Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

Kala itu, saat ibu mendidikku menjadi pemimpin

Oleh Megantari Putri Gunadinnusa 30 Sep 2013

Saya hanya bisa tersenyum saat saya buka album foto masa-masa saya kecil. Saya tidak menyangka saat ini saya sudah berumur 18 tahun. Waktu terasa begitu cepat berlalu. Pasti kita semua akan selalu mengingat sosok yang sangat berjasa dalam kehidupan kita. Sebut ia “Ibu”. Jika menyebut kata “Ibu” banyak ekspresi yang kita keluarkan. Tersenyum bangga, bahagia, dan terkadang menangis. Saya adalah anak pertama dari 4 bersaudara. Tentu saja ibu mempersiapkan saya sebagai pemimpin dalam keluarga kecil ini. Saya ingat saat ibu sedang hamil kali keduanya. Saya dipanggil dan dipangkunya. Ibu mengarahkan jemariku menuju perutnya yang sudah membesar. “Put, kamu harus bisa jadi pemimpin. Ngajarin adik, mendidik adik, dan jadi contoh untuk adik. Sekarang kamu harus disiplin. Kan bentar lagi punya adik”. Saya pun mengusap perut ibu dengan lembut. Dan berbisik “Ayo dik, cepat keluarnya. Kasihan ibu. Kita semua nungguin kamu”.

Saat adik sudah lahir, saya pun belajar mengasuh adik. Tiba saatnya saya harus mengalah, menemani, dan menghibur adik saya. Saat ibu kerja, saya dan pengasuh menemani adik. Pernah suatu saat saya kebingungan karena adik menangis tak kenti-hentinya. Saya belai rambutnya dan berbisik “Dik, ibu masih lama pulangnya. Kan ada kakak disini. Jangan nangis ya dik”

Ibu selalu mengajarkan saya untuk bisa menenangkan orang lain. Karena saya anak pertama, saya adalah calon pemimpin keluarga kecil ini jika nanti ayah dan ibu tiada. Saya diajarkan disiplin dengan tidur tepat waktu, makan teratur, dan tidak pernah kesiangan jika berangkat sekolah. Saya diajarkan bertanggung jawab dengan saya mengasuh adik-adik saya, barang-barang yang diberikan ibu kepada saya, dan tidak pernah melanggar peraturan yang diajarkan ibu. Dan, yang terpenting ibu juga selalu membimbing saya dalam hal spiritual. Saya bangga mempunyai sosok seperti ibu dan mengajarkan saya menjadi pemimpin. Hasil didikan ibu terbukti saat saya sudah remaja. Saya ikut berbagai organisasi, dan dipercaya di masyarakat. Terima kasih ibu.