak jauh-jauh hari, agar proses kehamilan ini berjalan dengan lancar dan berakhir dengan persalinan normal disusul hadirnya seorang buah hati yang sehat yang kita nanti-nantikan. Apa saja yang harus kita siapkan pada masa pra-kehamilan ini? Tentu saja ada 4 hal penting yang sangat perlu kita perhatikan sebelum merencanakan kehamilan yaitu:
 
  • Pastikan keputusan untuk memiliki momongan adala kesepakatan bersama. Mitos banyak anak banyak rejeki sudah tidak trend seiring dengan jaman emansipasi wanita. Lebih baik dengan 2 anak tapi terjamin kebutuhannya daripada banyak anak tapi kebutuhannya tidak terjamin.
  • Kesiapan mental dan pengendalian emosi menghadapi kehamilan dengan segala resikonya misalnya perubahan bentuk badan, ketidaknyamanan selama hamil, kurang istirahat kalau si kecil lahir.
  • Faktor Nutrisi.  Ini sangat penting karena faktor asupan nutrisi akan berdampak pada pertumbuhan si kecil kelak. Jadi persiapkan nutrisi sebelum hamil bukan hanya pas hamil misalnya asam folat, pola makan seimbang, batasi konsumsi kafein,jauhi alcohol, stop merokok, jaga berat badan ideal. Anak cerdas bukan hanya milik keturunan orangtua yang cerdas tapi juga terkait dengan nutrisi.
  • Keuangan. Kehadiran anak tentu akan mengubah kondisi keuangan mulai dari kehamilan sampai proses kelahiran dan membesarkan anak-anak sampai mereka dewasa membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Itu sebabnya, sebelum hamil, suami istri perlu meninjau kembali persiapan keuangan secara bersama-sama. Rencanakan dan menabunglah sejak dini!
 
2. Proses Kehamilan
 
Apabila pada masa pra-kehamilan hal-hal penting di atas sudah kita jalankan niscaya pada masa kehamilan bisa dihadapi dengan tenang. Ibu bisa konsentrasi dengan kehamilannya, tetap perhatikan faktor nutrisi untuk calon buah hati sambil mempersiapkan kebutuhan saat proses kelahiran dan hadirnya sang buah hati. Karena selama kehamilan biasanya ibu hamil akan lebih gampang stres dan emosi yang labil maka peran suami sangat dibutuhkan selama masa ini misalnya memberikan pijitan ke istri, tetap memuji kecantikannya dan saling berdialog tentang perasaannya akan membuat sang ibu merasa diperhatikan dan dapat membangkitkan rasa percaya yang hilang. Dampingi istri saat proses melahirkan akan memberikan kekuatan padanya.
 
 
3. Hadirnya Sang Pemimpin Kecil
 
Pada masa ini mulailah ayah dan ibu menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagai orangtua dalam merawat dan membesarkan si buah hati dalam lingkungan yang nyaman dan tenang. Hal-hal yang dipersiapkan agar sang anak akan tumbuh menjadi sang pemimpin kecil sebagai berikut:
  • Apabila akan menambah anak jaraknya jangan terlalu dekat dengan anak pertama agar fokus dalam membesarkan anak.
  • Menabung sejak dini untuk berbagai kebutuhan mulai dari pendidikan anak jenjang yang lebih tinggi (dapat juga ikut asuransi pendidikan maupun penabung dibank), asuransi kesehatan juga penting apabila di kantor belum mendapatkan fasilitas ini. Rencanakan dan atur keuangan sebaik mungkin.
  • Perhatikan nutrisi asupan sang anak, mulai dari ASI, , makanan tambahan, susu, sarapan dan bekal sekolah sang anak apabila anak sudah masuk dunia sekolah.
  • Terapkan disiplin ke anak sejak dini mulai dari mandi, menggosok gigi, jam tidur siang, tidur malam, bangun tidur, merapikan mainan sendiri, menyiapkan keperluan sekolah sendiri dan lain-lain.
  • Berikan pendidikan tentang agama sejak dini untuk bekal akhlaknya.
  • Ajarkan anak untuk menabung.
  • Budayakan hidup bersih dan sehat untuk menunjang perkembangan anak secara menyeluruh.
  • Budayakan senang membaca dan sayangi buku sejak dini. Tidak harus membeli buku-buku yang baru atau yang mahal…bisa juga beli buku-buku bekas atau ajak ke perpustakaan dan tempat membaca sejenis. Selalu temani si kecil dalam membaca buku sehingga sang anak measakan suasana yang menyenangkan.
  • Luangkan waktu sesibuk apapun sekitar 30-60 menit untuk sekedar mendengarkan cerita dan keluhan anak, menanyakan perasaan anak hari itu dan apa saja yang dia lakukan.
  • Berikan pelukan, ciuman, respon positif, pujian dan nasehat yang diperlukan untuk membangun rasa percaya diri anak.
  • Perlakukan anak dengan baik, jangan berkata kasar atau dengan nada tinggi apalagi memukul anak karena tidak baik dalam perkembangan psikologis anak.
  • Selesaikan masalah dengan baik-baik, jangan bertengkar di depan anak-anak karena akan memberi contoh buruk ke anak-anak.
  • Untuk keluarga yang hanya ayah sang pencari nafkah, peran ibu sangat penting dalam tumbuh kembang anak tapi bukan berarti peran ayah tidak perlu. Kalau ayah dan ibu sama-sama bekerja maka perlu kerjasama dan saling mendukung demi anak-anak. Bagi putra putinya yang sudah sekolah, dampingi anak dalam mengerjakan tugas sekolah.
 
“Setiap anak adalah Sang Pemimpin masa depan. Seorang Pemimpin dinilai bukan oleh dirinya sendiri tapi oleh masyarakat. Seorang Pemimpin dinilai bukan hanya dari prestasi akademik saja tapi juga dari moral dan hati.. Oleh sebab itu bagi orang tua yang anak-anaknya tidak memperoleh piala dan piagam tidak perlu berkecil hati, bukan prestasi yang ditandai dengan banyaknya jumlah piala dan piagam penghargaan yang didapat sang anak yang menentukan anak kelak menjadi pemimpin.”
 
 
Semoga bermanfaat!
 
 
 
1 Komentar

eko wahyudi

12 Oct 2013 09:51

setuju banget...semoga anak-anak tumbuh jadi pemimpin :)