Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

Nutrisi Di Balik Si Pemimpin Kecil

Oleh shylvia windary 17 Oct 2013

Impian untuk memiliki sebuah keluarga yang utuh dengan kehadiran anak adalah dambaan setiap pasangan suami istri. Selain menambah keceriaan dalam keluarga, anak merupakan penerus keturunan orang tua. Setiap orang tua tentu menginginkan yang terbaik untuk anak-anak agar anak-anak mereka bisa menjadi kebanggaan di masa yang akan datang. Maka, butuh rencana dan persiapan yang lebih matang agar segalanya bisa berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Untuk itu, saya mencoba mengumpulkan beberapa informasi yang bisa menunjang keinginan saya mendapatkan anak-anak yang bisa dibanggakan dalam segala hal. Berbagai macam himbauan dan iklan layanan masyarakat yang sering diputar di setiap acara televisi, semakin mendorong keingintahuan saya tentang pentingnya sebuah perencanaan untuk memiliki anak. Selain dari pengalaman orang-orang terdekat, media masa seperti televisi, internet, majalah dan buku menjadi sumber informasi buat saya. Dari hasil penelusuran singkat yang saya lakukan, berbagai informasi penting membantu menjawab rasa penasaran dan menambah ilmu yang nantinya akan bermanfaat untuk saya sebagai calon ibu. Informasi seperti perencanaan kehamilan, usaha dan nutrisi untuk ibu hamil sampai ibu melahirkan serta menyusui sampai membesarkan anak menjadi semakin jelas.
Sebagai calon orang tua, saya menginginkan anak yang cerdas dan aktif. Anak yang cerdas tentu akan semakin mudah bagi kita dalam mengarahkan dan mendidiknya. Dahulu saya berfikir pengaruh faktor genetik sangat penting dalam kecerdasan anak. Tetapi setelah mengumpulkan informasi, banyak cara yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kecerdasan anak. Selain dari faktor genetik, nutrisi juga mempengaruhi perkembangan otak anak. Tidak hanya dari kecukupan nutrisi yang diberikan setelah anak lahir, tetapi juga saat anak berada dalam kandungan. Selain dari kecukupan nutrisi bagi ibu hamil, usaha lain untuk membantu perkembangan otak anak dengan menjaga kesehatan dan kebugaran dari seorang ibu. Senam hamil misalnya, berbagai gerakan dirancang untuk menjaga kondisi bayi agar terjaga dan ibu merasa bugar. Selain senam, terapi musik klasik merupakan alternatif lain untuk membantu perkembangan otak janin. Penting untuk diketahui, perkembangan otak anak dimulai dari semenjak anak berada di dalam kandungan, dan akan semakin aktif ketika anak berumur 0-2 tahun. Pada masa ini terjadi perkembangan otak yang cepat, dan akan melambat hingga umur 5 tahun walaupun masih ada perkembangan. Hal ini diungkapkan oleh Prof. Ir. H. Hardinsyah, MS. Guru besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor, yang terdapat dalam sebuah artikel di kompas online. Hal ini membuktikan bahwa, otak anak membutuhkan nutrisi lengkap yang harus dipenuhi seorang ibu.
Dari sekian banyak nutrisi yang saya ketahui, Air Susu Ibu (ASI) menjadi hal yang menarik untuk saya paparkan dalam artikel ini. Banyak cara dalam masyarakat untuk menghasilkan ASI yang berkualitas dan berlimpah. Diantaranya, memanfaatkan fungsi daun katuk dan vitamin perangsang ASI bagi ibu yang tidak menghasilkan ASI. Kita juga sering mendengar pemberian ASI ekslusif sampai bayi berusia 6 bulan. Walaupun sudah di sarankan dokter, masih banyak seorang ibu mengabaikan hal ini. Berbagai alasan seperti kesehatan, kesibukan, bahkan untuk menjaga penampilan menjadi alasan seorang ibu untuk memberikan bayi mereka susu formula.
Beberapa kendala dalam pemberian ASI menjadi masalah sebagian wanita. Dengan kemajuan zaman, berbagai cara bisa dilakukan oleh ibu-ibu yang d isibukan oleh kerjaan sehingga bisa memberikan ASI pada si buah hati. Ada yang menggunakan jasa pengantar ASI untuk anak mereka, ada yang tergabung dalam komunitas Bank ASI, serta akhir-akhir ini ada forum yang menamakan diri mereka ayah ASI. Tentu hal ini akan membantu para ibu yang di sibukan dengan pekerjaan untuk memberikan ASI ekslusif kepada bayi. Contonya, Jasa pengantar ASI atau ojek ASI. Di manapun si ibu berada ojek ASI siap menjemput ASI dan segera mengantarkannya kepada bayi. Hal ini akan sangat membantu ibu-ibu yang berprofesi sebagai wanita karir untuk memberikan ASI eksklusif.
Selanjutnya komunitas Bank ASI. Dalam komunitas ini, para ibu dapat memperoleh pengetahuan seputar penyimpanan ASI. ASI disimpan dalam botol kaca khusus di dalam kulkas dengan suhu yang sudah diatur dengan mencantumkan tanggal, bulan, dan tahun sebagai penanda ASI. Penyimpanan ASI dengan cara seperti ini bisa bertahan hingga 2-3 bulan. Cara ini biasa dilakukan oleh ibu yang mempunyai ASI melimpah dan ketika mereka sibuk, kapanpun bayinya membutuhkan, ASI sudah bisa diberikan dengan cara menghangatkannya terlebih dahulu. Sedangkan bagi ibu yang kurang menghasilkan ASI dapat memanfaatkan jasa Bank ASI. Dengan keberadaan Bank ASI, semakin mudah oleh ibu-ibu untuk bisa saling membantu anggota bank ASI yang lain. Ibu-ibu yang tidak memiliki ASI bisa memperoleh ASI dari anggota melalui beberapa ketentuan yang sama-sama sudah disepakati. Biasanya seorang ibu akan memberikan ASI kepada ibu yang memiliki bayi berjenis kelamin sama dengan bayinya. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada pernikahan sepersusuan nantinya.
Dan yang terbaru, saya menjumpai di sebuah jejaring sosial sebuah komunitas yang bernama Ayah ASI. Komunitas ini sudah berdiri selama 5 tahun dengan tujuannya adalah saling berbagi pengalaman antar sesama ayah dan beberapa pengetahuan seputar anak dan ASI. Di sini para anggota bisa saling berbagi informasi untuk menambah peran seorang ayah dalam keluarga. Selama ini ibu bertanggung jawab untuk mendidik anak sedangkan ayah bertanggung jawab mencari nafkah untuk keluarganya.Secara psikologis peran ayah sangat membantu dalam pemberian ASI eksklusif. Seorang ayah memberikan semangat kepada ibu untuk terus memberikan ASI selama 6 bulan pertama bahkan lebih sampai 2 tahun. Beberapa teknik cara pemberian botol bayi dan berbagai cerita antar sesama ayah tentu akan menambah pengetahuan akan pentingnya ASI untuk perkembangan bayi mereka. Dari komunitas yang saya ketahui lewat media tersebut,terlihat begitu pentingnya peran seorang ibu dari masa kehamilan sampai dengan menyusui anaknya. Begitu pentingnya ASI sebagai nutrisi bagi pertumbuhan dan perkembangan otak anak merupakan langkah awal untuk menciptakan calon pemimpin masa depan.
Setelah nutrisi anak tercukupi, maka peran ibu selanjutnya yaitu mendidik. Dalam hal mendidik, sedini mungkin kita sudah mengajarkan bayi untuk mengenali lingkungan di mana ia berada. Melatih berbicara, merangkak, sampai bayi bisa berjalan merupakan usaha yang dilakukan seorang ibu. Bukan berarti seorang ayah tidak terlibat dalam hal ini. Kedekatan seorang anak bersama ibu lebih mudah terjalin dikarenakan sifat ibu yang penyayang dan keteladenan ibu dalam mendidik anaknya. Seorang ibu yang peka tentu mengetahui apa saja yang dibutuhkan anaknya. Berbagai nutrisi sesuai umur anak akan membantu meningkatkan kecerdasan. Anak yang cerdas adalah anak-anak yang aktif dan mempunyai keingintahuan yang lebih. Kita dapat melihat sedini mungkin bakat yang dimiliki oleh anak. Dengan pengarahan yang baik, bakat yang dimiliki anak dapat tersalurkan. Hal ini juga akan berpengaruh terhadap kepercayaan diri dan pergaulan anak-anak di lingkungannya. Selain dari bakat seorang anak, pendidikan dalam hal pengetahuan formal juga akan membantu mempersiapkan anak untuk beinteraksi dengan lingkungan yang lebih luas dari keluarga.
Dari yang sudah saya paparkan, bisa kita ambil kesimpulan bahwa untuk mempersiapkan anak menjadi pemimpin yang bertanggung jawab perlu beberapa usaha yang dilakukan oleh ibu. Selain dari nutrisi dari makanan, ASI mempunyai pengaruh yang sangat penting dalam perkembangan otak. Banyak nutrisi yang terdapat dalam ASI. Perkembangan otak yang sempurna tentu akan menghasilkan anak yang cerdas dan aktif. Mendidik anak diibaratkan sebuah berlian. Semakin diasah semakin berkilau. Begitu juga dengan anak, semakin sering kita mengenalkan anak tentang berbagai hal yang baik dan yang tidak maka, akan semakin mudah bagi anak untuk mempersiapkan dirinya menghadapi lingkungan yang lebih luas sebagai calon pemimpin masa depan.

#LombaBlogNUB