Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

Kandungan Nutrisi Dalam Makanan Tradisional 1

Oleh Nutrisi Bangsa 30 May 2012

Selama ini, jika kita bicara soal kandungan nutrisi dalam makanan, kita langsung teringat pada beras atau nasi, kentang, sayur mayur atau daging yang kita temui di tukang sayur atau pasar. Terutama bagi yang tinggal di kota. Hal ini wajar saja, apalagi karena memang bahan-bahan itulah yang kita temui sehari-hari.

Tentu kita tidak boleh melupakan jenis-jenis bahan pangan lain yang ternyata sangat berragam di Indonesia ini, seperti:

1. Tiwul
Tiwul sebenarnya bukan bahan pangan baru, terutama bagi penduduk di Pulau Jawa. Penganan berbahan dasar ketela kayu atau singkong ini pernah dianggap sebagai menu pokok bagi orang-orang marjinal. Sekalipun mengandung nilai kalori yang lebih rendah dari nasi atau beras (121 kal), dalam setiap 100 gram singkong sebagai bahan baku tiwul mengandung air 62,50 gram, fosfor 40 gram, karbohidrat 34 gram, kalsium 33 mg, Vitamin C 30 mg, protein 1,20 mg, Besi 0.70 mg, lemak 0.30 mg dan vitamin B1 0.01 mg. Oleh karena itu, tiwul cocok sekali sebagai makanan utama pengganti nasi. Saat ini, tiwul banyak dikonsumsi sebagai penganan ringan dengan menambahkan kelapa dan gula merah. Padahal tiwul juga enak dimakan dengan gulai daun singkong dan ikan goreng.

2. Sagu
Sagu merupakan makanan utama khas daerah Maluku dan pesisir Papua. Biasanya diolah menjadi semacam bubur atau yang disebut papeda dan kemudian disantap bersama ikan bakar. Sagu kaya akan karbohidrat, tetapi kurang kandungan nutrisi yang lain. Dalam setiap 100 gram sagu kering mengandung nutrisi seperti karbohidrat 94 gram, protein 0.2 gram, serat 0.5 gram, kalsium 10 mg, besi 1,2 mg, lemak, serta lemak, karoten, tiamin dan asam askorbat dalam jumlah yang sangat kecil. Akan tetapi kandungan nutrisi tersebut dapat diperoleh dengan mengonsumsi makanan pendamping ataupun lauk pauk yang bergizi tinggi, seperti sayur dan ikan.

3. Nasi Jagung
Nasi jagung terkenal sebagai makanan utama daerah Madura dan sebagaian Jawa Timur. Cara mengonsumsinya sama seperti jika kita makan nasi, dengan lauk pauk dan sayuran. Proses pembuatannya yang sedikit rumit, seperti proses penumbukan dan penjemuran berulang, membuat nasi jagung tidak populer di banding nasi beras. Padahal kandungan nutrisi dalam nasi jagung cukup tinggi, seperti Energi (150,00kal), Protein (1,600g), Lemak (0,60g), Karbohidrat (11,40g), Kalsium (2,00mg), Fosfor (47,00mg), Serat (0,40g), Besi (0,30mg), Vit A (30,00 RE), Vit B1 (0.07mg), Vit B2 (0,04mg), Vit C (3,00mg), Niacin (60mg).

Nah, apakah Sahabat Nutrisi mau mencobanya?