Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

Dedikasi dan edukasi sang ibu telurkan kepemimpinan anak

Oleh sri muryanti 23 Sep 2013

Perkenalkan nama saya Sri Muryanti atau dikenal dengan nama Ibu Sri ditempat kerjaku,sebagai seorang trainer bimbingan karier saya sangat konsen dengan kerjaku namun tidak lupa keluarga adalah yang nomer satu. Seorang Ibu adalah salah satu penentu, mengarahkan  keberhasilan anak dimasa yang akan datang.peran ibu dan kasih sayang seorang ibu tak dapat tergantikan oleh siapapun termasuk ayahnya sendiri.Ibu adalah orang pertama membelai,menyusui bahkan melihat kala ia pertama lahir dimuka bumi.melalui seoarang ibu berbagai pengalaman hidup dunia baru mulai di perkenalkan padanya,tentunya dengan pola yang humanis dan penuh kasih.
 
Peran Ibu akan terasa didalam hati sang anak jikalau cara penyampaian pemberian pengarahan dan didikan diberikan dengan sepenuh hati.terutama untuk sikecil ( sibuah hati),dapat saya contohkan disini dikeluarga kami.pola dan prilaku anak biasanya menurun dari kedua orang tuanya terutama adalah ibu.dibalik anak yang pingtar,periang dan lucu pasti ada seoarang ibu yang pintar,penuh kasih dan pengertian.pola pemikiran,gaya bahasa dan cara intonasi pengucapan bicara anak tergantung pula dari cara ibu dalam penyampaian pesan dialog dengan sianak.
 
Jika penyampaian kasih sayang menggunakan logat dan intonasi yang halus,maka tak perlu dirisaukan maka sianak juga akan memiliki gaya bahasa yang lembut tanpa ada kata keras yang keluar dari mulut sang anak.banyak  orang tua tetanggaku yang mulai gerah dengan sikap dan tingkah laku sang anak yang cenderung bandel dan menyepelekan orang tuanya.hal ini dikarenakan pola pengajaran pada anak yang kurang bagus atau salah.
 
Orang tua memiliki hak preogatif atau hak mutlak dalam mendidik anak agar menjadi anak yang  baik dan terarah,seyogyanya pada anak usia dini anak selalu diajarkan pola pendidikan ahlak,sopan santun dan sejarah pada sang anak agar nanti disaat menginjak remaja paling tidak nilai-nilai pendidikan moral saat anak-anak masih tersimpan baik dalam hati mereka.sehingga anak secara otomatis dapat memilah dan memfilter sendiri pengaruh baik dan jelek.
 
Saat ini banyak orang tua saya lihat hanya memikirkan kesehatan sang anak dalam artian bentuk fisik dan kesehatan sang anak tanpa memperdulikan bagaimana perkembangan tingkah laku anak setiap harinya.orang tua cenderung asik sendiri dengan dunianya tanpa peduli dengan dunia putra-putrinya yang butuh bimbingan dan arahan.tak ayal dapat kita jumpai disekolah-sekolah SD atau sekolah dasar dapat kita jumpai anak kecil yang sudah dibekali dengan telefon selular bahkan juga ipad dalam berkomunikasi dengan orang tua dan teman sekolah .hal –hal seperti inilah yang mengakibatkan hubungan emosional antara orang tua dengan anak terasa ada jarak,disaat anak membutuhkan perhatian dan belaian orang tua, sang anak diharuskan hanyak dapat mendengarkan petuah dan saran dari orang tuanya lewat sambungan telfon saja.maka jangan disalahkan jika banyak anak-anak usia sekolah yang berani membantah dengan guru,berani dengan orang yang lebih tua,berani dengan ibu bapaknya,hal ini karena  pola dan pengajaran anak yang dari awal memang di setting dengan tidak benar.
 
Dikeluarga kecil saya dari awal dengan suami saya memang kami telah komitmen untuk mendidik anak dengan semaksimal munkin,dalam artian mendidik anak dengan penuh kasih sayang dan menggunakan 2 konsep pendidikan keluarga dan sekolah.alhamdulilah dengan konsep mendidik anak dengan baik dan benar selama ini saya merasakan mendidik anak dengan nyaman dan baik,tanpa ada rasa kesal dan lelah.pola pengajaran ibu yang benar diusia dini akan mempermudah orang tuanya dalam mengasuhnya pada saat remaja itu pasti.
 
Memperkenalkan budaya,religi dan sejarah kepada sang anak akan menjadikan anak  memiliki rasa saling memiliki tanggung jawab  untuk selalu melestarikanya,banyak anak kecil dikota-kota besar hanya diberikan ilmu exacta atau ilmu umum dalam bekal mengarungi kehidupan ini tanpa dibekali oleh ilmu agama atau religi,memang rata-rata daya saing ilmu umum mereka relatif bagus namun jika dilihat dari ilmu ahlaq banyak yang bertentangan dengan norma dan ajaran agama.
 
Pemberian asupan gizi yang pas dan baik pada anak usia dini oleh seoarang ibu juga menjadi faktor penting  dalam membentuk  kepribadian dan kesuksesan sang buah hati.
 
Kedisiplinan Ibu Terhadap Pengasuhan Anak
 
Seorang ibu yang baik adalah ibu yang selalu menekankan dan memperhatikan prilaku perkembangan otak,kejiwaan dan emosional anak secara terus menerus.seorang ibu yang  mau mengajarkan pola disiplin akan cenderung ditiru oleh sang anak dikemudian hari.dapat saya contohkan disini seoarang ibu selalu mengajak si buah hati untuk mandi dipagi hari sebelum jam 07.00 pagi,ibu mengajarkan cara mandi yang baik,cara mengosok gigi yang baik,penggunaan shampo yang baik.hal ini jika selalu diberikan contoh pada sang anak maka dengan sendirinya sang anak akan teratur sendiri untuk menjalankan aktifitas mandinya tanpa bantuan orang tuanya.dan biasanya jika tidak melakukan hal seperti itu dia merasa ada yang kurang pada diri sianak.
 
Kedisiplinan yang diterapkan ibu pada saat kecil sangatlah berguna sekali untuk perkembangan anak di kemudian hari.akan tetapi anak juga harus diberikan kelonggaran beraktifitas dan bermain dengan teman sebaya mereka agar pola pikir dan tingkat kejenuhan tetap terkontrol.sebab bagaimanapun juga anak kecil tetaplah anak masih suka bermain dan perlu menemukan hal-hal baru mereka diluar rumah sehingga sangat bermanfaat bagi sikecil.
 
Pola pengajaran pendidikan yang terkontrol terhadap anak
 
 
Banyak saat ini  pendidikan anak usia dini atau PAUD yang memberikan berbagai fasilitas belajar yang baik dan sesuai dengan kriteria pendidikan usia dini,anak akan cenderung senang dan periang apabila diberikan contoh pengenalan pendidikan sedini munkin tanpa membebani sedikitpun isi otak sianak. Biasanya anak cenderung akan aktif dan memberikan daya imajinasi yang tinggi dan baru jika dikenalkan dengan lingkungan baru,lingkungan belajarf baru,teman baru.dapat saya contohkan disini anak saya yang pertama noval yulianto saat pertama masuk paud dia sangat senang sekali disana dan periang karena di PAUD banyak berkenalan dengan anak –anak seusianya yang juga bermain disana.pola pengajaran yang baik di sekolah harus juga diimbangi dengan pola belajar yang terkontrol dirumah oleh Ibunya atau orang tuanya.
 
 
 
 Pola pengajaran pendidikan orang tua yang baik biasanya orang tua harus memberi contoh terlebih dahulu kepada sianak agar dapat meniru pola ajar dari orang tuanya,sifat dan karakteristik anak biasanya identik dengan meniru atau tiruan apa yang pernah ia lihat dan ia dengar.seorang ibu yang baik tentunya tak akan rela membiarkan sibuah hati diperkenalkan dengan hal-hal negatif baik itu dari media televisi maupun media lain.anak-anak saya sangat saya jauhkan dari media televisi yang kurang mendidik seperti acara Film horor,Film Perang dan yang lain.karena secara nyata kadang mereka akan mencoba menirukan apa yang telah ia lihat ditelevisi baik acara perang-perangan maupun yang lain.yang akan berdampak buruk terhadap jiwa sang anak.
 
 
Pemberian stimulan hadiah bagi sekecil terhadap prestasi yang ia raih
 
 
Seorang anak perlu sekali dihargai dan diparesiasi terhadap prestasi yang telah ia capai dan ia peroleh baik itu didalam sekolah maupun prestasi diluar sekolah.anak cenderung akan aktif dan memeperjuangkan sesuatu yang ia akan capai jika dibnerikan sedikit stimulan atau penyemangat  baik moril maupun materiil pada sang anak.namun dengan kadar yang berimbang dan tak harus semuanya demikian.minimal anak diberikan rasa penghormatan”” jabat tangan erat dan pelukan hangat dari sang ibu” dengan apa yang telah ia capai selama ini disekolah.hal ini malah 100% akan membantu meningkatkan daya pacu dan semangat belajar sang anak dikemudian hari.karena dorongan dan pemberian motifasi yang tinggi dari orang tuanya.
 
Pemberian hadiah stimulan pada anak hendaknya diberikan secara wajar sesuai dengan tingkatan umur mereka.anak pertama saya selalu saya berikan wejangan dan motifasi belajar yang tinggi pada dirinya  agar dapat belajar dengan baik dengan membelikan hadiah buku bacaan cerita anak yang ia suka dan berlibur tamasya.hali ini cukuplah memberikan rangsangan untuk diri anak dalam proses belajar dan mendapatkan sesuatu yang ia cari.
 
Pemberian contoh tanggung jawab terhadap anak atau sikecil
 
 

Orang tua harus memberikan contoh tanggung jawab terhadap sang anak.contohnya mengingatkan mengerjakan PR (Pekerjaan Rumah) yang telah diberikan oleh guru sesegera munkin.anak biasanaya sangat malas dan meremehkan terhadap PR yang diberikan oleh gurunya dan cenderung mengulur-ulur waktu dalam mengerjakanya.orang tua harus mampu memberi contoh yang benar dalam pengerjaanya dan memberikan tantangan tanggung jawab penuh dalam pengerjaanya terhadap anak.

 
Anak pertama saya saat ini berusia 6 tahun dan sudah masuk usia sekolah,dia selalu saya ajarkan bagaimana bentuk tanggung jawab terhadap sesuatu,walaupun dalam scala kecil-kecil misalnya pagi hari saya usahakan agar dia bisa bangun sendiri tanpa di bangunkan oleh orang tua.dan hal ini perlahan dan pasti dia bisa melakukanya tanpa disuruh dan bisa sedikit mandiri.contoh yang lain adalah konsistem memberikan jam
khusus belajar untuk sianak yaitu selepas jam 19.00 s/d 20.30 malam.
 
 
anak harus diberikan waktu belajar khusus agar ia lebih konsisten dan fokus dalam belajar.hal-hal kecil seperti inilah yang harus selalu di tanamkan dalam diri sang anak agar dia terus berkembang lebih baik dan memilki rasa tanggung jawab.banyak bisa kita lihat dikota-kota besar khususnya anak –anak orang mampu malah cenderung kurang dalam belajar,maupun berbudi pekerti kurang baik.hal ini karena pola asuh sang anak salah. bahkan orang tuanya banyak yang mempercayakan perawatan anak kepada orang lain atau baby sister hal inilah pola pengasuhan yang salah.padahal baby sister umumnya belum bisa dikatakan 100% mahir mendidik anak kecil yang mereka tahu hanya bagaimana supaya anak majikanya senang dan tak rewel tanpa memperdulikan bagaimana perkembangan fisik dan psikis sang anak.pada akhirnya anak akan menjadi anak yang kurang belaian orang tua,nilai-nilai kesopanan dan rasa tanggung jawab yang tidak mereka punyai.beda halnya jika sistem pengelolaanya langsung dari orang tuanya pasti akan diberikan ilmu dan cara mendidik anak dengan cara yang baik dan benar.
 
Pola bimbingan terhadap anak dengan penuh kelembutan dan cinta kasih
 
 
Seorang anak atau sibuah hati biasanya tidak bisa menangkap dan merespon dengan baik bila kita menghadapi mereka dengan bentakan dan nada tinggi.umumya pola bimbingan anak dengan model seperti ini akan menghasilkan anak-anak yang juga cenderung emosional dan kasar dalam bertutur sapa.berbeda sekali jika kita mengajarkan anak kita dengan didikan dengan penuh kelembutan dan cinta kasih.maka akan menghasilkan  anak atau generasi yang baik juga.
 
Maka dapat saya simpulkan bahwa untuk mendapatkan anak kita menjadi calon pemimpin kecil yang baik harus didahului dengan pola bimbingan seorang Ibu yang baik dalam mengasuhnya.anakku adalah permataku
 
Terima kasih
Saya Sri Muryanti
Mentor bimbingan Karier LPK Sejahtera Ambarawa
ku dedikasikan untuk lomba “Peran Ibu Untuk Si Pemimpin Kecil” di http://nutrisiuntukbangsa.org