Salam Cinta untuk Calon Keponakan

Oleh monika mulyani 14 Feb 2014

 http://www.sarihusada.co.id/Nutrisi-Untuk-Bangsa/assets/uploads/2014/02/Banner-Lebar18.jpg

Dear Diary,

Sabtu 8 Feb 2014, saya dan suami menjeput adik ipar untuk pergi ke pernikahan. Dari balik jendela mobil, saya memperhatikan Dian, istri adikiparku yang berjalan perlahan menahan perutnya. Saat ini  sedang mengandung anak pertama dan sudah memasuki bulan ke 7. Di perjalanan kami harus berhenti beberapa kali karena Dian harus buang air kecil. Saat duduk bersama, saya menanyakan keadaannya. Ini mba, rasanya sudah semakin berat , punggung terasa pegal dan panas. Kalau malam sudah sulit tidur, kadang saya tukar jam tidur saya menjadi siang. Tapi bayinya sudah aktif nih. Mba mau pegang ga? Dia sedang bergerak memutar dan ada tonjolan diperut. Dan nafsu makanku semakin kuat.

Saya raba perutnya dengan terharu. Rasanya saat itu saya ingin menangis , saya dan suami sudah memasuki tahun ke 4 dan masih menunggu anugrah ini. Perjuangannya juga tidak mudah , di tahun ke 6 pernikahan mereka akhirnya Dian hamil. Saya tahu mereka lebih rajin berobat dan berusaha.

“Saya sekarang sudah mau belanja perlengkapan bayi, kira-kira barang yang mba pernah tawarkan masih ada? Oh ya, saya mempunyai sahabat yang baru saja melahirkan. Dia masih menyimpan perlengkapannya. Tadinya semua barang untuk bayi lahir  itu akan menunggu saya, tetapi adik iparku berejeki terlebih dahulu dan saya tahu mereka akan membutuhkannya.

Dian berkata, dia akan mengadakan acara 7 Bulanan Mama , dan sang suami sedang banyak berdoa agar persalinannya lancar dan dana persalinanpun tersedia. Saya tersenyum ikut senang dan berjanji akan membantu mereka dalam menyambut cucu pertama dari keluarga suami kami. Semoga Tuhan mengabulkan doa kami dan juga bisa menyentuh rahimku agar Anugrah terindah ini dapat kurasakan.