Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

Putriku, Calon Pemimpin Masa Depan

Oleh Mama rachel 20 Oct 2013

Tags: Blog writing Competition NUB, lomba blog, Lomba Blog NUB, Pemimpin Masa Depan, Tumbuh kembang anak, #LombaBlogNUB

Putriku, Calon Pemimpin Masa Depan

 

Menjadi ibu adalah peran yang sangat indah bagi setiap wanita. Beribu rencana dan keinginan tersimpan di dalam hati untuk memberikan yang terbaik bagi anak. Hal yg terbersit dlm hatiku saat menatap buah hatiku tidur, sanggupkah aku merawatnya? Sanggupkah aku membimbingnya menjadi seseorang yg berdampak dan membuat sejarah di zamannya? Sanggupkah aku menuntunnya menjadi seorang pemimpin di masa depan. Aku sadari apa yg aku lakukan di masa kecilnya akan sangat memengaruhi kehidupannya. Karena itu, meskipun putriku masih berusia 6 bulan, aku sudah merencanakan beberapa hal yg ingin aku lakukan untuk menjadikannya seorang pemimpin masa depan. Semua ini tentunya aku dapatkan dr pengalaman hidupku.

Hal pertama yang aku akan lakukan untuknya adalah menjaga kesehatannya, baik rohani maupun jasmaninya. Seorang pemimpin tentu harus memiliki jasmani dan rohani yg sehat. Aku akan selalu memberikannya nutrisi yg terbaik agar tumbuh kembangnya menjadi baik. Aku juga akan memberikannya pelajaran rohani sesuai dengan agama kami agar ia memiliki iman yg kuat serta bertumbuh menjadi manusia yg berakhlak baik. Bangsa ini membutuhkan pemimpin-pemimpin masa depan yg berakhlak baik.

Seorang pemimpin yg besar pada dasarnya adalah pemimpin yg mau melayani dgn hati. Karena itu, sejak kecil, aku akan mengajarkannya untuk mau berbagi. Ia harus mengerti bahwa di dalam berkat yg diperolehnya, ada bagian orang lain yg harus diberikannya. Ia tidak boleh menjadi pribadi yg pelit. Saat ia memiliki makanan, aku akan memintanya untuk memberi sebagian utk temannya. Bila temannya jatuh, ia harus mau menolong dan tidak boleh menertawakan. Saat ada temannya yg membutuhkan pertolongan, ia harus belajar untuk menolong. Ia juga harus belajar menjadi anak yg ringan tangan dlm membantu ibunya di rumah. Aku akan mengajarkannya menjadi anak yg mandiri dgn melakukan hal-hal kecil yg bisa dilakukannya sesuai dgn usianya.

Seorang pemimpin harus berani mengambil keputusan dan mengungkapkan pendapatnya. Aku akan mengajarkan hal ini sejak kecil, misalnya dia boleh memilih sendiri baju yg ingin dipakainya hari ini. Di waktu-waktu tertentu, aku akan meminta pendapatnya tentang hal-hal kecil di rumah supaya dia terbiasa untuk bicara dan tidak menjadi pribadi yang pemalu atau bahkan minder. Apa pun pendapatnya, aku sebagai ibu akan belajar untuk mendengarkan dan menghargai. Hal ini tentu jg akan menjadi contoh baginya untuk menghargai pendapat orang lain. Saat makan malam bersama, sekali-sekali aku akan memintanya untuk memimpin doa supaya ia terbiasa memimpin acara.

Aku jga akan mengajarkannya bahwa tidak semua keinginannya dapat dipenuhi. Aku yakin seorang anak harus belajar bahwa di dalam hidup ini, tidak semua bisa berjalan seperti yang dia mau. Adakalanya dia harus berjuang untuk memperoleh apa yg diinginkannya, misalnya saat dia ingin memiliki sebuah games, dia harus menabung sampai jumlah tertentu dan aku akan menambahnya.

Aku jg akan memperkenalkan pada putriku tentang peminpin-pemimpin besar di dunia dan juga yg ada di sekitarnya. Aku akan bercerita kepadanya bagaimana mereka bisa menjadi pemimpin, bagaimana kehidupan mereka di masa kecil, semangat mereka, disiplin mereka, sikap dan perilaku mereka sehingga putriku akan meneladani hal-hal yang baik dr para pemimpin itu.

Aku juga tentu akan memberikan contoh bagaimana menjadi pemimpin, baik dlm karir atau kehidupan di masyarakat. Aku akan selalu mendorong putriku utk menjadi pemimpin dan memujinya bila ia memimpin teman-temannya melakukan sesuatu. Dalam acara-acara keluarga besar, aku akan mendorong dan menemaninya untuk maju bila anak-anak diminta untuk memberikan performance. Aku tentu akan mendukungnya dengan antusias agar dia tahu hal itu adalah hal yg baik.

Untuk mengembangkan rasa percaya dirinya, bila sudah waktunya, aku akan membekali dia dengan les bakat yg sesuai dgn talentanya. Aku ingin dia mengembangkan talenta yg Tuhan berikan padanya sepanjang dia tetap enjoy melakukannya. Aku tentu akan memilih waktu yg tepat sehingga tidak terburu-buru menggangu masa kecilnya untuk bermain.

Sebagai ibu, aku juga akan terus belajar menjadi ibu yg tidak cerewat, tapi sabar. Ayahku selalu mengajarkan untuk tidak terlalu mudah marah pada anak, yg justru membuat anak tidak hormat dan memberontak. Kalaupun aku harus menghukumnya, aku akan menghukumnya dgn memastikan bahwa ia tahu aku tidak membencinya, tapi mengasihinya. Aku akan selalu berusaha untuk tidak mengeluarkan kata-kata yg negatif kepadanya atau kepada orang lain karena hal ini sangat tidak baik untuk perkembangan jiwanya dan juga bisa-bisa dicontoh olehnya.

Saat ini, mungkin hanya hal-hal itu yg bisa aku rencanakan untuk menuntun dan membimbing putriku menjadi pemimpin masa depan. Semoga Tuhan memampukan aku untuk melakukannya dan mengingatkan aku bila ada hal yg salah yg aku lakukan yg dpt memberi pengaruh buruk pada masa depannya.