Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

Pemimpin Masa Depan Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Oleh Ani Berta 07 Sep 2013

Jakarta, 05 September 2013 – Program rutin Nutritalk melalui Nutrisi Untuk Bangsa kembali dilaksanakan oleh sarihusada, sebagai sumbangsih terhadap edukasi masyarakat untuk ‘Melek gizi’ dari berbagai sisi dan sudut pandang. Acara ini terbuka bagi media, blogger dan umum. Siapa saja bisa mengikuti program ini. Kali ini bertema Ibu masa kini : Membuka Jalan Untuk Pemimin Masa Depan.

Bertempat di Kembang Goela Restoran, acara dibuka oleh MC Nadia Mulya. Dilanjutkan sambutan dari Head of Corporate Affairs Division Sarihusada Arif Mujahidin. “Program edukasi seperti Nutritalk yang bekerjasama dengan pihak lain, seperti tenaga ahli dan narasumber kompeten akan mendukung upaya terhadap edukasi masyarakat. Seperti pagi ini, yang akan membahas persiapan para orangtua, khususnya ibu untuk mencetak pemimpin masa depan.”

Selanjutnya, Imam B Prasodjo, Ph.D, Sosiolog dari universitas Indonesia memberikan pemahaman dari dasar pengertian seorang pemimpin adalah tak harus seorang pejabat. Karena pejabat belum tentu mempunyai kualitas sebagai seorang pemimpin. Menurutnya, pemimpin adalah seseorang yang mempunyai kemampuan menggerakkan orang lan untuk ikut serta melakukan suatu kegiatan terencana dengan visi untuk melakukan perubahan nyata ke arah kehidupan bersama yang lebih baik, yang dilakukan dengan cara memtivasi tanpa cara-cara paksaan. Dan mengacu pada kegiatan untuk tujuan dan kegiatan bersama yang berjangka panjang.
Dalam hal ini, kapasitas dan karakter seorang pemimpin harus berkualitas dan untuk membentuk hal ini, diperlukan kesiapan sejak dini bagi para calon pemimpin masa depan, berawal dari rumah, peran orangtua terutama ibu sangat dibutuhkan untuk membentuk karakter dan kapasitas anak sebagai calon pemimpin masa depan. Penerapan attitude yang baik serta memerhatikan pola makan yang bernutrisi cukup akan memengaruhi hal ini.

Berikutnya, Psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani menyarankan para ibu untuk selalu mencari informasi-informasi bermutu dari segala sumber jika dirasa belum mampu membentuk karakter anak sendiri. Karena dengan pengetahuan ibu yang luas, akan siap menghadapi sikap anak yang masih butuh banyak bimbingan dalam menghadapi kehidupannya. Dengan bekal karakter serta kemampuan anak, bukan mustahil dimasa datang akan menjadi pemimpin yang diharapkan masyarakat. “Begitu banyak sumber informasi yang bisa diambil, tak hanya secara tatap muka, di internet bisa diakses, bisa melalui smartphone atau gadget yang dimiliki. Atau melalui pengamatan terhadap perilaku anak diluar rumah. Biarkan anak bermain lepas untuk merangsang sensitivitas serta interaksi lainnya bersama teman-temannya.” Anna memberi penjelasan.

Disamping mencari informasi bermutu untuk bekal mendidik anak agar kelak menjadi seorang pemimpin yang baik, diperlukan juga pola asuh dan didikan terhadap anak secara moderat. Karena dengan didikan moderat, akan terjadi komunikasi dua arah bersama anak yang akan saling mengisi. Dengan pola asuh seperti ini akan memberi ruang terhadap pendapat dan kemauan anak. “kalau kita menerapkan pola asuh otoriter, anak tidak akan punya kesempatan untuk mengungkapkan perasaan dan keinginannya, hal ini akan membuat anak tertekan.” Anna menambahkan.

Diakhir presentasinya, Anna menyimpulkan bahwa anak yang memperoleh perhatian dari orantuanya, dan cukup rasa kasih sayangnya, akan terbentuk sikap percaya dirinya yang tinggi. Rasa percaya diri adalah sangat dibutuhkan oleh seorang pemimpin masa depan untuk mengambil keputusan-keputusan secara tepat. Jadi selain kepercayaan diri, kecerdasan, pandai berkomunikasi dengan orang lain, kreatif, semangat dan punya kemampuan adalah dasar untuk seorang pemimpin berkualitas. Tak ketinggalan peranan ibu dalam memberikan nutrisi terbaik bagi buah hati adalah hal mendasar untuk menunjang semua poin diatas.

Terakhir, Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB, Prof.Dr.Ir.H.Hardinsyah, MS. memberikan ulasan terhadap penunjang gizi anak yang akan memengaruhi perkembangan otak. Dengan gizi yang lengkap dan seimbang seperti memenuhi karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral akan mengoptimalkan perkembangan anak secara keseluruhan, baik otak, tulang, penglihatan dan imunitas. Anak yang kurang gizi akan mengalami susah konsentrasi dalam menyerap pelajaran. Dan jika kekurangan zat yang dibutuhkan akan mengalami lemah, mudah lelah dan tidak bersemangat. “Maka nutrisi adalah faktor yang signifikan dalam menunjang tumbuh kembang anak untuk persiapan menjadi pemimpin masa depan.” Tutur profesor.

Untuk nutrisi, lengkapi dengan membiasakan minum susu setiap hari pada anak dari mulai kecil terutama pada trismester pertama sampai usia remaja. Kesimpulan untuk keseluruhan Nutritalk ini adalah menyiapkan generrasi pemimpin berkualitas dimasa datang dengan cara memberikan didikan, pola asuh serta memberikan nutrisi yang tepat pada anak akan menunjang terbentuknya karakter calon pemimpin yang berkualitas.

Akhir acara ditutup dengan pengumuman pemenang lomba live twitter dan teknis mengikuti lomba menulis blog yang bisa diikuti siapapun dengan ketentuan yang ada disini.