Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

"Kenapa Mama yang menjadi Sang Idola ku?"

Oleh PUTRI MAYA SARI SIHALOHO 20 Oct 2013

Pekerjaan yang paling sulit namun membahagiakan adalah pekerjaan menjadi seorang Ibu. Sosok wanita terhebat dan tertangguh adalah seorang Ibu, termasuk Mama aku. Mama aku dibesarkan dikeluarga sederhana yang tinggal di suatu kampung daerah Samosir, Sumatera Utara. Mama anak ke 3 dari 6 bersaudara, dan menjadi anak perempuan yang paling besar.

Sejak lulus SMEA Mama sudah merantau ke Medan untuk melanjutkan sekolahnya di Perguruan Tinggi. Tapi rencana Tuhan berbeda, ketika Papanya Mama berencana datang ke Medan mengalami kecelakaan (tenggelam) di Danau Toba, sehingga Mama pun tidak jadi kuliah. Dengan bermodalkan ijazah SMEA Mama mencari pekerjaan di Medan demi membantu keluarganya. Banyak rintangan yang harus dilewati Mama dan membuahkan hasil. Kurang dari 2 tahun Mama sudah mendapatkan pekerjaan di salah satu kantor BUMN tapi masih golongan yang paling bawah. Mama selalu mensyukuri apapun yang Mama terima. Ya, satu point yang dapat saya pelajari dari cerita Mama malam itu, “apapun yang didapat, sekecil apapun itu selalu syukuri karena hidup ini bakalan terasa indah dengan bersyukur, kita harus percaya Tuhan pasti selalu memberikan yang terbaik bagi umat-Nya” Yaa… itulah satu hal yang selalu dan selalu Mama ucapkan kepada kami anak-anaknya ketika kami mengalami rasa lelah dan rasa putus asa.

Mama menikah dengan Papa tanggal 17 Desember 1987. Awalnya keluarga dari Mama meragukan Papa yang saat itu belum memiliki pekerjaan yang pasti. Keluarga Mama selalu mengatakan “mau jadi apa keluarga kalian nanti?” Tapi Mama percaya kalau Tuhan ikut campur tangan dalam rumah tangganya semuanya pasti berjalan dengan baik. Waktu terus berjalan. Sebuah rumah tangga tak lengkap rasanya tanpa kehadiran seorang anak. Ya, anak adalah harta yang paling berharga dalam sebuah keluarga. Sembilan bulan mengandung dengan menahan hasrat untuk makan ini itu karena keterbatasan dana. Tanggal 10 September 1988 lahirlah seorang anak laki-laki, ya itu adalah abang aku. Mama melahirkan 1 anak laki-laki dan 3 anak perempuan. Aku anak ke 2, perempuan yang paling besar.

Mama merawat kami dengan penuh kasih sayang. Mulai dari pagi sampai malam bekerja demi membentuk kami menjadi seorang pemimpin masa depan. Mama dan Papa selalu berkata seperti ini kepada kami“Kami lakukan ini semua supaya kelak kalian bisa menjadi seorang pemimpin dan berguna bagi semua orang, gak seperti Mama dan Papa yang hanya lulusan SMP dan SMEA”. Dalam mengurus anak, Mama lebih jago ya walaupun Papa juga ikut campur tangan. Tapi, kasih sayang seorang Ibu itu lebih dalam bisa kita rasakan, sama seperti Mama yang memberikan kasih sayang yang tulus dan banyak hal yang dilakukan Mama untuk membentuk kami menjadi pribadi yang baik dan layak menjadi seorang pemimpin. Apa aja tuh? Yuk mari aku ceritakan sama kalian…

1. Memberikan Nutrisi yang Sehat dan Bergizi

Sejak Mama hamil sampai saat menyusui, Mama sudah menjaga kesehatan dirinya dan juga kesehatan calon anak-anaknya. Mulai dari mengkonsumsi makanan yang bergizi, meminum susu khusus untuk Ibu hamil, mengkonsumsi buah-buahan walaupun tidak terlalu rutin karena dana yang minim dan meminum jamu. Begitu juga hal yang sama dilakukan Mama kepada kami saat proses pertumbuhan kami. Mama selalu memberikan nutrisi yang baik demi perkembangan kami, mulai dari makanan sampai minuman yang sehat dan bergizi, termasuk ASI. Ya jelas dong ya ASI itu poin yang paling penting diberikan seorang Ibu untuk anaknya. Bahkan, saat abang saya masih kecil, Mama rela berhutang demi membeli susu. Sampai detik ini juga, Mama selalu menjaga makanan anak-anaknya. Setiap pagi Mama menyiapkan bekal untuk menemani aktivitas anak-anaknya mulai dari pagi sampai sore. Mama selalu ‘merepet’ kalo kami beli jajan sembarangan, ya walaupun terkadang kami langgar. Hehehehe… Tapi kalau Mama gak cerewet mungkin saja kami bisa mengkonsumsi makanan yang dijual dimana kita tidak tahu apa itu sehat atau tidak.

2. Menyekolahkan anak-anak

Mama bersama Papa selalu bekerja keras demi menyekolahkan anak-anaknya. Pagi hari Mama bekerja dikantor dan sore sampai jam 7 malam Mama bekerja sebagai anggota koperasi simpan pinjam. Setiap harinya seperti itu. Semua dilakukan hanya demi membuat anak-anaknya sekolah. Awalnya Mama dan Papa menduga kami hanya bisa sekolah sampai lulus SMA saja dikarenakan ekonomi keluarga yang rendah. Tapi berkat doa dan usaha mereka, anak-anaknya bisa sekolah sampai di Perguruan Tinggi. Begitu banyak pengorbanan Mama demi membuat kami sekolah setinggi mungkin. Salah satu kejadian yang sangat membuat aku terenyuh saat aku bilang ke Mama “Maa, dalam seminggu ini aku udah 2 kali gak masuk mata kuliah komputer” “Loh, karena apa gak masuk kuliah itu?” “Karena aku gak punya laptop, dosennya bilang kalo gak ada laptop gak usah masuk.” “Kok gitu kali dosen mu, gak bisa minjam sama kawan yang lain?” “Kawan yang lain punya sih, tapi gak mau minjamin, takut rusak”  Setelah itu Mama cuma bisa bilang“yaudah, sabar-sabar aja dulu, kalau ada rejeki kita beli, yang penting belajar yang baik dan jangan dilawani dosennya” Sehari setelah curhatan aku tentang perkuliahan ku, Mama bilang begini Put, ini Mama ada sedikit rejeki untuk beli laptop, kalau masalah belinya sama abang aja biar dipilih abang yang bagus” Jujur saat itu aku senang tapi lebih kuat rasa penasarannya. Setelah beberapa hari, kami baru tahu ternyata Mama aku menggadaikan gelangnya untuk membelikan aku laptop. Mamaaaa, kau sungguh luar biasa!!!

3. Ikut Berpartisipasi Dalam Kegiatan Apapun

Sejak kecil kami sering diajak Mama untuk mengikuti perlombaan mewarnai dan bernyanyi. Walaupun gak setiap saat menang tapi Mama selalu senang ketika melihat anak-anaknya tampil. Itu dilakukan Mama supaya mulai dari kecil kami diajarkan untuk tampil di depan umum tanpa rasa grogi dan malu, bukan semata-mata hanya mendapatkan hadiah doang… Bahkan untuk mengikuti perlombaan, Mama membelikan kami pakaian yang baru padahal Mama sendiri jarang banget beli pakaian baru. Hal ini masih lengket banget dipikiran ku, apalagi ketika saat aku kuliah, aku menjadi ketua event lomba mewarnai untuk anak TK dan SD se-kota Medan, aku langsung terbayang saat Mama berdiri digaris batas melihat anak-anaknya berlomba.

4. Mengajak Untuk Rajin Beribadah

Mulai dari umur 4 tahun Mama sudah membawa anak-anaknya ke gereja untuk beribadah. Sekolah Minggu, ya itulah istilah yang sering digunakan untuk mengajak anak-anak beribadah setiap hari Minggu. Bukan hanya pergi ibadah saja, dirumah Mama juga mengajarkan kami untuk berdoa. Berdoa sebelum makan, sebelum tidur, doa bangun tidur, dan sebelum pergi ke sekolah. Itu dilakukan Mama agar iman kami sudah dibentuk sejak dini dan kami pun mengenal dan takut akan Tuhan sejak dini. Semakin kami tumbuh dewasa, kami pun semakin mengerti alasan Mama yang selalu mengajak dan mengajarkan kami beribadah dan berdoa. Mama pernah memberi pesan kepada kami “kalau kita sudah mulai mengenal dan takut akan Tuhan, percayalah kelak kalian akan menjadi pemimpin yang hebat” Kalau dipikir-pikir kalimat Mama, benar juga, zaman sekarang banyak pemimpin yang melakukan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan hukum dan agama, seperti korupsi, mencuri, dan lainnya.

Masih banyak lagi hal-hal yang dilakukan Mama untuk membentuk kami anak-anaknya menjadi pemimpin masa depan yang terbaik. Dulu, saat aku masih SD dan SMP, guru pernah memberikan tugas dengan pertanyaan “Siapakah idolah kamu?” Dan dengan rasa percaya diri aku jawab “Mama adalah idolaku sepanjang masa” Lalu, pertanyaan baru muncul, yaitu “kenapa Mama yang menjadi idola aku?” Setelah aku merasakan dan melihat pengorbanan Mama yang membesarkan dan membentuk kami anak-anaknya menjadi pribadi yang kelak akan layak menjadi seorang pemimpin, aku rasa kalimat itu tidak layak lagi dipertanyakan. Yaa, walupun masih ada beberapa anak yang mengidolakan para selebritis yang sering muncul di televisi.

Aku memang masih terlalu muda untuk membicarakan peran sebagai seorang Ibu karena aku belum merasakan posisi sebagai seorang Ibu secara langsung, tapi aku sudah layak menceritakan dan berbagi mengenai peran seorang Ibu berkat Mama. Bahkan, kelak ketika aku menjadi seorang Ibu, aku juga akan mengikuti peran sang idolaku, Mama, dalam mendidik dan membentuk anak-anak ku agar menjadi pemimpin sejak kecil. Iyaaa, berkat usaha, pengorbanan, dan didikan Mama kini aku tahu peran sebagai seorang Ibu untuk anak-anaknya. Membentuk anak-anak sejak kecil untuk menjadi seorang pemimpin bukan hanya melalui makanan dan minuman, tetapi pola pikir, sikap dan perilaku wajib ikut dididik agar anak-anak bukan hanya menjadi pemimpin kecil yang sehat jasmani tetapi menjadi sang pemimpin besar yang sehat jasmani dan rohani bagi keluarga, nusa dan bangsa.

Tulisan ini aku persembahkan untuk Mama dan juga diikutsertakan dalam #LombaBlogNUB yang bertema “Peran Ibu Untuk Si Pemimpin Kecil”.