Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

Bunda Sehat, Generasi Belia Berkualitas

Oleh risa 14 Mar 2012

Adalah sebuah kenyataan tak terbantahkan bahwa para bunda memiliki peran utama dalam melahirkan generasi penerus yang berkualitas. Tidak main-main peran ini melekat di pundak para bunda karena dengan terciptanya generasi penerus yang berkualitas maka kelangsungan hidup umat manusia pun akan berbanding lurus dengannya, semakin berkualitas.

Dalam memenuhi peran para bunda untuk mencetak generasi penerus yang unggul, tentu diperlukan berbagai macam usaha dan persiapan, alih-alih ujug-ujug. Dari sejak merencanakan kehamilan, pre-natal bahkan hingga predikat bunda berhak disandang, alangkah baiknya jika semuanya dilakukan dengan perencanaan yang matang.


Merencanakan kehamilan

Kehamilan sudah seharusnya menjadi sebuah anugerah bagi sepasang suami istri, calon ayah dan bunda. Berapa banyak dari kita yang ketika menginginkan kehadiran buah hati namun tak sekali pun memikirkan pentingnya kualitas dari kehamilan? Bukankah akan menjadi sangat berbeda ketika pasangan calon ayah bunda benar-benar mempersiapkan segala faktor, baik yang bersifat fisik maupun psikis menjelang kehamilan daripada yang tidak?

Bandingkanlah calon ayah bunda yang ketika menginginkan kehamilan beberapa waktu sebelumnya benar-benar menjaga kondisi fisik dan psikisnya, dengan yang tidak. Tentu kualitas kehidupan calon ayah-bunda-janin pasti akan berbeda nantinya.

Menjaga fisik sebelum kehamilan dapat ditempuh dengan banyak cara. Sebagai contoh misalnya, menjaga asupan nutrisi. Apabila selama ini kita terbiasa dengan pola makan serba instan, konsumsi junkfood berlebihan, maka setidaknya beberapa bulan sebelum merencanakan kehamilan babat habislah kebiasaan-kebiasaan tersebut. Lakukanlah detoksifikasi sederhana dengan mengonsumsi asupan  nutrisi yang bergizi dan seimbang sesuai kebutuhan. Asupan nutrisi yang baik akan mampu memperbaiki sistem metabolisme, sistem hormon dan lainnya sehingga dengan sendirinya akan menghasilkan efek yang positif semisal pencapaian berat badan yang ideal sebelum kehamilan yang akan berguna untuk menghindari kenaikan berat badan yang berlebih kelak bagi calon bunda selama kehamilan.

Adapun persiapan secara psikis, calon ayah bunda bisa memperbanyak referensi mengenai apa yang seringkali terjadi selama kehamilan. Misalnya saja memperbanyak membaca artikel mengenai persiapan kehamilan misalnya seperti yang bisa ditelusuri dari http://nutrisiuntukbangsa.org/blog-writing-competition/. Dengan bekal pengetahuan yang memadai tentu kelak menjalani kehamilan akan terasa lebih enteng dan membahagiakan. Mengingat kehamilan bagi calon bunda bahkan juga calon ayah merupakan semacam revolusi dalam kehidupannya yang melibatkan selain fisik juga psikis. Dari masalah perubahan emosi akibat pengaruh hormonal hingga persoalan baby blue adalah dua contoh yang biasa terjadi. Dengan kesiapan kita secara mental dan pikiran positif tentunya hal-hal seperti ini bisa dicegah agar tidak berefek negatif.

Pre-natal

Ketika kehamilan telah terjadi, maka disini benar-benar dimulai rangkaian proses perjuangan yang sesungguhnya. Diawali dengan trimester pertama, ujian pertama yang seringkali diwarnai dengan perubahan emosi yang dahsyat seiring dengan ketika secara fisik seorang wanita mengalami perubahan revolusioner dalam tubuhnya menyesuaikan perubahan yang terjadi dalam rangka tempat bertumbuh calon manusia baru, sang janin. Keluhan morning sickness, mual hingga muntah-muntah akan menjadi menu utama sehari-hari hingga beberapa bulan ke depan. Disinilah peran dari calon ayah dan semua orang yang ada di sekitar calon bunda sangat dibutuhkan. Pastikan bahwa calon bunda mendapatkan nutrisi yang tepat, demi perkembangan optimal calon buah hati!

Konsep nutrisi empat sehat lima sempurna masih tetap harus dijadikan acuan tentunya dengan komposisi yang seimbang. Keseimbangan asupan nutrisi ini selain baik bagi perkembangan janin tentu juga akan sangat membantu mendukung proyek ASI eksklusif bagi sang bayi kelak setelah kelahiran. Bila kita petakan asupan nutrisi ini dalam sebuah piramida makanan, maka polanya adalah, nutrisi lemak menempati puncak piramida yang berarti menempati porsi terkecil dibanding zat gizi lainnya. Disusul oleh protein seperti kacang-kacangan, daging, susu, telur, dan lain-lain. Kemudian di bawahnya adalah porsi untuk sayur dan buah. Dalam segala kondisi sayur dan buah memang nyaris tak terkalahkan fungsi dan peranannya! Dan menjadi dasar dari piramida adalah asupan karbohidrat sebagai sumber energi.  

Sementara itu bertolak belakang dengan trimester awal, pada dua trimester akhir tantangannya justru adalah mengontrol asupan nutrisi terbaik dalam arti, mengatur dengan bijak agar tak terjadi penumpukan nutrisi berlebihan entah bagi calon bunda maupun janin. Keduanya sama tak baiknya. Kelebihan kenaikan berat badan calon bunda akibat ketidakmampuan mengontrol asupan nutrisi selama kehamilan dapat menyebabkan beragam efek mulai dari masalah tekanan darah hingga masalah janin yang terlalu besar dapat menyulitkan proses kelahiran kelak atau bahkan masalah psikologis seperti perasaan minder dan sebagainya.

Selamat, Anda layak disebut bunda sekarang!

Setelah 9 bulan mengandung kini tibalah sang bayi, buah hati ayah-bunda lahir ke dunia. Namun jangan salah, proses membentuk generasi penerus berkualitas belumlah selesai. Justru kini memasuki babak baru. Nutrisi terbaik pertama bagi bayi tentu tak lain adalah ASI. Sangat disarankan untuk memberikannya selama 6 bulan pertama kehidupannya. Selain kandungan nutrisinya yang sempurna, juga pemberian ASI ekslusif ini akan membangun kelekatan hubungan psikologis antara ayah-bunda-bayi. Pasangan ayah-bunda yang saling mendukung sepenuh hati akan membuat program ini sukses sebagai investasi berharga bagi buah hati kelak.

ASI adalah sari-sari dari asupan nutrisi bunda yang diteruskan kepada bayi. Maka dari itu jangan menghentikan pola makan dengan nutrisi seimbang yang telah dibiasakan semenjak kehamilan. Wariskanlah gaya hidup sehat yang telah terbina kepada sang buah hati. Dengan demikian kelak akan tercipta pola nutrisi yang kondusif untuk membentuk generasi yang sehat berkualitas harapan bangsa. Dukunglah selalu para bunda agar tergerak memberikan ASI secara eksklusif sebagai rangkaian panjang dalam menghasilkan generasi yang berkualitas.

Tulisan ini disertakan dalam Blog Writing Competition yang diselenggarakan oleh SARI HUSADA, Nutrisi Untuk Bangsa.