Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

Bundaku Sehat, Adikku Juga

Oleh Muthia Awanjas Pratama 13 Mar 2012

Bundaku sehat, adikku juga 

Artikel ini saya akan persembahkan untuk seluruh ibu khususnya negara saya Indonesia.

Di artikel ini saya akan menceritakan sebuah pengalaman yang nyata tidak di buat-buat bahkan ibu saya sendiri yang mengalaminya.

Pertama saya akan bercerita sedikit tentang identitas keluarga saya, saya mahasiswi Universitas Indonesia jurusan Akuntansi Keuangan dan saya berusia 18 tahun. Saya memiliki 2 adik, yang laki-laki berumur 15 tahun sekarang ia duduk di kelas 3 SMP dan yang perempuan berumur 7,5 bulan. Ayah saya berumur 49 tahun dan bekerja wiraswasta, ibu saya berumur 44 tahun bekerja sebagai wiraswasta.

Mungkin anda akan tertegun sejenak ketika membaca sekilas identitas keluarga saya dengan melihat perbedaan-perbedaan umur yang sangat signifikan antara saya, adik laki-laki saya dan orangtua saya. Ibu saya hamil ketika berusia 44 tahun, usia tersebut di anggap dokter sangat rentan untuk mengandung apalagi melahirkan.

Ibu dan ayah saya sangat senang ketika mengetahui akan ada angota baru dalam keluarga kami. Ya, saya dan adik saya pun senang, karena memang keluarga kami sangat suka dengan bayi. Sebelum mengetahui kabar tersebut, kami sekeluarga pergi ke rumah sakit bersalin yang mungkin itu relatif mahal untuk keluarga saya, karena ibu saya tidak pernah sebelumnya di rumah sakit bersalin tersebut, karena biasanya saya dan adik laki-laki saya dilahirkan di bidan dekat rumah kami. saking antusiasnya kami ingin melihat sang anggota baru, kami berempat(sekeluarga) masuk ke ruangan dokter yang penuh dengan peralatan medis untuk memeriksa kehamilan sang ibu. Kami melihat janin tersebut cepat bergerak dengan detak jantung yang berdegup sangat cepat. Kami senang melihat itu, dokter pun memperbesar dan memperbesar layar USG nya tersebut, makin terliat janin yang bergeliat cepat itu. Dokter pun menjelaskan yang kami sebenernya tidak ingin tahu lagi yaitu bahwa memang usia ibu saya yang sudah rentan untuk hamil. Ibu dan ayah saya ingin yang terbaik untuk ibu saya dan adik saya, dokter pun mengizinkan ibu saya untuk hamil di usia 44 tahun.

Dokter tidak tinggal diam, iya sangat antusias untuk membuat ibu saya semangat dalam menjalankan aktivitas seperti biasa dan tidak merasa lemas. Dokter memberika berbagai suplemen yang bagus dan relatif mahal bagi keluarga kami, tetapi ayah saya tetap berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi sang keluarga baru dan ibu saya. Keluarga saya dapat dikatakan memang kurang dalam bidang finansial, tetapi ayah dan ibu saya tetap berusaha untuk mencari rumah sakit dan dokter terbaik di rumah sakit tersebut walaupun harganya mahal, karena usia kehamilan yang rentan tersebut.

Selama 9 bulan ibu saya mengandung, saya senantiasa merawatnya, ibu saya sangat banyak memakan buah-buahan segar yang di jus dengan mencampur semua buah-buahan. Tidak hanya buah-buahan yang ibu saya jus dengan mencampur semua buah-buahan segar tersebut tetapi sayur-sayuran juga di campur dan di minum dengan sangat nikmat walaupun rasa dan bau nya memang tidak enak. Itu semua ibu saya lakukan agar janinnya sehat dan kondisi ibu saya tetap stabil. Ibu saya yang seorang wirausaha di bidang konveksi kecil-kecilan selalu ke pasar tanah abang untuk membeli bahan-bahan dan ibu saya lakoni dengan naik dan turun kereta. Ibu saya tetap kuat untuk melakukan itu semua, karena ibu saya memasukan asupan gizi yang tinggi dengan hanya memakan buah-buahan dan sayur-sayuran selayaknya memakan sesuatu makanan favorit dengan nikmatnya. Ibu saya Alhamdulillah tidak pernah sakit ketika kehamilannya tersebut. Dokter juga memberikan suplemen kepada ibu saya untuk meningkatkan DHA pada otak bayi yang ada di dalam janin ibu saya. Nutrisi yang masuk kedalam tubuh ibu saya dan sang janin cukup banyak sehingga selama 9 bulan tersebut ibu saya tetap fit dalam menjalankan aktifitas seperti sebelum ibu saya mengandung. Ibu saya melahirkan dengan cara sesar,karena kondisi untuk melahirkan normal sangat rentan untuk ibu saya. Alhamdulillah adik saya lahir dengan selamat dan sehat, dan ibu saya walaupun lemas tapi merasa terbayarkan telah melahirkan seorang anak perempuan yang sehat.

Sekarang adik saya tersebut Ahamdulillah tumbuh dengan sehat, saya sering membaca buku tentang pertumbuhan anak yang sehat pada usia dini, Alhamdulillah adik saya melampaui apa apa yang dicantumkan dibuku tersebut. Sebagai contoh anak umur 6-7 bulan dapat duduk tanpa dipegang.

Dapat kita buktikan bahwa kandungan dalam buah-buahan dan sayur-sayuran yang segar insyaAllah dapat membuat tubuh kita rentan terhadap penyakit. Nutrisi untuk ibu itu snagatlah penting untuk kesehatan ibu dan juga anak. Karena anak akan merasakan nutrisinya ketika ibu sedang menyusui jika sudah melahirkan dan dapat merasakan nutrisi tersebut jika sedang dalam kandungan. Jika seluruh masyarakat Indonesia selalu mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran maka tidak ada lagi kata kekurangan gizi dan penyakit yang mewabah di negara ini. Karena jika kita menkonsumsinya dengan secara rutin maka metabolisme di dalam tubuh kita akan kuat untuk menahan penyakit yang akan menyerang kita. Telah terbukti, ibu saya yang rentan dengan kehamilannya Alhamdulillah sehat dan kuat dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari, bagaimana dengan yang tidak hamil? InsyaAllah akan lebih baik lagi khasiat yang terkandung di dalam buah-buahan dan sayur-sayuran untuk tubuh kita.

Sedangkan masalah sekarang bukan kurangnya buah-buahan yang ada tetapi kurangnya minat masyarakat khususnya indonesia untuk mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran. Padahal mereka seharusnya tahu apa yang baik untuk tubuh mereka. Kalau kita membicarakan masyarakat miskin, memang mereka kurang mengetahui khasiat yang ada pada buah-buahan dan sayur-sayuran. Jadi kebanyakan rakyat miskin sering terkena penyakit.

Jika saya boleh memberi saran, saya ingin sekali pemerintah memberikan asupan sayur dan buah untuk rakyat miskin selain mereka memberi BLT, khususnya di daerah Ibukota, karena tanah yang tidak memungkinkan untuk ditanami buah dan sayuran seperti di pedesaan. Dan juga penyeluhan tentang baiknya mengkonsumsi buah dan sayuran untuk ibu dan bayinya dimulai sejak kehamilan.

Sekian informasi yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat untuk kita semua.

http://muthiawan.blogspot.com/2012/03/bundaku-sehat-adikku-juga.html