Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

Calon Ibu...

Oleh Melati 18 Sep 2013

Berandai-andai adalah suatu hal yang menyenangkan ketika kita memiliki berbagai rutinitas yang membosankan. Dengan begitu banyak hobi yang saya sukai, berandai-andai mungkin yang paling saya sukai. Saya suka berandai-andai mengenai masa depan, itu adalah bahasan terfavorit yang saya sukai. Masalah pekerjaan, rencana lanjut pendidikan, rencana berkeluarga, dan tentunya rencana mempunyai anak.

Saya sering berandai-andai suatu ketika akan memiliki pekerjaan yang layak, pendidikan yang tinggi, suami yang mapan dan kemudian saya akan menyerahkan seluruhnya untuk anak saya. Saya ingin menjadi yang terbaik, setidaknya untuk anak saya.

Ketika saya bekerja, saya berharap pekerjaan itu akan dapat memenuhi segala kebutuhan saya dan persiapan kehidupan saya kelak. Saya akan berusaha keras untuk mendapatkan itu, tentu dengan cara yang halal.

Kemudian saya ingin melanjutkan lagi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Bukan meski saya wanita, tetapi karena saya wanita. Kelak tentu saya dikodratkan untuk mengurus rumah, suami, dan anak-anak saya. Sehingga saya harus pintar, harus bisa mengatur segala sesuatunya dengan baik. Tentu rumah tangga yang baik akan ada karena ada wanita baik-baik yang menjaganya, dan anak yang baik akan terlahir dari seorang ibu yang baik-baik. Begitu saya kira :-D

Saya membutuhkan suami yang mapan, bukan karena saya matrealistis. Tetapi justru realistis. Kenapa? Karena kelak saya akan ada masanya, saya berhenti bekerja untuk mengurus anak saya. Anak saya bukanlah anak pembantu, anak saya adalah anak saya. Anak yang saya asuh sendiri. Setiap tumbuh kembangnya saya ingin selalu bersama dia, mendidik dia dengan baik agar kelak ia bisa lebih baik dari ayah dan ibunya.

Dan semua yang saya lakukan selama ini, perjuangan, air mata, rindu kepada orangtua di rumah, kebahagiaan, cita-cita, dan doa tertuju padanya.

#LombaBlogNUB