Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

Rangkuman Nutritwit #5 Anak Picky Eater

Oleh Nutrisi Bangsa 13 Sep 2012

Sahabat nutrisi,

Pada Selasa 11 September 2012 lalu, kami mengadakan #nutritwit kembali. #Nutritwit edisi kelima kali ini bertema anak yang picky eater atau sulit makan.

Tentunya banyak orangtua sudah tidak asing lagi dengan keadaan di mana anak malas makan, hanya mau makan makanan tertentu, makannya sedikit, dan lain-lain.

Hal ini tentu mengakibatkan kekuatiran akan kecukupan nutrisi anak-anak yang termasuk picky eater.

Nah, @klikgizi menjawab dan membahas pertanyaan-pertanyaan mengenai anak picky eater ini. Yuk kita simak…


1. Pertanyaan dari @vitriput:
Bagaimana mengatasi anak yang saat makan, makanannya diemut lama?

Jawaban @klikgizi:
Kebiasaan mengemut dimulai anak ketika mengenal makanan padat, yaitu usia 8 bulan hingga 2-3 tahun. Tipsnya adalah dengan memberikan contoh cara makan yang baik oleh orangtua, misal memperlihatkan cara menggerakkan mulut. Cara lain, berikan makanan secara bertahap dari yang halus hingga kasar, karena ini merupakan proses pembelajaran.

2. Pertanyaan dari @ikitita:
Apa dampaknya jika anak tidak suka makan nasi?

Jawaban dari @klikgizi:
Tidak masalah bila anak tidak suka nasi asal tetap mengkonsumsi sumber karbohidrat secara rutin pada jam makannya. Sang anak bisa dikenalkan dengan sumber karbohidrat yang lain seperti mie, pasta, roti, kentang, dan lain-lain. Dan hal yang terpenting adalah jangan lupa perkenalkanlah variasi makanan kepada anak sejak dini.

3. Pertanyaan dari @Cnurlaela:
Anak tidak suka sayur dan buah. Apakah dengan suplemen sari sayuran dan buah, kebutuhan nutrisinya terpenuhi?

Jawaban @klikgizi:
Suplemen sayuran dan buah memang mengandung vitamin dan mineral yang bisa memenuhi kebutuhan anak. Namun yang terpenting adalah mengenalkan kbiasaan makan anak yang baik, salah satu caranya adalah kenalkan tekstur sayur dan buah. Sebaiknya janganlah hanya bergantung kepada suplemen makanan. Coba kenalkan sayur dan buah pada menu makanan anak.


4. Pertanyaan dari @mustikaningst:
Anak sejak usia 1 tahun susah makan. Semua diberikan, sudah dihias lucu, tapi tetap tidak mau makan. Bagaimana?

Jawaban @klikgizi:
Bisa dicoba dengan mengenali jenis-jenis makanan yang disukai anak. Dari jenis makanannya ibu bisa mengembangkannya. Misalnya anak hanya menyukai mie, maka variasikan mie kesukaan anak dengan bahan makanan lain.

5. Pertanyaan dari @besilfa_new:
Sayuran atau makanan apa yang digemari anak-anak dan dpt menunjang kebutuhan nutrisinya?

Jawaban @klikgizi:
Setiap anak memiliki kesukaan yang berbeda terhadap jenis sayur atau makanan yang disukainya. Kuncinya, kenalkan sebanyak mungkin variasi makanan dan bunda harus menjadi contoh nyata. Luangkan waktu makan bersama anak.

6. Pertanyaan dari @besilfa_new:
Apakah jika obat cacing dan suplemen penambah nafsu makan diberi bersamaan dapat mengganggu gizi anak?

Jawaban @klikgizi:
Tidak apa selama pemberiannya berdasarkan anjuran dokter anak. Ingat, anak susah makan bukan suplemen melulu solusinya.

7. Pertanyaan dari @Nocta_Mada:
Kalau anak susah makan, sebaiknya diberi susu seperti apa?

Jawaban @klikgizi:
Susu yang disesuaikan dengan usia pertumbuhan anak memang memiliki nutrisi lengkap. Namun yang penting mengenalkan variasi mknan. Bila anak penggemar susu, berikan susu bukan pada jam makan utama karena membuat anak kenyang dan tidak mau makan.

8. Pertanyaan dari @vitriput
 Anak-anak yang makannya lama bagaimana kandungan gizinya, apakah masih ada? Idealnya berapa lama waktu makan anak?

Jawaban @klikgizi:
Jangan khawatir kandungan gizi makanan tidak ditentukan berdasarkan lamanya anak makan. Habiskan sekitar 30-45 menit waktu makan diselingi obrolan bersama di meja makan. Dijamin makin seru.

9. Pertanyaan dari @esvandiarisant:
Adakah cara untuk menyiasati anak picky eater yang hanya makan makanan tertentu?

Jawaban dari @klikgizi:
Siasati anak picky eater dengan mengajak anak belanja bahan makanan dan biarkan anak memilih makanan yang disukainya. Lalu ajaklah anak memasak bersama bunda di dapur. Hal ini membuat sang bunda dan anak makin dekat juga lho. Saat makan ciptakan suasana yang seru. Jangan paksa anak habiskan makanan, tapi persilakan anak mengambil sesuai porsi.

Tips dari @klikgizi:
1. Sesuai pertambahan usia, perkenalkan jenis sayuran lebih bervariasi dan diberikan selama 2-3 hari meski dimasak dengan cara yang berbeda.

2. Tampilan yang menarik juga sangat penting. Misal sayuran dicampur daging lalu diolah menjadi nugget dengan bentuk yang lucu.

3. Bunda harus jadi contoh yang baik. Mulailah untuk memberikan contoh membiasakan makan yang sehat dengan mengonsumsi sayur.

4. Berikan sayuran secara perlahan dan bunda diharapkan lebih kreatif dalam mengolahnya.

5. Jangan hukum anak karena tidak mau makan. Karena makan harus menjadi waktu yang menyenangkan untuk semua.

6. Biasakan ucapkan selamat kepada si kecil bahkan jika ia hanya mau menggigit satu kali menu barunya. Ini adalah suatu keberhasilan berharga .

Oiya, jika sahabat nutrisi memiliki ide-ide untuk dibahas sebagai topik #nutritwit berikutnya, silakan mention @klikgizi dan @Nutrisi_Bangsa ya..

Sumber foto: Tabloid Nakita