Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

Ibuku Mengerti Aku

Oleh Devi Nathania 05 Oct 2013

 

#LombaBlogNUB

  Pertama-tama, saya ucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat-Nya saya dapat menulis artikel ini. Nama saya Devi Nathania. Saya anak ke empat dari empat saudara. Saya saat ini duduk di kelas 2 SMA sebuah sekolah di Tangerang. Saya mempunyai pengalaman terhadap orang tua. Sejak saya berumur 5 tahun, saya sudah diarahkan untuk menjadi seorang dokter atau orang yang berprofesi terhormat.

  Semakin saya tumbuh hingga remaja, saya mulai berpikir apakah cita-cita saya ini? Akankah saya menjadi orang yang sukses? Bisakah saya menjadi orang yang berguna bagi orangtua dan keluarga? Saya berpikir apakah cita-cita saya? Awalnya, orangtua saya menyarankan saya untuk menjadi dokter. Tetapi, saya tidak ada minat sama sekali di bidang itu. Saya pun mengatakan kepada orang tua saya bahwa saya tidak berminat dengan profesi tersebut. Pada awalnya, mereka kecewa dengan keputusan saya itu, ibu saya berkata : “untuk apa kamu sekolah jika pada akhirnya hanya menjadi seorang mc atau semancamnya?” Memang orangtua saya agak tidak mengerti kemajuan jaman. Mereka tidak tahu bahwa jika saya masuk dalam kuliah komunikasi nantinya bukan hanya menjadi MC saja tetapi banyak profesi lain yang bisa digeluti dan menghasilkan banyak uang. Tetapi mereka berpikir bahwa profesi yang satu-satunya yang dapat membuat saya sukses adalah dokter. Setelah saya berusaha untuk meyakinkan orangtua saya bahwa saya memang serius dibidang komunikasi dengan cara mendapatkan nilai bagus dibidang mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Teknik Informasi dan Komunikasi, akhirnya ibu saya pun mendukung cita-cita saya. Saya sangat berterima kasih kepada Ibu saya yang telah melahirkan saya sampai saat ini saya dapat menulis artikel ini.

  Ibu saya mengajarkan saya bahwa untuk menjadi pemimpin, tidak harus mempunyai kekayaan yang berlimpah, tetapi pemimpin itu sendiri ada pada diri kita. Ketika kita memutuskan untuk menjadi apa yang kita inginkan, pimpinlah diri kita untuk tetap teguh dalam pendirian bahwa apapun cita-cita kita, jangan pernah berkecil hati karena kita semua bisa menjadi pemimpin untuk masa depan kita sendiri. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua. Sekian dan terima kasih. :-D