Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

Ayah Sayang Bunda

Oleh ayahdafi 15 Mar 2012

Tak terasa 6 tahun sudah saya dan istri mengarungi kehidupan rumah tangga, tepatnya tanggal 6 Maret 2012 kemarin hari jadi perkawinan kami yang ke 6. Liku-liku kehidupan berumah tangga selama 6 tahun ini sepertinya semakin membuat kami sadar bahwa kami, khususnya saya sebagai kepala rumah tangga sebenarnya tak cukup ilmu dan pengalaman untuk menghadapi setiap persoalan yang timbul dalam kehidupan berumah tangga. Alhasil, terkadang karena tak jua mendapat solusi maka masalahpun dihadapi dengan emosi.

Tulisan ini saya buat untuk mengajak para ayah yang selama ini kurang perhatian kepada istri agar sadar dan segera memperbaiki tingkah lakunya yang kurang baik terhadap istri yang juga ibu dari anak-anaknya. Semoga bermafaat.

Wahai Ayah, ayo Sayangi bunda!

Ayah, tahukah bahwa dukungan sang ayah sangat berperan dalam kesehatan bunda dan bayi. Sudah tak diragukan lagi, asupan nutrisi yang sehat untuk bunda wajib dilaksanakan. Selain dari itu, dukungan moril dari orang terdekat juga wajib didapatkan bunda. Pengalaman saya, walau disodori makanan-makanan enak, lezat, dan tentu saja bernutrisi tinggi, bunda tak mau makan walau sesuappun ketika suasana hatinya sedang tidak enak apalagi sedang bertengkar, wah jangan sampai terjadi hal seperti ini.

 

Wahai Ayah, ayo merenung sejenak!

 

Pernahkah ayah melihat wajah bunda yang sedang tidur pulas dimalam hari sambil menemani dede bayi yang juga tertidur pulas? Lihatlah bunda yang terbaring letih setelah seharian non stop menjalankan aktifitas sebagai seorang ibu rumah tangga. Mungkin bunda tak menemukan waktu istirahat walau sekejap, tak seperti ayah yang memiliki waktu istirahat setidaknya satu jam di kantor saat jam makan siang.

Kala esok hari tiba, ayah bisa bangun dari tidur dan menikmati segarnya badan dan udara pagi. Bagaimana dengan bunda? Belum sempat merasakan sejuknya pagi, bunda harus sudah kembali ke rutinitas sehari-hari walau badan masih terasa letih. Bisakah bunda cuti barang sehari dua hari sebagaimana ayah bisa cuti dari kantor? Jawabannya TIDAK. Bunda tidak bisa cuti karena anak-anak tak bisa lepas dari perhatian bunda. Apalagi saat bunda punya bayi, saat tidurpun bunda harus beberapa kali terbangun untuk mengganti popok bayi. Popok baru diganti, bayi sudah pipis lagi bahkan sampai membasahi baju bunda. Dan baju tersebut harus bunda pula yang mencucinya.

Dari sekilas kisah bunda diatas, apa yang ayah pikirkan tentang bunda? Masihkah ayah berpikir untuk mengharapkan bunda menjadi seperti yang ayah impi-impikan? Masihkan ayah menuntut bunda untuk senantiasa berlaku lemah lembut kepada anak-anak sementara ayah juga meminta bunda untuk menjadi istri yang perhatian terhadap suami. Bukan maksud saya membenarkan bunda untuk berlaku kasar terhadap anak-anak dan acuh kepada suami. Hanya saja, masihkan ayah sampai hati mengharapkan yang baik-baik dari bunda sementara ayah sendiri kurang perhatian dan terlalu banyak meminta daripada memberi.

Ayah, lupakan dulu bayangan ‘cinderella’ disosok bunda. Perbaiki saja dulu sikap ayah agar bunda menjadi seperti yang ayah impikan. Tak heran kadang keletihan yang dirasakan bunda membuat bunda marah dan emosi karena ayah tak pernah menyapa hati bunda dengan lembut. Tak heran karena tak pernah mendapatkan waktu istirahat yang cukup, kadang jari jemari bunda harus membuat anak menangis karena cubitannya yang sakit.

 

Wahai Ayah, ayo berubah!

Memang, istri dan ibu yang baik adalah sosok yang tidak boleh cengeng dan kekanak-kanakan. Tetapi tahukah ayah? Bunda tetaplah seorang manusia biasa yang membutuhkan kasih sayang, butuh perhatian, dan butuh penerimaan. Setegar apapun bunda, tetaplah seorang perempuan yang ditakdirkan memiliki jiwa yang lembut dan mudah rapuh karena diciptakan dari tulang rusuk laki-laki.

Ayah, meski bunda tak pernah meminta kepada ayah sebenarnya bunda butuh perhatian ayah, bunda ingin diakui, bunda ingin didengar, bunda ingin dimanja, bunda juga ingin mendapat perlakuan layaknya perhatian sang pangeran kepada sang putri.

Bila semua itu tak bunda dapatkan, maka jangan salahkan siapapun kecuali ayah sendiri bila seandainya emosi bunda tiba-tiba meledak.

 

Ayah, ayo sayangi bunda!

Ayah pastinya mau agar bunda berlaku lembut dalam mengasuh anak dan berlaku lembut terhadap ayah. Bukan hanya nasehat yang bunda butuhkan. Bukan hanya kucuran materi yang bunda inginkan. Ada ‘sesuatu’ yang lain. Ada kehangatan yang harus ayah berikan agar jiwa bunda senantiasa sejuk. Ada kasih sayang yang harus ayah curahkan setiap saat agar hati bunda tak kering. Ada ungkapan cinta yang harus ayah ungkapkan setiap hari agar senyum bunda tak habis. Ada ketulusan memberi yang harus ayah tunjukkan agar bunda senantiasa memiliki energi untuk menjalani aktifitas sehari-hari yang melelahkan.

Ayah, jangan malu atau gengsi bila harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga untuk membantu bunda. Tak ada salahnya esok pagi ayah bangun lebih awal dari bunda dan segera membuatkan teh manis hangat yang diseduh dengan cinta, bangunkan bunda dengan bisikan “bun, ayah sudah buatkan teh manis rasa cinta untuk bunda”. Pastilah bunda akan tersenyum dan menjadi semangat untuk menjalani aktifitasnya.

Dan untuk memulai semua itu, awali dengan melihat wajah bunda saat tengah tertidur lelap dimalam nanti. Tatap wajah bunda dengan tatapan cinta dan sayang. Kecup kening bunda perlahan seraya ucapkan “Ayah sayang bunda”.

 

Demikian tulisan yang saya beri judul ayah sayang bunda ini. Artikel ini diikutkan lomba blog writing competition yang dilaksanakan oleh nutrisiuntukbangsa.org http://nutrisiuntukbangsa.org/blog-writing-competition/ dengan tema “Ayo Dukung Bunda: Kesehatan Bunda Kesehatan Kita”

Mohon maaf, saya bukan dokter ataupun ahli gizi jadi tidak bisa menulis tentang tips kesehatan, tips nutrisi, maupun memberikan data-data yang berhubungan dengan kesehatan ibu. Tulisan saya terinspirasi dari kisah saya sendiri yang sampai saat ini masih belajar untuk menjadi suami dan ayah baik untuk keluarga. Satu yang saya yakini, selain nutrisi yang baik, perhatian ayah kepada bunda juga menjadi salah satu poin penting dalam menunjang kesehatan bunda.

 

ayahdafi

 

 

Wassalam,

Ayah Dafi