Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

Panduat Diet Untuk Asam Urat

Oleh Mutia Anggun Sayekti 02 Jan 2011

Panduan Diet untuk Penderita Asam Urat

Prof DR Dr Harry Isbagio SpPD-KR Kger, Guru besar Reumatologi FKUI-RSCM menjelaskan bahwa penyakit asam urat termasuk alam golongan penyakit rematik (artitis gout), Penyakit ini disebabkan oleh penumpukan asam urat (monosodium urat) yang masuk ke dalam rongga sendi. Asam urat terbentuk jika tubuh mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung purin.

Di dalam buku Perencanaan Menu untuk Penderita Asam Urat, Ir. Diah Krisnatuti, M.S, dkk menjelaskan, di dalam bahan pangan, purin terdapat dalam asam nukleat berupa nukleoprotein. Ketika dikonsumsi, di dalam usus, asam nukleat ini akan dibebaskan dari nukleooprotein oleh enzim pencernaan. Selanjutnya asam nukleat dipecah lebih lanjut menjadi purin dan pirimidin. Purin teroksidasi menjadi asam urat.

Jika pola makan tidak diubah, kadar asam urat dalam darah yang berlebihan akan menimbulkan menumpuknya kristal asam urat. Apabila kristal terbentuk dalam cairan sendi, maka akan menjadi penyakit gout (asam urat). Lebih parah lagi jika penimbunan ini terjadi dalam ginjal, tidak menutup kemungkinan akan menumpuk menjadi batu asam urat (batu ginjal).

Hampir semua orang bisa terserang asam urat, namun yang paling berisiko terserang adalah mereka yang memiliki kadar asam urat melebihi normal, pria (bila usia kurang dari 60 tahun), diet tinggi purin, kegemukan, peminum alkohol, sering minum dengan pemanis fruktosa seperti minuman ringan dan jus buah tertentu. Penyakit tertentu seperti hipertensi, hiperlipidemia, dan penyakit kanker darah juga memperbesar risiko. Faktor genetik pun turut berpengaruh dalam risiko ini.

Agar terhindar ari penyakit gout, salah satu caranya adalah menjaga kadar asam urat dalam darah di posisi normal, yaitu 5-7 mg%. Batasan tertinggi untuk pria adalah 6.5 mg% sedangkan untuk wanita adalh 5.5 mg% . Di atas batas ini, biasanya akan terjadi pengkristalan. Untuk itulah diet perlu dilakukan.

Diet normal biasanya mengandung 600-1000 mg purin per hari. Namun bagi penderita gout, asupan purin harus dibatasi sekitar 100-150 mg purin per hari.

Kontrol Purin !

Kita susah menghilangkan sama sekali asupan purin ke dalam tubuh karena hampir semua bahan pangan terutama sumber protein mengandung purin. Namun kita bisa mengontrol asupan purin dengan cara memilih bahan pangan yang rendah kandungan purinnya.

A. Tinggi Purin (150-1000 mg/100 g bahan pangan)

Ikan teri, otak, jerohan, daging angsa, burung dara, telur ikan, kalsu, sarden, alkohol, ragi dan makanan yang diawetkan

B. Sedang (50-100 mg/100 g bahan pangan)

Bahan pangan ini sebaiknya dibatasi 50 g/hari. Yang termasuk adalah ikan tongkol, tenggiri, bawal, bandeng, daging sapi, daging ayam, kerang, asparagus, kacang-kacangan, jamur, bayam, kembang kol, buncis, kapri, tahu, tempe.

C. Rendah Purin (0-100 mg/100 g bahan pangan)

Nasi, roti, makaroni, mi, crackers, susu, keju, telur, sayuran dan buah-buahan kecuali durian dan alpukat.

Sumber : Majalah Dokter Kita, Edisi 9-THN V- September 2010, Halaman 33