Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

Dulu IBU ku, sekarang ISTRI ku.....

Oleh warnet178 12 Oct 2013

IBU……sosok manusia yang menurutku sangat luar biasa. Bagiku, ibu adalah sosok yang sangat kuat, sangat cerdas, dan sosok yang sangat penting peranannya untuk perkembangan anak-anaknya. Yups….setidaknya itulah yang aku dapat uraikan dari sosok seorang IBU. Aku adalah pria yang beruntung, dilahirkan pada tahun 1984 lalu dan dibesarkan dari sosok seorang Ibu yang bagiku sangat luar biasa.  Membesarkanku dan abang kandungku seorang diri karena ditinggal sosok Papa untuk selamanya di tahun 2000 silam.

Sekarang…..aku sudah menjadi seorang Ayah buat anakku yang sekarang berumur 4 tahun, dan Alhamdulillah sudah lama menjadi sosok yang mandiri buatku dan keluarga kecilku.

Ada beberapa hal yang diajarkan dan diterapkan oleh Ibuku dan Ibunya istriku yang kini aku coba wariskan kepada anak-anakku melalui istriku, karena sekarang istriku adalah gerbang terdepan untuk membentuk mental dan kepribadian pemimpin buat anak-anakku.

1.       MENJADI CONTOH YANG BAIK

Yups…inilah yang harus dilakukan orangtua khususnya Ibu terhadap anak-anaknya. Banyak dari kita yang sudah menjadi orang tua, menuntut anaknya menjadi LEBIH BAIK, tapi lupa untuk menuntut dirinya sendiri untuk menjadi CONTOH yang baik. Pada masa pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, khususnya pada usia anak Balita, kecendrungan sikap mereka adalah MENIRU. Sikap teman, sahabat di sekolah, guru, dan tentu khususnya kita orang tua sebagai orang terdekat dari anak-anak kita adalah “kiblat” dari sikap dan tingkah laku serta bahasa mereka. 

2.       KEJUJURAN

Sikap dan sifat jujur adalah yang terpenting dalam mendidik dan membesarkan anak. Membiasakan anak jujur itu susah-susah gampang, khususnya kalau berkaitan dengan sesuatu yang disukainya. Sebagai contoh, anak gadis kecil kami, yang berumur 4tahun, sangat suka dengan yang namanya COKLAT. Tapi sekarang, dia lagi kami batasi untuk mengkonsumsi coklat terlalu sering, dikarenakan batuk yang sedang dideritanya hampir setahun ini. Hingga suatu saat, dia ketahuan sedang memakan jajanan Coklat tanpa sepengetahuan kami. Ibunya langsung menasehati dan memberitahukannya bahwa kejujuran itu penting. Dan Alhamdulillah, diapun mengerti dan hingga kini dia belum (mudah-mudahan cenderung tidak) lagi mengulanginya.

3.       BERANI BERBUAT = BERANI TANGGUNG JAWAB

Sikap ini kami selalu kami terapkan di rumah. Siapapun (termasuk kami selaku orang tua), yang sudah berbuat, harus berani bertanggung jawab. Dan apabila melakukan sesuatu yang salah, maka harus berani meminta maaf terlebih dahulu.

4.       SIKAP BERBAGI

Sikap berbagi selalu diajarkan oleh istriku. Sedikit apapun yang kita punya, alangkah baiknya jika kita bisa saling berbagi. Alangkah bangganya, ketika pulang sekolah, dia bercerita bahwa dia mulai belajar berbagi bersama temannya, dengan cara berbagi bekal yang dia bawa dari rumah.

5.       SOPAN SANTUN

Membiasakan anak untuk tidak MEMOTONG pembicaraan apabila orangtuanya sedang mengobrol, atau berteriak-teriak di saat orangtuanya ada tamu adalah salah satu penerapan pembelajaran sopan santun yang kami terapkan di rumah.

6.       TEGAS NAMUN PENUH KELEMBUTAN

Tegas tanpa membentak dan memukul terkadang sulit kita lakukan. Apalagi jika anak kita telah berteriak dan menangis keras memaksakan apa yang diinginkannya, tentu saja EMOSI terkadang tidak dapat terkontrol lagi.

Oleh sebab itu, saya dan istri selalu berusaha untuk menghindari hal itu. Bahkan kami lebih cenderung menasehatinya. Apabila si anak masih tidak mendengarkan, maka kami cenderung bermain kata-kata, dengan cara membalikkan posisi anak dan orang tua. “Tuh……kan!!!Boleh main kayak gitu ya sekarang??Main gak dengerin papa sama mama ya???Nanti kalau papa dan mama juga mau minta sesuatu sama Nay (nama panggilan anak kami), papa sama mama juga teriak2 kayak gini ya….

Dan Alhamdulillah, cara ini sering berhasil menenangkannya, hehehe….

7.       CERITA/ SHARING

Mebiasakan bertanya tentang aktivitas dan sharing hal-hal sekecil apapun yang menurutnya bisa dibanggakannya, termasuk hal-hal yang disukainya., secara tidak langsung melatih anak untuk mampu bercerita tentang pengalamannya. Selain itu juga, anak dapat terlatih dalam mengatur tata bahasanya. Ini juga dapat meningkatkan ikatan bathin antara Ibu dan Anak.

8.       TIDAK MEMAKSAKAN KEHENDAK

Kita sebagai orang tua, memang lebih dahulu merasakan pahit manisnya kehidupan. Namun, jangan sampai pengalaman kita DIPAKSAKAN untuk diterapkan kepada anak-anak kita. Jika anak punya keinginan (selama tidak membahayakan), maka kita sebagai orang tua hendaknya HANYA menasehati dan memberikan wacana-wacana yang dia perlukan untuk mengambil suatu sikap atas keinginannya. Jangan pernah kita paksakan kehendak kita, karena jaman punya kita selaku orang tua sudah berbeda dengan jaman anak-anak kita. Dengan begitu, anak-anak pun dapat bertingkah dewasa dalam mengambil keputusan atas keinginannya.

Itulah beberapa hal yang DULU diajarkan IBUKU, dan sekarang bersama istri kami coba terapkan dan didik anak-anak kami, dengan harapan anak-anak kami menjadi lebih baik daripada kedua orangtuanya. Dan tentunya dengan harapan Istriku dapat menjadi IBU yang kelak akan dibanggakan oleh anak-anak kami kelak. 

Artikel ini dibuat sebagai ucapan terimakasih untuk IBU dan juga dalam rangka mengikuti #LombaBlogNUB

1 Komentar

Azhar Ilyas

18 Oct 2013 10:04

Kesempurnaan kasih anak kepada orang tua adalah saat sang anak menjadi orang tua bagi anaknya. Rasanya kalimat tersebut tepat sekali menggambarkan cerita di atas. Suka dengan kisah di atas, bagaimana pun nilai-nilai adalah hal yang tak ternilai, untuk diwariskan kepada generasi mendatang.