Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

Memberi Mimpi Untuk Pemimpin Kecil

Oleh momopururu 14 Oct 2013

Saya semakin tidak berhenti belajar sejak memiliki anak, terutama belajar mengenai ilmu parenting. Hal itu tidak lain tidak bukan saya lakukan hanya untuk mengetahui cara mengasuh, mendidik, dan membesarkan buah hati saya dan suami dengan ideal sesuai dengan tujuan dan gaya pengasuhan kami.

Alhamdulillah saya dan suami satu suara dalam hal mendidik anak kami. Maka dari itu, peran saya sangat besar dalam hal pengasuhan dan pendidikan anak-anak kami kelak.

Yang pasti, InsyaAllah, hal paling pertama yang harus dan akan saya berikan adalah keimanan. Tanpa keimanan yang kuat, ilmu yang mereka miliki tidak akan cukup bermanfaat. Keimanan yang kuat juga diperlukan untuk menuntun mereka tetap berada pada jalur kehidupan yang baik tanpa menyulitkan siapapun. Keimanan akan menjadikan anak-anak kami tumbuh menjadi anak yang akan selalu memikirkan kebaikan untuk orang lain, lingkungan, serta dunia.

Untuk bisa menjadikan mereka orang yang sangat bermanfaat, saya ingin sekali menanamkan mimpi pada anak-anak saya. Mimpi akan profesi, mimpi akan perubahan lingkungan, maupun mimpi akan perubahan baik yang bisa dilakukan untuk dunia. Mimpi yang ditanamkan sejak mereka kecil akan membuat mereka memiliki passion. Passion yang terus menerus dipupuk akan menjadikan mereka mudah mewujudkan mimpi mereka kelak.

Orang-orang besar yang kita tahu memulai hidupnya dengan memiliki mimpi. Wright bersaudara misalnya. Mereka bermimpi akan adanya mesin yang membuat kita bisa terbang, dan berhasil menciptakan pesawat terbang pertama di dunia pada bulan Desember tahun 1903.

Wright Bersaudara
Penerbangan pertama Wright Bersaudara

Atau seperti pemimipin di negara kita sendiri, Soekarno - Hatta, yang memimpikan kemerdekaan untuk negaranya. Mereka kemudian dapat menggerakkan pemuda-pemuda untuk tidak berhenti berjuang merebut kemerdekaan hingga akhirnya berhasil dijadikan Presiden dan Wakil Presiden pertama Indonesia.

Soekarno - Hatta
Soekarno - Hatta

Gambar diambil dari http://uniqpost.com/52862/polemik-pemberian-gelar-pahlawan-nasional-pada-soekarno-hatta/

Saya benar-benar ingin membiasakan mereka untuk bermimpi dan berimajinasi. Dengan mimpi dan imajinasi yang mereka punya, mereka akan berusaha mewujudkannya dengan melakukan hal-hal hebat.

“Logic will get you from A to Z; imagination will get you everywhere.”
~ Albert Einstein

Bagaimana cara saya membuat mereka berimajinasi? Semenjak Naia masih dalam perut saya, kami (saya dan suami) sudah membelikan buku cerita untuk kami bacakan. Saya percaya, dongeng dan cerita akan membuatnya memiliki banyak sekali pengetahuan dan memicu otaknya untuk terus berimajinasi.

Dongeng juga bisa membantu kita membentuk karakter yang kuat dan pemikiran yang cerdas bagi anak, yang memang diperlukan bagi para pemimpin. Suatu channel parenting yang saya ikuti mengajarkan kami, para orangtua, cara bagaimana menjadikan dongeng sebagai salah satu sarana pembelajaran karakter. Dan hal tersebut bisa dilakukan oleh semua orangtua, tanpa terkecuali.

“If you want your children to be intelligent, read them fairy tales. If you want them to be more intelligent, read them more fairy tales.”

~ Albert Einstein

Sejak 1 bulan sebelum melahirkan saya sudah sepenuhnya bekerja dari rumahHal itu saya lakukan agar saya punya waktu penuh untuk mengasuh dan mendidik sendiri anak saya di rumah, bukan menyerahkannya ke orangtua saya atau orangtua suami, lebih-lebih menyerahkan pada pengasuh yang kami bayar.  Terlebih dalam hal membentuk karakternya

Bukan apa-apa, karena mendidik karakter itu jauh lebih penting daripada mendidiknya agar menjadi anak pintar dalam hal mata pelajaran. Dan pendidikan karakter itu sangat jauh lebih baik dilakukan oleh saya sendiri sebagai ibu, pendidik pertama bagi anak-anak. Banyak orang-orang berkuasa yang akhirnya menyalahgunakan kekuasannya untuk kepentingan pribadi ~seperti melakukan korupsi atau semacamnya~. Atau orang berpendidikan tinggi mengabaikan hal kecil yang sangat penting, seperti mengantri atau membuang sampah di tempatnya. Menurut saya, hal tersebut salah satunya dikarenakan kurang kuatnya pemahaman karakter pada diri mereka. Perlu waktu bertahun-tahun untuk membiasakan diri melakukan hal-hal baik tersebut.

Salah satu lagi karakter yang saya ingin anak-anak saya miliki adalah tekad berjuang. Mimpi dan imajinasi yang dimiliki hanya akan menjadi mimpi apabila tidak diwujudkan. Dan untuk mewujudkan itu, mereka semua perlu untuk memiliki tekad berjuang yang besar. Tekad itu akan menjadikan mereka sangat sulit untuk menyerah dan mendorong untuk selalu mencoba.

“You never fail until you stop trying”

~ Albert Einstein

Semoga saya sebagai ibu, yang memiliki peran sangat penting bagi perkembangan dan pendidikan pemimpin kecil kami, bisa terus konsisten dalam mendidik dan mengasuh anak-anak kami seperti yang telah kami sepakati sebelumnya. Aamiin.

Lomba Penulisan Blog “Peran Ibu Untuk Si Pemimpin Kecil”
Lomba Penulisan Blog “Peran Ibu Untuk Si Pemimpin Kecil”

Links: