Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

Diare, Cegah dan Obati Yuk!

Oleh Nutrisi Bangsa 08 Dec 2012

Sahabat nutrisi,

Saat ini sudah memasuki musim penghujan. Hawa yang dingin dan basah seringkali dianggap menyebabkan berbagai penyakit, seperti flu, batuk pilek, dan diare.

Diare, umumnya merupakan penyakit yang self limiting disease atau dapat sembuh dengan sendirinya.

Akan tetapi, jangan remehkah diare. Karena jika tidak ditangani dengan tepat, dapat mengancam jiwa, terutama bagi anak-anak di bawah lima tahun (balita).

Penyakit diare dapat ditularkan melalui:

  • Pemakaian botol susu yang tidak bersih
  • Menggunakan sumber air yang tercemar
  • Pencemaran oleh serangga seperti lalat, kecoa dan lain-lain.
  • Pencemaran oleh tangan yang kotor

Ternyata, faktor kebersihan sangat memegang peranan penting dalam penularan diare. Oleh karena itu, semua yang dipegang ataupun yang akan masuk ke mulut anak, harus diawasi kebersihannya.

Berikut tips penting pencegahan diare pada anak dan bayi:

  1. Perhatikan dan jaga kebersihan makanan atau MPASI yang diberikan pada anak atau bayi.
  2. Membiasakan diri mencuci tangan dengan menggunakan sabun. Terutama jika akan mengolah makanan. Ajari dan biasakan juga anak-anak untuk mencuci tangan.
  3. Setiap selesai BAK atau BAB, harus mencuci tangan
  4. Perhatikan kebersihan peralatan makan minum, jangan sampai terkontaminasi virus yang dapat menyebabkan diare.

Jika anak atau bayi anda terkena diare, jangan panik, tapi harus tetap waspada, ikuti penanganan diare berikut:

  1. Makan dan minum seperti biasa untuk mengganti cairan yang hilang. Untuk bayi yang masih diberi ASI, teruskan minum ASI.
  2. Berikan cairan garam oralit. Cara yang benar dalam memberikan larutan oralit pada anak adalah meminumnya sedikit demi sedikit, dua sampai tiga teguk, kemudian berhenti selama tiga menit. Ulang terus menerus sampai satu gelas larutan oralit habis. Minum larutan oralit sekaligus dapat memicu muntah dan BAB.
  3. Jika diare terjadi lebih dari 12 jam, atau jika bayi tidak mengompol dalam waktu 8 jam, suhu badan lebih dari 39 derajat Celcius, ada darah dalam tinja, mulut kering atau menangis tanpa air mata, dan luar biasa mengantuk atau tidak merespon, segera periksakan anak ke dokter.

Sumber: Kompas