Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

Nutrisi dan Sosial ekonomi

Oleh ni putu arya pertiwi sumaryana putri 21 Feb 2012

Kesehatan adalah suatu hal dalam kehidupan yang dapat membuat kita semua menjadi bahagia dan bersemangat untuk menjalani aktifitas kita sehari-hari,dan kehamilan menjadi suatu peristiwa paling mengesankan sepanjang perjalanan hidup manusia,karena pada kehamilan terjadi perubahan fisik dan mental yang bersifat alami artinya tidak memerlukan intervensi yang berlebihan dari luar dimana para calon ibu harus sehat dan siap baik dari segi fisik,kesehatan psikologis dan mental  maka penting bagi setiap wanita yang akan merencanakan kehamilan atau yang sudah hamil untuk mempunyai mempunyai kecukupan gizi. Tentunya Agar kehamilan bisa berjalan lancar dan aman, keadaan gizi ibu pada waktu sebelum,dan sesudah konsepsi harus dalam keadaan yang baik dan selama hamil mendapatkan tambahan protein, minimal seperti karbohidrat,zat besi dan kalsium, vitamin, asam folat dan energi yang dapat kita cukupi dari berbagai macam makanan yang ada.

Pengalaman saya ketika Praktek di salah satu Pkm selama hampir kurang lebih dua minggu dan selama itu saya berkonsentrasi di KIA (Kesehatan Ibu da anak) terutama di bagian ANC (Antenatal Care) banyak membawa pelajaran hidup yang sangat berharga untuk saya, tidak hanya dari segi Pelajaran tapi juga membuka mata hati dan batin syaa melihat ke luar ternyata masih banyak sekali orang-orang terutama ibu hamil yang mengalami malnutrisi , malnutrisi bisa karena kekurangan gizi (undernutrisi) atau kelebihan gizi (overnutrisi) dan kedua malnutrisi itu semakin banyak  saya temui.

Tidak bisa menyalahkan ibu hamil itu karena banyak sekali faktor-faktor yang mungkin menjadi penyebab kenapa di Indonesia banyak sekali kasus malnutrisi tidak hanya pada ibu hamil saja.

Kedengaran nya sangat miris,Negara kita yang sangat subur dan tanah serta hasil buminya melimpah tapi kenapa banyak rakyat nya yang mengalami gizi buruk? saya pun bertanya tanya dari dalam hati. Apa yang harus saya dan semua tenaga kesehatan lebih tepatnya semua orang untuk bisa memerangi Gizi buruk yang menggerogoti bangsa kita, dan ini pun menjadi cermin suatu ketahanan Bangsa yang rapuh karena begitu banyaknya kasung Gizi buruk yang terjadi, dan sepertinya kurang mendapatkan perhatian yang serius dari berbagai pihak. Padahal nasib Bangsa kita ada di tangan anak-anak bangsa,mereka adalah pertahanan yang kuat untuk bangsa kita untuk tetap berada dan bersaing di era globalisasi. Seharusnya sejak mereka ada di dalam kandungan mereka sudah di cukupi oleh pola dan gizi seimbang sehingga kelak mereka bisa menjadi benteng dan pertahanan bangsa kita yang kuat.

Salah satu ibu hamil yang pernah saya temui itu dengan TB  sekitar 145an cm dan BB nya hanya 43 kg padahal dia sudah hamil 27-28 minggu, ibu itu bekerja rumahan dengan penghasilan yang pas-pasan bersama suaminya dan membesarkan ke dua anak mereka juga, tidak ada yang bisa disalahkan dalam hal ini, Ekonomi menjadi alasan utama nya. Saya sempet berbincang-bincang dengan ibu itu, kebetulan saya yang mengukur Tekanan darahnya dan saya melihat konjungtiva (selaput di bagian bawah mata) pucat pertanda anemia dan benar saja ketika melihat status ibu tersebut Hb nya hanya 9 koma berapa saya lupa, dan srasa ingin tahu saya muncul untuk bertanya kepada ibu itu bagaimana pola makan nya sehari-hari,pola istirahat nya dan dia pun bercerita kalau pekerjaan yang berat,dan gaji yang tidak seberapa untuk menghidupi kedua anak tidak mengijinkan nya untuk membeli sayur/lauk pauk boro-boro membeli susu/pun memikirkan kesehatan kadang-kadang 2 telor mereka bagi beramai-ramai untuk makan,selebihnya mereka hanya makan apa yang ada. Boro-boro harus memikirkan pola makan seimbang sesuai dengan teori yang ada, apa yang harus saya lakukan? Saya bingung, mau memberikan penyuluhan Gizi tapi mendengar cerita ibu itu saya jadi tidak sanggup berkata-kata,dan membayangkan bagaimana susahnya kehidupan mereka.

Disatu sisi ada ibu hamil yang overnutrisi artinya memang ibu itu sebelum hamil sudah obesitas dan ketika hamil dia tidak bisa mengontrol nafsu makannya,sehingga banyak sekali  peningkatan berat badan yang terjadi ketika dia hamil sehingga waktu dia datang untuk ANC di usia kehamilan 37 minggu berat badannya mencampai 97 kg padahal tinggi badannya hanya 165cm. Dikhwatirkan bila asupan gizi dan nutrisi ibu kurang, tumbuh kembang janin akan terganggu, terlebih bila keadaan gizi ibu pada masa sebelum hamil telah buruk pula. Keadaan ini dapat mengakibatkan abortus, BBLR, bayi lahir prematur atau bahkan bayi lahir mati. Pada saat bersalin dapat mengakibatkan persalinan lama, perdarahan, infeksi dan kesulitan lain yang mungkin memerlukan penanganan yang lebih serius. Sebaliknya, pola makanan yang berlebihan dapat mengakibatkan kenaikan BB yang berlebihan, bayi besar, diabetes pada kehamilan dan dapat pula mengakibatkan terjadinya preeklamsi (keracunan kehamilan) yang daat membahyakan nyawa ibu dan janin. karena ketika asupan nutrisi dan gizi makanan ibu kurang, kemudian diperbaiki setelah bayi lahir, kekurangan yang dialami sewaktu dalam kandungan tidak dapat sepenuhnya diperbaiki,karena pertumbuhan sejak dalam kandungan sangat penting untuk kehidupan janin kelak.

Banyak ternyata masyarakat khususnya ibu hamil yang masih menganggap kalau hamil itu berati ada dua manusia yang harus diberi makan satu ibunya satu lagi bayinya jadi setiap ibu hamil harus makan 2 porsi/lebih sekali makan karena ada dua orang yang harus dibutuhi asupan makannya dan paradigma seperti itu yang sangat sulit dihapuskan di masyarakat kita. Padahal pola makan Gizi seimbang lah yang menurut saya harus diterapkan sekarang, seperti sumber protein itu tidak hanya di dapat dari Daging merah atau hewani kita bisa mengganti sumber protein yang ada dengan tempe,tahu atau pun protein nabati lainnya yang harganya pun lebih murah tapi kandungan gizi nya tetap baik untuk kehamilan. Susu,pun banyak ibumil yang mengeluhkan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli susu padahal buat mereka jangan kan untuk minum susu 2x sehari,untuk membeli beras saja mereka sulit.

Tapi saya bahagia melihat pelayanan ANC gratis dan jampersal yang sudah dinikmati oleh banyak pasien di Pkm tersebut mereka juga mendapat kan Asam folat,multivitamin,zat besi dan pelayanan yang baik,penuluhan gizi dan kesehatan,dan lain-lain yang saya berharap akan banyak dibangun Pkm-pkm serupa diseluruh pelosok negri ini,yang mempunya pelayanan,fasilitas dan tenaga kesehatan yang memadai supaya pelayanan kesehatan kita tidak hanya diterima oleh sekelompok orang yang mempunyai uang saja tapi seluruh masayarakat Indonesia bisa mendaptkan pelayanan kesehatan yang baik, dan tentunya berkualitas tanpa memandang status ekonomi,sosial dan budaya seseorang.