Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

Kuman Penyebab Sakit

Oleh Nutrisi Bangsa 12 Apr 2014

ptg03165032

Sahabat nutrisi,

Makanan yang kita konsumsi dapat menimbulkan penyakit pada tubuh. Biasanya hal ini disebabkan karena makanan tersebut mengandung bakteri, sehingga menimbulkan keracunan makanan.

Untuk mencegah hal tersebut, yuk kenali beberapa bakteri yang dapat menimbulkan keracunan.

1. Escherichia coli (E.coli)

Selain hidup dalam usus manusia, bakteri E.coli juga terdapat pada sapi, kambing serta kambing. Oleh karena itu, keberadaan bakteri ini menandakan adanya kontak dengan kotoran manusia, selain juga ditemukan pada daging yang kurang matang, susu segar dan jus buah yang buahnya tidak bersih.

Diare berat, nyeri perut, serta muntah yang berlangsung 5 - 10 hari merupakan gejala kontaminasi E.coli. Untuk menghindarinya masaklah daging sampai matang, cuci buah dan sayur dengan air mengalir sebelum digunakan atau dimakan, serta hindari susu segar yang belum dipasteurisasi

2. Campylobacter jejuni

Bakteri ini berbentuk spiral dan berkembang biak pada ayam dan sapi. Kendati dapat menginfeksi tanpa menyebabkan gejala penyakit, bakteri ini menyebabkan diare, kram perut, nyeri perut dan demam.

Campylobacter jejuni adalah bakteri berbentuk spiral yang berkembang di ayam dan sapi. Bakteri ini bisa menginfeksi tanpa menyebabkan gejala penyakit, atau merupakan kasus ringan, namun dapat berakibat fatal pada anak-anak, orang lanjut usia, dan orang yang mendeita gangguan imunitas..

Pada manusia, bakteri Campylobacter menyebabkan diare dengan feses yang berdarah, perut keram, nyeri perut, dan demam.

Hindari bakteri ini dengan memasak daging sampai matang, mencuci tangan dengan sabun dan mencuci peralatan masak setelah menyentuh maupun mengolah daging mentah.

3. Listeria Monocytogenes

Bakteri ini biasanya ditemukan di tanah, air, makanan mentah, makanan olahan serta susu yang tidak dipasteurisasi. Bakteri ini dapat hidup dan menyebar di temperatur dingin seperti lemari es.

Infeksi bakteri ini bisa berbahaya, terutama bagi ibu hami dan janin. Gejala jika terkontaminasi listeria di antaranya adalah demam dan menggigil, sakit kepala, mual dan nyeri perut.

Mencuci buah yang keras seperti melon dan mentimun, membersihkan lemari es secara berkala, serta memisahkan produk makanan matang dan mentah, merupakan cara menghindari bakteri ini.

4. Vibrio parahaemolyticus

Karena hidup di air asin, maka biasanya bakteri ini ditemukan pada seafood mentah. Jika terpapar pada manusia, maka gejala diare, muntah, mual serta demam akan kita rasakan setidaknya 24 jam sejak terinfeksi, dan dapat bertahan hingga 3 hari, kendati sangat jarang mengakibatkan infeksi berat.

5. Salmonela

Bakteri ini banyak ditemukan di telur setengah matang, daging, serta sayur dan buah yang tidak dicuci bersih. Gejala yang disebabkan karena terinfeksi bakteri ini adalah demam, diare, sakit perut dan nyeri kepala.

Meskipun orang yang terkena dapat sembub tanpa obat, namun infeksi salmonela dapat menjadi hal serius jika terpapar pada orang lanjut usia, anak-anak serta penderita penyakit kronik.

6. Notovirus

Virus ini menyebabkan gastroenteritis, penyakit yang memicu peradangan di perut dan usus, atau dikenal dengan “flu perut”. Gastroenteritis dapat menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, atau melalui kontak dengan orang yang terinfeksi.

Mual, sakit kepala, muntah, diare, demam dan kelelahan selama beberapa hari merupakan gejala gastroenteritis. Jagalah agar tidak kekurangan cairan untuk mencegah dehidrasi akibat muntah dan diare.

Notovirus dapat dicegah dengan mencuci tangan dengan sabun serta membersihkan permukaan dapur dan kamar mandi dengan disinfektan.

Yuk, kita perhatikan makanan serta lingkungan kita agar dapat terhindar dari paparan bakteri dan virus penyebab penyakit.

Sumber: Kompas Health

1 Komentar

18 Apr 2014 20:00

nice post. sangat bermanfaat buat saya