Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

Jangan Sentuh Kami, Penyakit Keturunan!

Oleh Charolin Mahoro 16 Feb 2012

Siapa sih yang mau sakit? Saya yakin semua orang didunia ini tidak mengharapkan sakit. Lalu bagaimana jika penyakit justru diwariskan kepada kita? Yup, istilahnya penyakit keturunan. Ada beberapa penyakit “menakutkan” yang justru bisa diwariskan secara langsung dari orang tua kepada anaknya, bahkan sejak anak itu masih dalam kandungan sang ibunda.

Penyakit keturunan adalah suatu penyakit kelainan genetik yang diwariskan dari orangtua kepada anaknya. Namun ada orangtua yang hanya bertindak sebagai pembawa sifat (carrier) saja dan penyakit ini baru muncul setelah dipicu oleh lingkungan dan gaya hidupnya. Seperti dikutip dari International Bioscience, ada beberapa penyakit keturunan yang sangat serius karena bisa diturunkan pada generasi berikutnya. Orangtua yang memiliki gen penyakit keturunan, sebaiknya segera memeriksakan anaknya.

 Ada beberapa penyakit keturunan yang secara otomatis diturunkan ke anak atau generasi seterusnya, yaitu : 

  1. Hemofilia
  2. Buta Warna
  3. Diabetes
  4. Thalasemia
  5. Kebotakan
  6. Alergi
  7. Albino
  8. Asma

Saya akan bahas salah satu penyakit keturunan diatas yang juga sedang mengintai diri saya sendiri. Saya terancam terserang penyakit diabetes. Namun, puji Tuhan sampai saat ini belum ada tanda-tanda penyakit itu bersarang ditubuh saya. Saya akan berbagi kepada pembaca sekaligus ibu-ibu yang sedang mengandung buah cintanya agar terhindar dari penyakit mematikan tersebut.

 

Saat menjalani masa kehamilan, ibu beresiko terkena diabetes yang biasa disebut diabetes gestational. Hal ini terjadi karena tubuh tidak mampu memenuhi kebutuhan produksi insulin yang makin makin bertambah saat hamil. Diabetes pada ibu hamil biasanya terjadi terutama pada wanita yang memiliki tubuh gemuk atau pada etnik tertentu. Jika terjadi diabetes saat hamil hal ini dapat mengganggu kesehatan ibu maupun janin yang dikandungnya. Untuk itu perlu diet dan olahraga serta kontrol gula darah sangat dibutuhkan. Namun jika hal itu belum sampai terjadi, beberapa tips dibawah ini bisa dicoba untuk mencegah diabetes saat hamil.

  1. Ikuti pola makan rendah lemak dan biasakan makan dalam porsi kecil.
  2. Perbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan segar.
  3. Usahakan untuk mengontrol berat badan seimbang.
  4. Tetapkan waktu makan dan taati. Jangan sampai melewatkan waktu makan untuk menghindari makan berlebih dan menjaga gula darah tetap stabil.
  5. Lakukan olahraga 30 menit beberapa kali dalam seminggu jika keadaan memungkinkan dan atas persetujuan dokter.
  6. Untuk mengganti konsumsi gula, bisa memilih pengganti gula yang aman dalam jumlah yang cukup kecuali sacharin yang berbahaya bagi janin.
  7. Untuk mengontrol pola makan dan kadar gula darah anda bisa membuat catatan pola makan selama hamil.
Dikutip dari Babycenter, Selasa (27/7/2010) ada beberapa dampak pada bayi dari ibu diabetes :
  1. Kelebihan gula dalam darah dan insulin ini bisa menyebabkan bayi memiliki lebih banyak lemakterutama di bagian atas tubuhnya sehingga berat badannya menjadi besar.
  2. Bayi berisiko lebih tinggi terkena penyakit kuning (jaundice), polycuthemia (peningkatan jumlah sel darah merah dalam darah) dan hypocalcemia (kadar kalsium rendah dalam darah).
  3. Jika kontrol kadar gula darahnya buruk, ada kemungkinan fungsi jantung dari bayi bisa terpengaruh.
  4. Sedangkan bagi ibu hamilnya berisiko dua kali lebih tinggi terkena pre-eklamsia.

Pada umumnya diabetes tidak memiliki gejala yang khusus. Itulah sebabnya hampir semua perempuan hamil perlu memeriksakan kadar glukosanya pada usia kehamilan 24-28 minggu. Jika hasilnya menunjukkan positif, maka diperlukan kontrol gula darah yang baik dan menjaga asupan makanannya.

Bayi yang dilahirkan dari penderita diabetes memiliki risiko yang tinggi untuk menderita penyakit diabetes dimasa yang akan datang. Untuk itulah arti pentingnya pencegahan serta pengobatan yang tepat untuk mencegah penyakit diabetes.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Dengan mawas diri dan disiplin akan pola hidup yang sehat, kita pasti bisa menghindari penyakit ini dari tubuh kita sendiri dan buah hati kita. Kesehatan bunda adalah awal masa depan bagi buah hati dan keluarga. Tulisan ini saya buat karena saya peduli akan kesehatan para ibu termasuk diri saya sendiri yang suatu hari nanti akan menjadi seorang ibu yang juga mungkin saja bisa mewariskan gen penyakit keturunan saya ini kepada anak saya kelak. Untuk itu mari kita sama-sama menggali lebih dalam lagi informasi mengenai penyakit ini dan mencegahnya “menyentuh” anggota keluarga kita. Saya dedikasikan untuk para ibu dan http://nutrisiuntukbangsa.org/blog-writing-competition/ We love you, Mom!