Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

Anak dan Ibu Sehat , Semua bahagia...

Oleh anindita putri 15 Mar 2012

Untuk dapat melahirkan anak yang sehat dan berstatus gizi baik maka seorang calon ibu harus memperhatikan asupan makanannya sebelum masa kehamilan, saat masa kehamilan dan saat menyusui.

MASA PRAKONSEPSI

Pada masa prakonsepsi atau masa sebelum kehamilan ada 4 perhatian utama yaitu :

1. Nutritional status / status gizi makro

  • Gizi kurang meningkatkan resiko komplikasi selama kehamilan, melahirkan bayi prematur/ BBLR
  • Gizi lebih meningkatkan resiko komplikasi klinis selama kehamilan, melahirkan dengan neural tube defect (NTD)_

2. Nutrient status / status gizi mikro

  • Ketidakcukupan folat meningkatkan resiko NTD
  • Defisiensi Fe meningkatkan resiko bayi prematur
  • Defisiensi yodium meningkatkan resiko gangguan perkembangan fisik dan mental
  • Kelebihan vitamin A meningkatkan resiko ketidaknormalan jantung dan pembentukan muka
  • Tekanan darah tinggi meningkatkan resiko retardasi mental pada janin

3. Diabetes

Kadar gula tinggi pada prakonsepsi/ awal kehamilan meningkatkan resiko malformasi, bayi besar, bayi DM

4. Alkohol

Intake alkohol secara teratur meningkatkan resiko fetal alcohol syndrom dan fetal alcohol effect, keduanya meningkatkan resiko kegagalan perkembangan fisik dan mental

Nutrient Requirement

Energi Protein : 10-15 % dari total energi , atau 0,8-1 gr/kg BBI (dewasa)

Lemak : 20-30% vitamin A : 500 RE Vitamin D : 5 mg

Vitamin C : 75 mg kalsium : 800 mg Fe : 26 mg

Asam folat : 400 µg zinc : 9,3 mg iodium : 150 µg

Pertambahan berat badan berdasarkan BMI sebelum hamil

Nilai BMI Berat badan (kg)
Rendah (<19,8) 12,5 - 18
Normal (19,8-26) 11,5 -16
Tinggi (26,1-29) 7-11,5
Obes (>29) 7
Kembar dua* 16-20
Kembar tiga* 23

*tidak memperhatikan BMI

MASA KEHAMILAN

Penambahan Kebutuhan Energi dan Zat Gizi Selama Kehamilan

Energi rata- rata : 300 kkal/hr => Trimester II : 340 kkal/hr => Trimester III : 452 kkal/hr

Protein rata-rata ditambah 25 gr/hr (untuk pertumbuhan janin, uterus, mamae)

karbohidrat : 50-60% per hari dari total energi

Asam Lemak Esensial (EPA & DHA) : untuk pengelihatan dn perkembangan otak

Folat : untu sintesis DNA, ekspresi genetik, pengaturan gen

Zat besi : kebutuhan selam kehamilan 1000 mg, 300 untuk janin dan plasenta, 250 hilang saat melahirkan, 450 untuk meningkatkan sel darah ibu

Kalsium : kebutuhan 300/hr pada trimester III

Vitamin A : pertumbuhan sel dan jaringan , pembentukan tulang dan gigi

Vitamin D : metabolisme Ca dan P, pembentukan tulang dan gigi

Iodin : peningkatan metabolisme, produksi tyroid

Zink : untuk perkembangan otak, mencegah kelainan congenital

Penambahan Kebutuhan Energi dan Zat Gizi (AKG 2004)

Zat gizi Trimester I Trimester II dan III
Energi (kkal) + 180 + 300
Protein (g) + 17 +17
Vit A (RE) + 300 +300
asam folat (µg) + 200 +200
Vit C (mg) + 10 +10
Kalsium (mg) + 150 +150
Iodium (µg) + 50 +50
Mg (mg) +30 +30
Zinc (mg) + 1,7 + 1,7 mg
Fe (mg) - -

Untuk Ibu hamil dianjurkan mengonsumsi suplemen tablet Fe ferosulfat (60 mg Fe +200 µg asam folat ) sebanyak 90 tablet selama masa kehamilan

Anjuran Makan Satu Hari untuk Ibu Hamil

Bahan makanan Jumlah porsi
Nasi @ 100 g 3-6x
Lauk hewani @ 50 g 2,5-3x
Lauk nabati @ 25 g 4-6x
Sayur @ 100 g 3x
Buah @ 100 gr 2-4x
Susu @ 200 ml 1-2x

Masalah selama Kehamilan

  1. Mual / muntah

Pilih makanan dalam bentuk kering

Makan dengan porsi kecil dan dalam jangka waktu yang cepat

Minum secukupnya setelah makan

Makanan yang perlu dihindari lemak dan makanan berminyak (mentega, margarin, minyak hanya boleh dimakan sedikit)

Bawang nerah, putih, mrica,cabe dan makanan yang dapat menimbulkan gas sebaiknya dihindari

2.Heartburn (rasa panas di esofagus)

Makan makanan protein tinggi dan rendah lemak dalm porsi kecil

Minum saat sedang makan

Hindari makanan pedas dan makanan yang dapat menimbulkan gas (sawi, kol, kubis, ubi, kacang merah)

3. Wasir

Minum air 9-10gelas

Bangun subuh minum segelas air jeruk hangat

Makan makanan yang berserat (sayur dan buah)

Berjalan pelan untuk mengendorkan otot pencernaan dan otot kaki

Biasakan BAB teratur

4. Ngidam

Keinginan yang berlebihan terhadap jenis makanan tertentu, biasanya menyukai makanan yang menyegarkan

5. Pegal linu dan kaku

Biasanya terjadi pada malam hari, perut yang terdorong ke depan memindahkan titik gravitasi. Keadaan ini juga disebabkan karena kadar kalsium serum rendah sementara fosfat tinggi. Gangguan dapat diredakan dengab banyak istirahat memakai sepatu bertumit rendah dan menjaga postur tubuh dengan baik.

MASA MENYUSUI

Setelah ibu melahirkan inilah saatnya bagi seorang ibu untuk memberikan ASI untuk sang bayi. ASI sendiri merupakan satu- satunya makanan yang paling sempurna yang ada di dunia. ASI yang pertama kali keluar adalah ASI yang paling bagus karena mengandung kolostrum. Agar anak mendapatkan nutrisi yang maksimal sebaiknya diberikan ASI ekslusif selama 6 bulan.

Produksi ASI Kira- kira sekitar 450- 1200 ml/hr. Untuk menghasilkan 100 cc ASI diperlukan energi 80-90kkal. Simpanan lemak selama hamil memasok energi sebesar 100-200kkal. Jika setiap wanita menyusui anaknya selama 4 bln dia akan kehilangan 45000 kkal setara dengan 5 kg lemak. Ditambah dengan materi yang dikeluarkan saat melahirkan , maka berat wanita menyusut sebanyak 10, 35 kg. Masa persiapan menyusui harus dimulai ketika hamil. Calon ibu perlu diajarkan cara memberikan ASI pertama, dan perawatan payudara.

Keuntungan memberikan ASI bagi ibu :

  1. Oksitosin merangsang kontraksi uterus sehingga meminimalkan perdarahan dan mempercepat pengembalian ukuran uterus ke ukuran sebelum terjadinya kehamilan.
  2. Membantu menurunkan berat badan karena lemak terserap dalam ASI dan meningkatkan rasa percaya diri ibu karena dapat terlihat langsing kembali
  3. Menunda kehamilan selanjutnya
  4. Mempererat ikatan batin antara ibu dan anak
  5. Ibu merasa bangga karena dapat memberikan ASI langsung kepada anaknya

Keuntungan memberikan ASI bagi anak :

  1. Merupakan makanan yang terbaik dan cocok untuk diserap oleh bayi untuk perkembangan dan pertumbuhan
  2. Isoosmotik, konsentrasi ASI sesuai dengan konsentrasi darah bayi
  3. Mengandung whey protein yang mudah diserap
  4. Memiliki asam lemak esensial yang lengkap (tinggi DHA)
  5. Meningkatkan fungsi kognitif
  6. Menghemat pengeluaran rumah tangga
  7. Meningkatkan imunitas bayi ( mengandung komponen seluler : limfosit B dan T, neutrofil, mkarofag, dan sel epitelial)
  8. Meningkatkan respon imun bayi terhadap imunisasi (polio, tetanus, dipfteri, virus infeksi saluran nafas RSV)
  9. Mempercepat kesempurnaan pembentukan organ

Untuk calon ibu bersiaplah dari sekarang agar sang buah hati dapat tumbuh sehat dan kuat. Sekian , semoga bermafaat….

Sumber

Arisman. 2009. Gizi dalam daur kehidupan : buku ajar ilmu gizi. Jakarta :EGC, 2004.