Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

Peran Ibu Bagi Si Pemimpin Kecil

Oleh Farah Baby 06 Oct 2013

[gallery]

Seberapa besarkah peran Ibu bagi pertumbuhan seorang anak? Peran Ibu bagi anak sangat besar karena keberadaan Ibu sangat penting dalam membentuk kepribadian anak-anaknya. Bagaimana cara seorang Ibu memperlakukan anak-anaknya dan bagaimana sang Ibu mengajarkan cara melihat suatu hal kepada sang anak mengenai suatu hal tertentu yang nantinya akan sangat berpengaruh bagi kepribadian sang anak dan bagaimana Ia dalam menyelesaikan suatu permasalahan tertentu. 

Lalu mengapa Ibu dan bukan Ayah? Karena seorang Ibu memiliki hubungan yang berbeda dengan anak-anaknya daripada ayah, dan sebagian besar didasarkan pada koneksi biologis, seperti yang diuraikan oleh Chuck Smith, seorang Child Development Expert dari Kansas State University. Lebih lanjut, Ia menyatakan bahwa anak-anak mengenal dan mengalami hubungan dengan ibu mereka melalui perasaan dan emosi yang menghubungkan mereka dengan sang Ibu. Selain itu, Chuck juga berpendapat bahwa anak-anak menyadari emosi sebelum mereka dapat berbicara dan mengerti mengenai emosi dan perasaan, dan karena Ibu memainkan bagian penting dalam kehidupan anaknya, penting bagi seorang Ibu untuk berbicara tentang bagaimana perasaannya dalam kata-kata yang dapat dimengerti oleh sang anak. Selain itu, nutrisi yang baik bagi si anak akan berpengaruh bagi daya pikir dan perkembangan sang anak.

Tentu dambaan bagi setiap orang untuk kelak memiliki anak-anak yang cerdas, mandiri, dan memiliki jiwa kepemimpinan, tak terkecuali saya. Meskipun saya belum berkeluarga dan memiliki anak, tapi cara Ibu saya memperlakukan saya sejak kecil adalah hal yang harus saya tiru ketika nanti berkeluarga dan memiliki anak. 

Kebetulan Ibu saya adalah seorang single parent yang banyak menghabiskan waktu di luar rumah untuk bekerja. Meskipun demikian, Ibu saya selalu mencoba untuk tidak membuat saya menjadi seorang anak yang manja namun melatih saya untuk menjadi seorang anak yang mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Sejak kecil, Ibu saya selalu mencoba memberikan suatu pengertian terhadap suatu hal tertentu, dengan memberikan pengertian mengenai baik-buruknya suatu hal tanpa mencoba untuk melarang saya. Tidak untuk memanjakan saya, melainkan untuk mengajarkan saya bersikap dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Saya ketika kecil adalah seorang anak yang tomboy dan memiliki jiwa kepemimpinan yang besar, karena Ibu saya selalu mengajarkan untuk berani dan bertanggungjawab. Bahkan ketika saya duduk di bangku Sekolah Dasar, saya pernah membela seorang teman saya yang dijahili oleh seorang teman, meskipun pada akhirnya sayalah yang menjadi sasaran jahilan dan akhirnya bertengkar dengan si tukang jahil. Atau ketika saya, yang ketika itu adalah seorang gadis kecil, rela untuk memanjat sebuah pohon ceri untuk mengambil beberapa buah ceri bagi teman-teman saya, meskipun buah tersebut bukanlah buah kesukaan saya.

Dari hal-hal tersebut terlihat bahwa peran seorang Ibu sangatlah penting bagi perkembangan anak. Sang Ibu tidak perlu memperlakukan kasar anaknya untuk memberitahukan baik-buruknya suatu hal, tapi cukup dengan memberikan pengertian dan resiko-resiko yang akan dihadapi bila melakukannya. Tidak memanjakannya tetapi juga tidak membiarkannya. Tidak memarahinya melainkan memberikan pengertian dengan kata-kata yang dapat dimengerti oleh si anak. Hal-hal seperti itulah yang harus dilakukan dan diajarkan oleh seorang Ibu kepada sang anak untuk mencetak anak-anak berkualitas dan memiliki jiwa kepemimpinan.