Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

Hamil Anggur Akibat Kurang Vitamin A

Oleh Mutia Anggun Sayekti 16 Dec 2010

Hamil anggur yang dalam istilah medisnya dikenal dengan nama Mola merupakan kehamilan abnormal berupa pertumbuhan yang berlebihan dari sel-sel plasenta atau ari-ari yang berbentuk gelembung-gelembung seperti buah anggur. Pada umumnya tidak ada pertumbuhan janin dalam keadaan hamil anggur. Akan tetapi dalam sejumlah presentase kecil, hamil anggur dapat pula disertai dengan pertumbuhan janin. Keadaan ini disebut sebagai hamil anggur parsial, dimana janin yang tumbuh umunya disertai kelainan atau cacat bawaan. Perempuan yang mengalami hamil anggur juga dapat mengalami komplikasi. Komplikasi tersebut berupa pendarahan, infeksi, dan munculnya kanker.

Umumnya hamil anggur diderita oleh perempuan yang masih muda dan kehamilannya merupakan kehamilan pertama.Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Prof Dr dr Aridjono SpOG (K) , hamil anggur disebabkan kekurangan vitamin A. Pada penelitian tersebut, ditemukan bahwa kadar vitamin A dalam darah penderita hamil anggur lebih rendah dibandingkan perempuan dengan hamil normal. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa risiko seorang perempuan mengalami hamil anggur adalah sebesar 6.8 kali jika kadar vitamin A dalam darahnya kurang. Risiko tersebut bisa meningkat menjadi 7 kali jika kehamilan tersebut merupakan kehamilan pertama. Dalam penelitian tersebut juga dilakukan pemberian vitamin A pada biakan sel-sel hamil anggur, dan terbukti pemberian vitamin A tersebut dapat meningkatkan kematian sel hamil anggur.

Pencegahan

Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan memeuhi kebutuhan vitamin A sebanyak 5000 unit asupan per harinya. Pencegahan tersebut akan menurunkan angka kesakitan, mempercepat pemulihan fungsi reproduksi, emnurunkan angka kegagalan fungsi reproduksi serta menurunkan kematian. Terhindarnya calon ibu dari kekurangan vitamin A akan membantu menghindari kemungkinan menderita hamil anggur.

Sumber : Majalah Dokter Kita, edisi 7-Tahun V-Juli 2010 , halaman 100