Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

Kesehatan Bunda, Masa Depan Bangsa

Oleh Ririn Aprilia 01 Feb 2012

Menjadi seorang ibu merupakan dambaan setiap wanita di seluruh dunia. Ibu merupakan tumpuan harapan setiap anak-anak di dunia.
Menjadi seorang ibu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, karena butuh banyak pengorbanan dan kesabaran dalam menjalaninya. Selain harus mengurus suami, anak juga mengurus rumah, bahkan di jaman serba modern saat ini banyak ibu-ibu juga bekerja di kantoran. Sungguh memang pekerjaan yang tidak mudah untuk di lakoni.
Tugas-tugas berat yang dijalaninya menjadikan seorang ibu sering mengalami kelelahan dan stress yang luar biasa. Tanpa mereka sadari kesehatan diri sendiri terkadang sampai dilupakan hanya demi kebahagiaan keluarganya, terlebih khususnya bagi ibu yang tengah mengandung janin.
Dari data yang ada diperkirakan sekitar 55 persen angka kematian ibu hamil disebabkan pendarahan yang berkaitan dengan malnutrisi atau gizi buruk saat hamil. Ibu hamil yang mengalami malnutrisi berisiko melahirkan bayi dengan berat lahir rendah, lemah IQ, serta tumbuh kembang yang tidak optimal.
Sehingga asupan nutrisi pada masa kehamilan merupakan faktor utama yang memengaruhi kesehatan bayi yang akan dilahirkan. Jika nutrisi yang diberikan berkualitas dan seimbang, kualitas generasi penerus pun bakal lebih terjamin.
Kehamilan merupakan hal yang sangat di harapkan bagi pasangan suami istri. Bagaimana tidak selama 9 bulan 10 hari akan hadir ke dunia seorang bayi mungil dan tentu saja akan menjadi kebahagiaan bagi kehidupan berkeluarga. Oleh karena itu, di masa-masa kehamilan seorang ibu harus dapat menjaga dan memberikan nutrisi yang seimbang agar kesehatan janin dapat terjaga.
Selain nutrisi, hal yang perlu diperhatikan adalah kecukupan energi. Kekurangan energi kronis (KEK) dan anemia pada ibu hamil bisa berdampak buruk pada ibu dan anak di dalam kandungan. Dampak buruk tersebut, antara lain, terjadinya risiko kematian dan asfiksia (gangguan pernapasan), berat badan lahir rendah, keguguran, kelahiran prematur, bahkan kematian ibu dan bayi. (sumber; Koran Jakarta, Minggu 29 januari 2012)
Pada masa trimester pertama kehamilan akan memicu pada suatu keadaan dimana ibu akan mengalami masa-masa sulit dan rawan. Karena pada masa tersebut ibu akan merasakan mual-mual sehingga asupan makanan akan terbuang percuma. Kondisi tersebut tentu saja dapat mempengaruhi kondisi bayi dalam kandungannya, jika ibu sehat maka bayi akan berkembang secara optimal.
Nutrisi yang sehat sebagai asupan dikala hamil menjadi sangat penting bagi kesehatan bayi yang ada dalam kandungan. Karena jika lengkap dan seimbang asupan nutrisinya, maka ibu tak perlu cemas akan kesehatan janin di dalam kandungannya.
Namun, sayangnya, tidak semua ibu hamil di Indonesia mampu memenuhi nutrisi secara lengkap. Salah satu penyebabnya ialah kemiskinan dan pendapatan yang pas-pasan yang terjadi tidak hanya di pedesaan namun juga di kota-kota besar.
Artinya bahwa ibu-ibu hamil dengan keterbatasan finansial sudah dipastikan tidak akan dapat memenuhi nutrisi bagi perkembangan tumbuh kembang bayi dalam kandungannya. Hal ini tentu saja menjadi pekerjaan rumah pemerintah.
Menurut Diah Saminarsih, Asisten Utusan Khusus Presiden RI untuk Millennium Development Goals (MDG’s), pemerintah menyadari bahwa kemiskinan masih menjadi persoalan yang harus cepat diselesaikan. Pasalnya, kemiskinan berkaitan dengan masa depan generasi bangsa. (Sumber Koran Jakarta, Minggu 29 Januari 2012)
Oleh karena itu diharapkan pemerintah dapat meningkatkan derajat kehidupan perempuan dan mengatasi kemiskinan. Pasalnya, kondisi sosial ekonomi berkaitan dengan program MDG’s, di antaranya menurunkan angka kematian bayi dan meningkatan kesehatan ibu.
Ada banyak alternative pilihan nutrisi disesuaikan dengan kemampuan masing-masing secara ekonomi. Jangan beranggapan bahwa nutrisi yang baik hanya milik orang-orang kaya, karena nutrisi yang seimbang juga tidak perlu mahal.
Alam sebagai sumber penting nutrisi yang murah dapat dijadikan pilihan bijak. Ada banyak sumber nutrisi yang disediakan alam, misalnya sayur-sayuran, buah-buahan yang dapat kita tanam sendiri di pekarangan rumah.
Jika tidak bisa menanam di pekarangan rumah, tak perlu kuatir, masih banyak cara untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ketika hamil, yaitu dapat dibeli di pasar-pasar tradisional yang jauh lebih murah dibandingkan jika membeli di supermarket.
Nah, ibu sebagai tumpuan harapan bangsa yang cerdas diharapkan dapat melahirkan generasi yang sempurna baik secara fisik maupun mental pastinya. Karena hal tersebut tentu saja sangat mempengaruhi terhadap proses pembangunan dalam mengelola bangsa untuk dapat lebih maju. Karena penciptaan generasi bangsa yang lebih baik diharapkan sudah dipersiapkan sejak masa kehamilan serta otomatis menjadi tanggung jawab suami istri.
Karena bangsa yang maju berawal dari ibu yang sehat, maka mari kita dukung kesehatan ibu sejak masa mulai kehamilan dengan asupan nutrisi yang optimal. Karena dengan nutrisi yang seimbang dapat menciptakan generasi sehat dan berkualitas demi kemajuan bangsa dan negara. (ririn aprilia)