Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

Ibu Sehat, Bayi Sehat, Kita Senang

Oleh Maftuhah Hamid 02 Feb 2012

Selamat, Anda sedang mengandung.”

 Alangkah senangnya jika mendengar kabar bahagia tersebut. Kehamilan merupakan peristiwa yang sangat berharga sepanjang hidup kita. Seorang perempuan sepertinya belum disebut sempurna jika belum mengalami hamil, melahirkan, merawat hingga anak menjadi dewasa.

Seorang ibu yang sedang hamil harus benar-benar ektra memperhatikan kesehatannya dalam menjalani proses kehamilan. Baik itu kesehatan psikis, (seperti tidak stres atau banyak pikiran), maupun kesehatan fisiknya. Karena kesehatan atau kondisi ibu yang hamil sangat mempengaruhi keadaan si janin yang ada dalam rahim ibu.

 ibu hamil

 Nutrisi Ekstra Bagi Ibu Hamil

Siapa yang tak senang melihat bayi terlahir dengan selamat, sehat, dan kuat. Semua orangtua pasti bersukur tiada tara mendapat anugerah ini. Dalam menjalani kehamilan serta melahirkan bayi yang sehat, ibu harus cukup nutrisi. Karena nutrisi makanan ibu sangat mempengaruhi tumbuh kembang si buah hati. Kebutuhan akan energi dan zat gizi ibu hamil harus ditingkatkan, tidak sekadar dengan menambah jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuh, namun juga harus pertimbangkan segala sesuatu yang dikonsumsi.

Jika susu menjadi bahan makanan yang identik dengan kebutuhan ibu hamil, sekilas memang wajar. Kandungan nutrisi yang terkandung di dalam susu – terutama susu sapi - seperti kalsium, protein, lemak, vitamin, dan mineral, dianggap sudah komplit dan perlu bagi kesehatan ibu dan janin. Khusus bagi ibu hamil, beberapa produsen susu bahkan menambahkan komposisi ekstra ke dalam produknya, berupa asam folat, kolin, AA, DHA, dan lain sebagainya. Hal ini dipercaya mampu mencegah bayi lahir dengan berat badan rendah atau cacat, sekaligus membuatnya pintar sejak berada dalam kandungan. Itu sebabnya, banyak orang percaya, minum susu saat hamil merupakan suatu kewajiban.

Menariknya, di saat yang sama, kebutuhan untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang justru kurang diperhatikan. Seperti mengkonsumsi tahu, tempe, ikan, kacang-kacangan, sayur-sayuran, atau buah-buahan. Maka berikut beberapa zat gizi yang harus dikonsumsi oleh ibu hamil dan yang berperan vital dalam pertumbuhan janin, di antaranya:

Kalori

Selama trismester kedua dan ketiga kehamilan membutuhkan 300-400 kkalori per hari. Jumlah ini bisa diperoleh dari segelas jus alpukat tanpa gula, sebuah muffin pisang, atau sandwich gandum berisi seiris fillet ikan dan sayuran. Atau, bisa juga diperoleh dari sumber yang bervariasi sesuai dengan pola makan empat sehat lima sempurna.

Jumlah kalori tersebut juga setara dengan dua gelas susu sapi. Namun, minum sedikitnya dua gelas susu dalam sehari belum menjamin kebutuhan nutrisi ibu hamil, termasuk ketika susu tersebut sudah diformulasikan dengan zat-zat tambahan yang diklaim sangat diperlukan ibu hamil.

Walaupun peningkatan ini tidak digunakan dalam trismester pertama, bukan berarti keseimbangan nutrisi tidak penting. Kalori tambahan ini diperlukan agar berat badan Ibu meningkat (total 12 hingga 16 kg selama hamil). Hal ini sangat diperlukan untuk menghasilkan berat badan bayi yang ideal saat dilahirkan. Pada trismester pertama sebaiknya, pertambahan bobot hanya 0, 5 kg setiap bulannya. Sedangkan pada trismester kedua, 0, 5 kg setiap minggunya. Sedangkan di trismester terakhir (bulan ke-9), hanya boleh 0, 5 hingga 1 kg. Kalori bisa didapatkan dengan mengkonsumsi kacang-kacangan, buah, sereal, beras merah, sayur, kentang.

Protein

Protein sangat diperlukan untuk membangun, memperbaiki, mengganti jaringan tubuh, dan pembentukan sel dan darah. Ibu hamil memerlukan tambahan nutrisi ini agar pertumbuhan janin optimal. Ibu hamil membutuhkan protein 60 gram per hari (lebih banyak 10 gram dari biasanya). Protein dapat didapatkan dengan mengkonsumsi tahu, tempe, daging, ayam, ikan, susu, dan telur.

Kalsium

Penelitian menunjukkan bahwa janin memerlukan 13 mg kalsium dari darah ibu. Janin memerlukan kalsium untuk pertumbuhan tulang dan giginya. Konsumsi kalsium 1000 mg/hari diperlukan untuk menjaga pertumbuhan tulang dan gigi, kontraksi otot dan sistem syaraf.

Jika jumlah kalsium yang ia dapatkan kurang, maka ia akan mengambilnya dari tulang. Akibatnya Ibu dapat mengalami pelunakan tulang (osteomalasia). Kalsium dapat didapatkan dengan mengkonsumsi produk susu, tahu, brokoli, kacang-kacangan.

Zat besi

Zat besi banyak diperlukan untuk pembentukan darah. Kekurangan zat besi akan mengakibatkan anemia yang berbahaya bagi ibu dan perkembangan janin menjadi terhambat.Suplemen zat besi mungkin diperlukan mulai minggu ke-20 kehamilan, terutama bila ibu hamil memperlihatkan tanda-tanda anemia. Ibu hamil membutuhkan zat besi 30 mg/hari atau dua kali lipat dari biasanya.

Kekurangan zat besi dapat meningkatkan resiko cacat (mortalitas) Ibunda dan janin. Karena kebutuhan zat besi sulit dipenuhi dari diet pola makan, maka terkadang pemakaian suplemen disarankan. Zat besi dapat Anda dapatkan dengan mengkonsumsi bayam, daging merah, hati, ikan, unggas, kerang, telur, kedelai.

Asam folat (vitamin B9)

Asam folat yang dikonsumsi sejak masa pembuahan dan awal kehamilan. Embrio janin membutuhkan asam folat yang banyak untuk pembentukan sistem saraf dan sel-sel. Asam folat ini mampu mencegah cacat tabung saraf (neural tube defects/NTDs), seperti cacat pada sumsum tulang belakang (misal spina bifida) dan otak (anencephaly). Kekurangan asam folat dapat mengakibatkan janin tidak berkembang sempurna sehingga terlahir dengan kelainan bawaan seperti anenchephaly (tanpa batok kepala), spina bifida (tulang belakang tidak bersambung) dan bibir sumbing. Sangat disarankan untuk mendapatkan 400 mg asam folat per hari. Asam folat yang juga dikenal sebagai vitamin B9 banyak terdapat pada beras merah,kacang polong, lentil sayuran hijau (seperti brokoli, bayam, asparagus) dan buah-buahan, juga jus jeruk.

Tapi terkadang asam folat alami ini bisa hilang selama penyimpanan atau rusak saat dimasak, karenanya dibutuhkan asupan asam folat lain seperti dari suplemen atau susu.

Cairan

Cairan diperlukan untuk meningkatkan volume darah dan air ketuban. Minum setidaknya 6 hingga 8 gelas setiap harinya. Mengurangi asupan cairan tidak akan mengurangi bengkak yangdialami. Akan tetapi dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal. Konsumsi cairan yang terbaik adalah air putih, selain itu juga dapat mengkonsumsi sup, jus, dan teh.

Garam

Garam dapat membantu mengatur air dalam darah. Kebutuhan tubuh akan garam sedikit, sekitar 2000 hingga 8000 mg per hari. Beberapa ibu yang terkena darah tinggi atau preeklamsia bahkan tidak memerlukan tambahan akan konsumsi garam.

Pantangan dan Bahayanya

Memang betul, selain makan untuk diri sendiri, ibu juga harus “memberi makan” si bayi. Namun yang harus diperhatikan, asupan tambahan itu tidak lantas berarti ibu hamil harus “makan untuk berdua”, alias mengonsumsi makanan dengan porsi serba dobel. Ada beberapa pantangan berikut juga harus diperhatikan dan dihindari, yaitu: 

  1. Daging mentah, Daging yang tidak dimasak ataupun dimasak hanya setengah matang harus dihindari. Berbagai macam resiko kontaminasi yang mengancam di antaranya bakteri coliform, toxoplasmosis, dan salmonella.
  2. Hot dog, makanan-makanan seperti hot dog dan sejenisnya berbahaya berbahaya bagi ibu hamil dan janin. Jangan makan makanan tersebut tanpa dipanaskan lagi atau dimasak lagi. Hot dog dan sejenisnya diketahui terkontaminasi listeria yang dapat menembus plasenta. Hal ini bisa menginfeksi janin dan menyebabkan berbagai komplikasi kehamilan, di antaranya keguguran, kelahiran premature, keracunan dalam darah, dan berbagai masalah kesehatan bagi bayi yang baru lahir.
  3. Keju lunak, Ibu hamil juga pantang memakan keju lunak seperti brie, camembert, blueveined cheese, keju dari susu kambing dan domba, karena banyak mengandung bakteri listeria. Keju semi lunak atau keju keras seperti mozarela, keju yang dipasteurisasai dalam bentuk potongan, lembaran, krim keju, masih lebih aman untuk dikonsumsi.
  4. Susu yang tidak dipasteurisasi, Pantang memakan susu dan berbagai produk olahan susu yang tidak dipasteurisasi. Minumanan tersebut perlu dihindari karena mengandung Listeria.
  5. Makanan yang terkontaminasi logam berat, makanan laut seperti ikan atau kerang yang terkontaminasi logam berat seperti merkuri harus dihindari selama kehamilan. Merkuri berbahaya bagi kehamilan karena dihubungkan dengan kerusakan saraf otak dan keterlambatan perkembangan bayi yang dilahirkan nantinya.
  6. Ikan-ikan yang terkontaminasi (tercemar) limbah industri, sungai atau danau yang berada di sekitar daerah industri cenderung terkontaminasi oleh limbah kimia sisa produksi pabrik. Akibatnya, ikan-ikan yang ada di dalamnya juga sudah tercemar. Hal ini juga sangat berbahaya dan beresiko bagi kesehatan ibu hamil dan janin.
  7. Kerang-kerang di laut juga dicurigai mengandung berbagai macam kontaminan. Demi keselamatan ibu dan bayi, sebaiknya makanan ini dihindari selama kehamilan. Ikan-ikan yang tidak boleh dikonsumsi selama hamil adalah : ikan tuna steak, ikan sea bass, ikan hiu, dan ikan-ikan lainnya yang berukuran besar yang banyak mengandung merkuri.
  8. Telur mentah, dan berbagai makanan yang mengandung telur mentah juga harus dihindari selama kehamilan karena mengandung salmonella.
  9. Makanan kalengan yang mengandung pengawet, penyedap, dan pewarnatentu sangat dilarang untuk dikonsumsi ibu hamil. Hindari makanan seperti mie instan, dan makanan lainnya yang mengandung pengawet dan zat kimia berbahaya lainnya.
  10. Makanan yang mengandung gula pengganti/buatan. Jika ibu menyukai makanan-makanan ringan (cemilan) pilih yang baik dan cukup terjamin kualitasnya. Makanan ringan yang mengandung banyak gula apalagi gula buatan harus dihindari atau dikurangi. Misalnya permen, biscuit berlapis krim, soft drink.
  11. Makanan tinggi kandungan gula selain bisa meningkatkan resiko kegemukan, juga bisa menyebabkan kerusakan gigi, diabetes, jantung dan kanker usus besar.
  12. Makanan ringan yang tinggi lemak, Camilan yang tinggi lemak seperti kentang goreng, keripik, cokelat, atau es krim sebaiknya juga harus dibatasi. Hindari pula makanan cepat saji /fastfood karena selain tinggi lemak, makanan fastfood juga tinggi kalori dan garam. Makanan yang tinggi garam bisa menyebabkan kekurangan sodium. Jika memang ingin ngemil, lebih baik menggantinya dengan makanan ringan yang sehat dan rendah lemak, seperti buah apel, jagung bakar atau rebus, yogurt, es krim rendah lemak, kroket atau risoles isi sayuran dan daging.
  13. Makanan yang mengandung kafein, sebaiknya selama kehamilan asupan minuman yang mengandung kafein seperti kopi dan teh. Kafein pada kopi dapat meningkatkan resiko keguguran dan bayi berberat badan rendah. Bila ibu hamil sudah terbiasa minum kopi, sebaiknya porsinya dikurangi menjadi tidak lebih dari 2 cangkir per hari. Teh yang dikonsumsi berlebihan juga dapat mengganggu penyerapan zat gizi pada usus. Kefein menekan kelenjar adrenalin dan memicu banyak hormon stress ke dalam aliran darah. Hal ini akan menimbulkan efek negatif bagi ibu hamil dan janin yang dikandung. Selain itu, asam tannin dalam teh dapat mengganggu/mengurangi penyerapan zat besi, yang sangat dibutuhkan selama kehamilan. Kafein dan tannin dalam jumlah yang banyak juga tidak baik untuk bayi.
  14. Makanan/diet rendah karbohidrat, ada beberapa ibu hamil yang mengurangi asupan karbohidrat dengan alasan untuk menjaga berat badan selama hamil. Padahal hal ini tentu tidak boleh dilakukan, karena janin dalam kandungan membutuhkan gizi yang cukup. Ibu yang hamil juga tidak dianjurkan untuk berpuasa lama.
  15. Makanan olahan yang dipanaskan kembali. Dalam makanan olahan yang dipanaskan kembali zat gizinya telah berkurang atau hilang akibat pengawetan, pemanasan, dan pendinginan.
  16. Pantang makan dan mengonsumsi obat-obat herbal dan vitamin dosis tinggi, atau obat-obatan lainnya tanpa pengawasan dokter.
  17. Pantang makan makanan yang terlalu tinggi kandungan vitamin A nya. Batasi konsumsi makanan yang telalu tinggi kandungan vitamin A nya seperti hati, karena dikhawatirkan bisa membawa dampak buruk pada janin yang dikandung yaitu timbulnya cacat lahir pada janin.
  18. Sayur-sayuran dan buah-buahan yang tidak dicuci. Sayur-sayuran dan buah-buahan sebenarnya sangat baik untuk ibu hamil. Namun, bila tidak dicuci dengan baik tentu harus dihindari dan dipantang selama kehamilan. Sayuran yang tidak dicuci bersih masih mengandung pestisida dan toksoplasmaHendaknya pada saat hamil ibu tidak mengonsumsi sayur lalap-lalapan dan salad, karena dikhawatirkan terdapat zat yang berbahaya bagi kesehatan ibu hamil dan bayi. Masak sayur sampai matang namun tidak terlalu lama, misalnya dengan cara dikukus, ditumis, agar zat-zat gizi di dalamnya masih dapat dipertahankan.
  19. Sayuran dan buah yang tidak boleh dikonsumsi selama hamil di antaranya sayur Pare dan buah pepaya muda, karena beresiko menyebabkan keguguran. Pepaya muda (pepaya mentah) banyak mengandung papain enzim proteolitik yang bisa menginduksi terjadi keguguran. Pepaya muda juga mengandung carpain, sejenis alkaloid yang berbahaya bila dikonsumsi oleh ibu hamil dalam jumlah yang sangat banyak. Namun, pepaya muda boleh dikonsumsi ibu hamil bila diolah atau dimasak terlebih dahulu. Bagaimana dengan pepaya yang sudah matang? Jawabannya adalah boleh bahkan sangat boleh dikonsumsi karena pepaya sangat kaya vitamin dan nutrisi lain yang dibutuhkan oleh Ibu hamil.
  20. Alkohol. Alkohol sangat dipantangkan bagi ibu hamil. Alkohol bisa mengganggu kesehatan dan perkembangan janin, di antaranya bisa menyebabkan gangguan masalah emosional pada bayi.
  21. Merokok. Pantangan tentang rokok ini tentu sudah tidak bisa ditawar lagi. Pada kondisi tidak hamil pun rokok bisa berakibat buruk bagi kesehatan. Apalagi pada saat kondisi hamil, baik hamil tua maupun hamil muda. Selain bisa menyebabkan kanker, ibu hamil yang terpapar asap rokok juga bisa menimbulkan bahaya lain, yaitu:  
  • Asap rokok bisa menyebabkan kematian dini (premature death) pada bayi yang sedang dikandung dan menimbulkan penyakit ketika bayi tersebut lahir
  • Berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) karena racun dalam rokok bisa menghambat aliran darah yang merupakan sumber nutrisi bagi bayi
  • Asap rokok bisa meningkatkan risiko bayi meninggal akibat mengalami SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) dibandingkan dengan bayi yang tidak terpapar asap rokok
  • Meningkatkan risiko bayi terkena bronkitis, pneumonia, infeksi telinga dan memperlambat pertumbuhan paru-paru
  • Asap rokok selama hamil bisa menyebabkan perubahan dalam struktur DNA bayi yang nantinya dapat melemahkan sistem kekebalan tubuhnya
  • Mengganggu pertumbuhan otak janin selama di dalam kandungan, serta berisiko mengalami keterbelakangan mental
  • Sering terpapar asap rokok bisa membuat bayi lahir prematur yang umumnya memiliki perkembangan organ tubuh yang belum sempurna
  • Meningkatkan risiko bayi yang dikandung memiliki asma
  • Meningkatkan risiko bayi lahir cacat seperti bibir sumbing akibat adanya kelainan pada sperma sang ayah yang perokok
  • Pengaruh asap rokok bisa menyebabkan bayi mengalami penyakit jantung bawaan hingga keguguran

Untuk mencegah hal tersebut diperlukan kerjasama dari berbagai pihak baik keluarga, teman-teman kerja dan orang-orang disekitar ibu hamil untuk tidak merokok. Serta membuatperaturan yang lebih jelas mengenai tempat-tempat mana saja yang boleh dan tidak boleh merokok.

Peran Iklan Susu untuk Ibu Hamil

Meskipun memprihatinkan, fenomena semacam ini bisa dimaklumi. Produsen susu terhitung agresif menjajakan produknya. Baik yang berupa iklan di televisi, berpromosi melalui fasilitas kesehatan dan petugas kesehatan, atau pun acara bertajuk seminar ilmiah.

  

Memang benar, susu tersebut tidak ditawarkan secara langsung kepada konsumen. Sebagian besar justru diperkenalkan secara tersirat, dengan cara mengulas manfaat zat-zat nutrisi yang terkandung di dalamnya sambil didukung testimonial seorang public figure ternama sebagai modelnya.
Khusus mengenai susu formula untuk bayi, hal ini jelas-jelas melanggar kode etik internasional yang dicanangkan oleh badan kesehatan dunia, World Health Organization (WHO), pada tahun 1981. Di Indonesia, kode etik ini juga sudah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) No. 237 tahun 1997 mengenai pemasaran produk pengganti ASI.

 Bagi susu kehamilan, peraturan khususnya memang belum ada. Namun banyak kalangan menilai, pesan yang disampaikan dalam sebagian besar iklan susu berisiko membentuk pola pikir bahwa susu merupakan makanan ideal yang “wajib” dikonsumsi oleh ibu hamil.


Justru menarik kalsium

 Banyak ibu hamil yang minum susu karena berharap memperoleh tambahan kalsium demi mendukung pertumbuhan tulang dan gigi si janin. Jika asupannya kurang, dikhawatirkan si janin akan mengambil jatah kalsium dari tulang ibunya. Kekurangan asupan kalsium pada ibu hamil ini berhubungan erat dengan resiko pre-eklamsia (tekanan darah yang melonjak secara mendadak) dan hipertensi gestasional (tekanan darah tinggi yang muncul pada masa kehamilan).

Penyerapan kalsium memerlukan bantuan protein. Susu, memang mengandung kalsium sekaligus protein yang tinggi. Namun, untuk mencerna kalsium, jumlah protein ini terlalu tinggi sehingga justru menyulitkan proses penyerapan.

Organ tubuh dapat bekerja dengan baik pada ketika asam basa darah dan jaringan mempunyai pH 7,35-7,45. Dalam lingkungan cenderung basa tersebut, tubuh mampu mendetoksifikasi racun dan menyingkirkan zat-zat pencemaran lainnya.

 Tetapi, karena susu bersifat terlalu asam, ketika kalsium yang terdapat di dalam susu masuk ke dalam darah, secara alamiah tubuh akan berusaha mengembalikan situasi “abnormal” ini dengan membuang kalsium dari ginjal, melalui urin. Inilah yang diduga menjadi alasan mengapa empat negara pengonsumsi susu terbesar di dunia, yaitu Amerika, Swedia, Denmark, dan Finlandia, justru menduduki peringkat-peringkat teratas dalam kasus osteoporosis.

Sapi Artificial

Efek susu terhadap kesehatan sebaiknya tidak semata-mata ditinjau secara sepotong-sepotong dari kandungan nutrisinya saja. Namun, perlu diperhatikan bagaimana penghasil susu atau hewan sapi itu diternakkan, apa makanannya, bagaimana susu diproses, dan yang lebih penting lagi, bagaimana tubuh kita merespon kandungan di dalamnya.

Sekarang, sapi-sapi penghasil susu untuk memenuhi target produksi industry susu, sapi diberi makan pangan buatan, disuntik hormon supaya cepat besar dan menghasilkan susu lebih banyak, serta diberi antibiotik dengan harapan terhindar dari penyakit. Jika susu sapi yang sudah mengalami perubahan “pola makan dan gaya hidup” ini dikonsumsi, semua zat serta “sampah” metabolismenya juga berpengaruh besar terhadap sistem metabolisme kita. 


Menyisakan sampah metabolisme

Masalah lain mulai muncul saat susu masuk pabrik. Sebelum dipasarkan, susu dipanaskan dengan suhu tertentu agar kuman patogen dan berbagai flora di dalamnya mati. Proses yang disebut pasteurisasi ini terbukti merusak komponen struktur kimia di dalam susu dan membuat gula laktosa di dalamnya diserap lebih cepat oleh tubuh.

Waspada Obesitas

 Untuk menghindari komplikasi yang ditimbulkan oleh susu yang dikonsumsi oleh ibu hamil, ibu dianjurkan memperhatikan kenaikan berat badan, yang idealnya berkisar 1 hingga 2 kilogram per bulan. Jumlah itu tidak bisa dipukul rata, bergantung berat badan si ibu sebelum kehamilan.

 

Pengecekan Kecukupan Gizi

Selama kehamilan, metabolisme energi meningkat akibat perubahan sistem tubuh ibu dan perkembangan janin.Banyak perubahan yang terjadi pada ibu, baik perubahan secara fisik maupun emosional.

Kecukupan gizi berupa vitamin dan mineral dapat dilihat dari tidak adanya gejala kekurangan vitamin/mineral, seperti anemia, gusi berdarah, dan lainnya. Indikator kecukupan gizi juga terlihat pada kenaikan berat badan yang cukup selama kehamilan. Kenaikan berat badan tersebut bervariasi dari bulan ke bulan sesuai dengan fase kehamilan.

Kenaikan Berat Badan

 

Minggu kehamilan

Kenaikan berat badan

0 s.d. 12

1-2 kg

12 s.d. 28

0,3 – 0,4 kg

28 s.d. 40

1-3 kg

Calon ibu yang kurus mungkin mengalami kenaikan lebih besar dibandingkan yang gemuk. Demikian halnya dengan calon ibu yang mengandung bayi kembar. Namun, pada umumnya berat badan harus naik sebesar 10-12 kg selama kehamilan. Kenaikan berat badan yang terlalu kecil dapat mengindikasikan kekurangan gizi yang berbahaya bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Berikut adalah rincian dari mana kenaikan berat badan 10-12 kg tersebut berasal:

1. Bayi

3 – 3,5 kg

2. Plasenta, cairan amnion, membran

1, 8 kg

3. Tambahan darah, lemak, air di jaringan tubuh

4,1 kg

4. Uterus (rahim)

0,9 kg

5. Payudara

0,4 kg