Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

Karier Tertinggiku Menjadi Ibu Kedua Anakku.

Oleh Iik Fatimah 20 Oct 2013

#LombaBlogNUB
 
Setiap pasangan yang menikah pastilah menginginkan hadirnya buah hati.Mengucap syukur pada Yang Maha Kuasa karena kami tidak perlu menunggu terlalu lama,menerima amanah yang dititipkan pada kami.
Selang sebulan kami menikah, kabar bahagia itu datang untuk kami.Bahagia rasanya kami bagi bersama orang2 tercinta sambil menimba ilmu tentunya.
Langkah awal banyak membaca buku tentang kehamilan,rutin dan terjadwal aku periksa ke dokter kandungan.Banyak sekali masukan yang kuterima dalam menikmati kehamilan sampai persalinan.
Semenjak dalam kandungan aku berharap anakku lahir dengan sehat,sempurna jasmani dan rohaninya,Belum sempat terpikirkan besok besarnya mau jadi apa,yang penting saat itu dalam benakku lahir selamat.
Alhamdullillah kedua anakku lahir dengan persalinan normal dan dua2nya sehat semua.Tahapan berikutnya ketika memasuki Sekolah Taman Kanak2,mulailah muncul minat dan bakat mereka.Motorik halus terlatih dengan berbagai latihan yang diberikan oleh guru2nya disamping latihan yang kami berikan dirumah.Umur 4 tahun alhamdulillah sudah lancar membaca.Karena kulihat anakku yang besar suka musik,aku masukkan ke sanggar musik didekat komplek perumahan kami.Adiknya pun demikian adanya ,saat melihat kakaknya konser kecil di berbagai tempat,tertarik untuk main piano dan sekarang sedang menekuni biola.Rasanya terharu saat melihat mereka memainkan alat musiknya dan memang benar seni mampu membangkitkan sinergi dalam kehidupan.
Agama adalah pondasi yang kuat untuk menghasilkan bibit2 pemimpin bangsa yang berakhlaq,untuk itu kami memasukkan mereka di Taman pendidikan Alquran dan sesekali kami sholat berjamaah dan mengaji bersama,mengingat kesibukan suami yang kadang ditugaskan penelitian di luar kota,kegiatan itu kami lakukan saat kami berkumpul semua di rumah.
Dana pendidikan pun tak lupa kami pikirkan dengan mengikuti program asuransi pendidikan,mengingat biaya sekolah di Indonesia amatlah tinggi,kami harus rajin dan wajib menyisihkan uang demi lancarnya pendidikan anak2 tercinta di kelak kemudian hari.
Sebagai seorang ibu rumah tangga,adalah kewajibanku menemani dan mencurahkan segenap perhatian pada kedua anakku,rasanya tak tega meninggalkan mereka barang sedetikpun,dari bangun tidur,makan,bermain bersama ,mengantar mereka ke tempat les sampai tidur lagi ...harus di depan mataku.Sempat aku dibantu oleh asisten selama setahun saja ,dan kini tanpa kusadari sudah 15 tahun semua pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak2 kami lakukan berdua dengan suami tanpa bantuan asisten….hmmm sungguh nikmatnya luar biasa menjalani  waktu yang begitu cepatnya berlalu..Moment tumbuh kembang mereka masih lekat dalam ingatan kami,saat mereka bayi,balita,mulai masuk sekolah  hingga sekarang yang besar SMA dan adiknya sebentar lagi SMP…celoteh cerita cita-cita mereka kadang berubah,yang dulunya mau jadi akuntan kadang pingin jadi tekhnisi,kadang mau jadi guru sempat pula berkeinginan jadi dokter.Sebagai orangtua kami hanya mampu mengiringinya dalam doa yang tak pernah putus.Jikalau Allah mentakdirkan anak2 kami menjadi Pemimpin di masa yang akan datang,semoga menjadi Pemimpin bangsa yang berakhlaq tinggi, bermoral baik dan bertanggungjawab penuh dengan beban yang dipikulnya.Harapan besar tentunya untuk perubahan yang lebih baik di negeri ini ,Indonesia tercinta.