Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

Nyeri Sendi dan Hubungannya dengan Pola Makan

Oleh Mutia Anggun Sayekti 19 Jul 2011

Nyeri sendi adalah sinyal paling bagus tentang amburadulnya pola makan manusia. Penyebab utama yang menjadi ‘tren’ masa kini antara lain faktor asupan makanan, terutama berasal dari karbohidrat yang tak terkendali. Semua karbohidrat buruk akan cepat sekali dipecah menjadi gugus gula (glukosa). Kenaikan atau lonjakan gula dalam darah secara otomatis memerintahkan tubuh mengeluarkan hormon insulin. Insulin tadinya bertujuan ‘baik’ yaitu menjaga kadar gula agar tetap pada level aman. Namun lonjakan gula yang tinggi (kurang dari 2 jam setelah makan) menyebabkan insulin pun meroket. Insulin menekan gula dan menyimpan gula di dalam otot dan hati. Namun daya tampung otot dan hati sangatlah terbatas. Akibatnya kelebihan gula diubah menjadi tumpukan lemak. Sel-sel lemak terutama di lingkar perut (visceral body fat) cenderung menarik asam arakidonat (arachidonic acid) yang merupakan bahan baku hormon ekosanoids yang menimbulkan peradangan (pro-peradangan) atau disebut juga ‘ekosanoids buruk.

Kejadian ini menyebabkan ‘peradangan lokal’ bagi sel-sel lemak, sehingga terbentuk cytokines, protein radang yang dinamai interleukin (IL-6) dan Tumor Necrosis Factor (TNF). Cytokines inilah yang mampu menembus masuk aliran darah, beredar ke seluruh tubuh membuat peradangan semakin luas dan ‘menggila’. Rasa nyeri dan sakit merupakan manifestasi dari perang antara hormon yang diciptakan tubuh terhadap sel-sel tubuh itu sendiri. Obat anti nyeri dan anti peradangan memang mengendalikan kelebihan produk ekosanoids pro-peradangan, tapi sekaligus menekan pula ekosanoids anti peradangan. Akibatnya tubuh kehilangan kesempatan untuk memperbaiki sel-sel dan jaringan yang rusak yang merupakan ‘tugas’ dari ekosanoids anti-peradangan. Self-healing dan self-repairing dihambat oleh kerja obat-obatan yang hanya berperan untuk menghambat kerja cytokines-protein radang.

Sebagai makhluk biologis, tubuh kita terdiri dari sel-sel yang hidup dan bisa rusak. Artinya kita pun butuh makanan biologis yang cocok dengan kondisi alamiah kita. Buatlah menu sehat tapi seimbang dengan menambahkan protein dan lemak yang baik dalam bentuk lauk yang sehat.

SUMBER : Konsultasi Nutrisi Tabloid Nyata edisi IV Juni 2011 halaman 17 dengan judul “NYERI SENDI DAN HUBUNGANNYA DENGAN POLA MAKAN” oleh dr TAN SHOT YEN, M.Hum (dengan perubahan)