Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

Arsitek Peradaban

Oleh Maruko_rider 11 Oct 2013

#LombaBlogNUB

      Wanita….adalah makhluk berhati lembut.Kelembutan hatinya bagai titik embun diatas rerumputan. Yang jika terkena hangatnya sinar mentari,airnya jatuh menetes dan menyerap ke Bumi.Menumbuhkan biji-bijian menjadi tunas yang bersemi menghijau…

      Wanita ideal ituu…tak selamanya harus berwajah cantik,punya senyum manis dan unyu-unyu, kulit putih kinclong, rambut yang indah kayak editan iklan-iklan shampoo di Tv dan segala keindahan fisik lainnya yang dipuja oleh kaum Adam. Ada hal-hal mendasar yang lebih penting yang harus dimiliki oleh seorang wanita….

      Wanita itu harus cerdas dan berpendidikan,karena ia akan menjadi seorang ibu.Seorang ibu adalah madrasah yang Pertama dan Utama bagi anak-anaknya.Jika ibunya cerdas,tak perlu menghabiskan biasa Les tambahan untuk kemajuan pendidikan si buah hati.jika anak-anak punya setumpuk tugas sekolah,ibu yang cerdas punya segudang ilmu untuk ‘membimbing’ sang anak mengerjakan semuanya.Selayaknya, seorang ibu membimbing anaknya untuk menjadi cerdas, bukan menuntut nilai akademik yang sempurna dari anak. Menuntut nilai yang sempurna menjadikan anak hanya berusaha untuk mendapatkan nilai akademik yang baik, bukan untuk mengerti apa yang seharusnya ia tau..Maka jadilah anak menjadi koruptor kecil-kecilan alias tukang nyontek.Yang lebih menyedihkan lagi jika sang ibu tau anaknya nyontek tapi malah didukung full, trus nilai hasil nyonteknya dibangga-banggakan pula.Maka ibu jenis ini bisa dinamakan SKSD (sekolah koruptor sejak  dini). Jangan harap negeri ini bisa bersih dari koruptor kalau ibu jenis SKSD ini masih bertebaran dimana-mana :(

Tak jarang pula seorang anak yang bertanya soal pelajaran sekolah kepada ibunya, dijawab dengan ketus dan balik marah ke sang anak.”Duh….ni anak bego banget,masa gitu aja gak tahu.kalau guru menjelaskan dikelas kau main apa??haah?”..padahal si ibu juga belum tentu tau jawaban dari pertanyaan anaknya…-_-‘

      Wanita itu harus berwatak mulia dan bertutur lembut.karena ia akan menjadi seorang ibu.Seorang ibu adalah panutan pertama bagi anak-anaknya.setiap kata yang keluar dari mulutnya akan direkam oleh anak-anaknya, dan anak akan meniru ucapan yang sering ia dengar.Karena ibu adalah orang yang terdekat dengan anak, otomatis kata-kata dari sang ibulah yang paling banyak ditiru oleh anak.Anak adalah peniru ulung,apa lagi pada masa usia keEmasannya (0-5 tahun).Anak-anak akan menirukan gaya dan tingkah laku dari orang-orang terdekatnya.Maka sang ibu seharusnya memberikan teladan yang baik bagi anaknya.Baik cara berpakaian,tingkah laku dan tutur kata.(kecuali jika anaknya laki,tak perlu dipaksakan ikutin model pakaian mamanya^.^’).Ketika anak beranjak remaja,peran ibu-lah yang sangat penting dalam membentuk kepribadian yang baik bagi anak-anaknya.Membimbing anak bagaimana cara bergaul agar tidak salah arah,bagaimana cara bersosialisasi dan menempatkan diri pada lingkungan sosial.Ada peribahasa yang berbunyi “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya”.Maka jika ingin mempunyai keturunan yang berakhlak mulia dan disenangi oleh banyak orang, hendaknya itu semua dimulai dari diri sendiri. Tidak menyakiti hati orang lain dalam bertutur kata (bicara yang baik atau diam) dan bertindak,tidak menyebut-nyebut kebaikan yang telah kita kerjakan,bekerja secara ikhlas, jujur dan amanah.kepribadian dasar seperti inilah yang digunakan dalam bermasyarakat yang akan ditiru seorang anak dari orang tuanya. Nah…Kalau si ibu berwatak sebaliknya,jika pakai rumus peribahasa tadi, kemungkinan besar watak anaknya juga gak jauh-jauh dari si ibu__”Nyebelin tingkat internasional-,-“

      Wanita itu harus punya keterikatan hati dengan Al-Qur’an.Karena ia akan menjadi seorang ibu.jika ibu pandai ngaji tak perlu repot-repot cari TPA yang baik atau guru ngaji privat buat anak-anaknya.Jika ibunya seorang hafidzoh atau paling gak punya banyak hafalan Qur’an,tak perlu susah payah dan berberat hati harus menitipkan anak ke pesantren untuk menjadikan anaknya seorang penghafal Qur’an. Sang ibu bisa mengonrol perkembangan hafalan Qur’an anaknya tiap hari.Ngomong-ngomong soal pesantren,Tidak dapat dipungkiri,kadang kluar pesantren tidak selamanya anak berubah menjadi lebih baik,sebagian malah jadi makin bandel. Ini terjadi karena anak disekolahkan ke pesantren bukan atas keinginannya sendiri, melainkan karena paksaan dari orang tuanya.Pasalnya, setiap anak yang ‘dianggap’ nakal atau bandel dititipkan ke pesantren,jadilah pesantren ini sebagai bengkel penitipan “barang-barang rusak”, ada yang berhasil dipermak dengan baik dan ada pula yang gagal permak.Dalam hal ini kita tak dapat menyalahkan pesantren sepenuhnya,karena tak sedikit pula Ulama Top-markotop yang lahir dari didikan pesantren.Disini, doa ibu tak dapat diremehkan. Karena doa kebaikan dari seorang Ibu paling mustajab buat anak-anaknya :)

      Wanita itu harus pandai menjaga kebersihan diri dan lingkungan, karena ia akan menjadi seorang ibu.Bayangin aja jika si ibu jorok,biasanya satu rumah juga jadi ikut-ikutan jorok.Budaya kebersihan sepatutnya ditanamkan kepada anak-anak sedari kecil agar terbiasa saat dewasa nanti,dan cara mengajarkan kebiasaan yang baik tentu saja dengan mencontohkannya langsung_lagi-lagi memulai dari diri sendiri_.Mulai dari menjaga kebersihan tubuh dan pakaian, lalu kemudian menjaga kebersihan tempat tinggal dan lingkungan.Kalau kebiasaan menjaga kebersihan telah ditanamkan sejak kecil, tak akan kita temui lagi perilaku tak elite dari mobil-mobil elite yang menurunkan kaca mobilnya untuk membuang sampah bungkus permen,tissue,dan kotak minuman di badan jalan.Tak akan kita temui lagi wc umum jorok yang penuh dengan tissue yang berserakan,dan kloset mampet akibat perilaku orang-orang yang tak tahu membedakan yang  mana kloset dan yang mana tempat sampah. Generasi yang sehat, lahir dari pola hidup yang bersih dan sehat.

      Wanita itu harus pandai manajemen keuangan, karena ia akan menjadi seorang ibu.Seorang ibu adalah Bendahara Utama dalam Rumah tangganya.Tak mesti terlalu pelit dalam mengeluarkan uang,tapi bagaimana membelanjakan uang dengan menggunakan skala prioritas. Mengutamakan kebutuhan primer sebelum kebutuhan sekunder dan tersier.Pandai mengatur keuangan tak berarti hanya sekedar pandai mengatur pengeluaran,tapi yang lebih penting adalah pandai mengatur pemasukan_”Hanya menerima nafkah yang halal”_. Disinilah pentingnya peran saling mengingatkan antara suami dan istri.Jika sang suami khilaf dalam mencari nafkah,sepatutnya istrilah yang mengingatkan dikala sang suami lalai.Bukan justru menikmati nafkah yang tak halal.Jangan sampai sang buah hati tumbuh besar dari makanan yang tak halal, membalut tubuhnya dengan pakaian dari nafkah yang tak halah,dan menaunginya dengan rumah dari nafkah yang tak halal.Kan kasihan anaknya, bisa saja nafkah yang tak halal ini mempengaruhi karakter dan watak sang buah hati kelak.

      Wanita itu harus pandai manajemen waktu.Karena ia akan menjadi seorang Ibu.jika ngatur waktu diri sendiri aja gak bisa,gimana mau ngurusin anak-anak dan bapaknya ??^.^’. Menjadi ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang sungguh mulia.Jangan remehkan status seorang ibu rumah tangga. Mengurus dan membesarkan anak bukanlah hal yang mudah.Sejatinya, menjadi ibu rumah tangga adalah tugas utama dari seorang wanita.Adapun karier diluar itu adalah pekerjaan sampingan untuk mengekspresikan diri tapi tak boleh mengganggu kewajiban prioritas, yaitu sebagai seorang ibu. Jangan sampai sang buah hati tumbuh besar dibawah didikan full dari asisten rumah tangga.Bahkan dalam hal pekerjaan dapur alias masak-memasak,ibu juga harus bisa terjun langsung keTKP. Memasak makanan dengan kandungan yang halal, sehat, dan gizi yang seimbang buat anak-anak serta Memilih bahan makanan yang aman buat dikonsumsi. Ibu yang cerdas harus tahu soal ginian. Yang malas masak pasti ngeles, ”ehhh…..tapi kan biar gak terjun langsung ke  TKP, kita bisa minta tolong ke asisten rumah tangga buat masak semuanya.Cukup jelasin aja ke asisten, hari ni masak apa,bahan-bahannya apa aja dan cara masak yang sehat kayak gimana..”

Jawabannya “boleh-boleh aja..tapi, biar pun bagaimana masakan ibukan beda.selalu ada Cinta di setiap gigitannya:D”

      Wanita….akan menjadi seorang ibu dengan segala tuntutan yang ada.Ia harus cerdas dan berpendidikan,berakhlak mulia dan bertutur lembut,pandai menjaga kebersihan diri dan lingkungan, pandai manajemen waktu, pandai manajemen keuangan, serta harus mempunyai keterikatan hati dengan Al-Qur’an.Mengapa harus demikian ??

#karena peradaban selanjutnya akan diwarisi oleh Generasi yang lahir dari Rahim kokoh Sang Ibu……

#Karena Ibu adalah Madrasah yang pertama dan Utama……

#Dan…Karena Ibu adalah Arsitek Peradaban ^-^

Eh…hampir lupa..

      Untuk menjadi Arsitek Peradaban dengan design yang bermutu,tentunya kita harus mempunyai “partner” dalam membangun perdaban ini:D

Tanpa seorang ‘partner’,konstruksi peradaban tak akan mungkin terbangun ^_^

Maka carilah ‘Partner’ yang puya visi-misi yang sama,Membangun Peradaban Berakhlak Mulia karena-Nya….:))

Tulisan ini special buat para wanita…ibu dan calon ibu.

Semoga kita bisa menjadi Arsitek peradaban yang handal..Dengan Torehan warna yang indah pada setiap Bangunan Peradaban yang kokoh…*_*

Makassar,

Maruko Rider^_^