Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

Sudah Ibu Siapkan Untukmu, Nak !

Oleh dyllahikmah 18 Oct 2013

Pemenuhan Nutrisi untuk Anak

 

 
    Seberapa penting peran seorang ibu bagi pertumbuhan anaknya? Peranan ibu sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak karena ibu yang memilih asupan makanan yang akan di konsumsi oleh anak. Saya adalah seorang calon ibu yang sejak dini sudah menyiapkan masa kehamilan agar pemenuhan nutrisi bagi janin saya terjaga sejak dalam kandungan.


     Bagi saya dan suami, kehamilan merupakan hal yang sangat membahagiakan. Jadi sebagai calon ibu saya harus mendapat asupan nutrisi yang cukup demi diri saya dan kesehatan janin saya. Salah satu hal yang saya siapkan sejak dini adalah dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung asam folat. 


Kenapa asam folat penting untuk janin?

     Karena asam folat  mampu mencegah terjadinya beberapa cacat bawaan pada bayi. Jadi tidak hanya saat hamil saja mengkonsumsi asam folat, tapi calon ibu hamil juga harus mengkonsumsi asam folat. Untuk jumlah asupan harian asam folat yang baik dikonsumsi calon ibu hamil adalah 400 mcg/hari. Sedangkan jumlah asupan  harian untuk ibu hamil 600-800 mcg/hari. Jadi jumlah asupan asam folat yang dianjurkan selama hamil mencapai dua kali lipat dibanding saat sebelum hamil.

    Dan jika saat kehamilan tiba maka saya akan mesiapkan nutrisi optimal bagi janin. Karena pada saat kehamilan sel-sel otak janin di bentuk sejak usia 3-4 bulan dalam kandungan. Maka dari itu saya akan mulai dari mengkonsumsi makanan yang mengandung AA, DHA, Omega 3,6,9, asam amino, zat besi, yodium, asparagin dll, agar janin bisa mendapat asupan gizi yang optimal dan menjadi anak yang cerdas.

    Saat ia sudah lahir, tentunya saya dan suami sangat bahagia karna kami akan berganti peran menjadi Ayah dan Ibu. Sebagai seorang Ibu tentu saya memberi yang terbaik untuk si buah hati dengan melakukan ASI ekslusive selama 6 bulan yang artinya saya tidak akan memberikan makanan pendamping ASI selama 6 bulan karena kandungan dalam ASI kaya akan gizi dan nutrisi yang diperlukan untuk bayi.

    Menginjak usia 6 bulan, saya akan mulai memperkenalkan makanan pendamping ASI atau biasa di singkat MPASI pada bayi saya. Ini adalah makanan kedua yang menyertai pemberian ASI. Tentunya saya tidak akan memberikan makanan sembarangan kepada bayi saya. Oleh karena itu saya akan memilih-milih makanan yang cocok untuk bayi saya, mengingat organ pencernaan bayi yang belum sempurna seperti orang dewasa.

   Saat memilih dan memilah makanan pendamping apa yang baik untuk bayi saya, saya teringat dengan pesan ibu saya jika saya mempunyai bayi nanti maka saya harus memberikannya makanan MPASI secara bertahap tidak boleh sekaligus langsung banyak. Mulai dari jenis makanan, tekstur, dan jumlah semuanya harus bertahap dan sedikit demi sedikit agar bayi siap menerimanya.

   Ibu saya adalah seorang perawat wajar jika beliau sangat detail dalam memberikan masukan soal kesehatan. Beliau juga mengatakan sebaiknya MPASI itu dimulai dari satu jenis makanan terlebih dahulu, misalnya pisang, alpukat dan papaya. Kemudian setelah bayi di beri makanan tersebut perhatikan reaksi bayi. Apakah bayi mau menerima makanan tersebut atau tidak. Jika menolak biasaya makanan akan dimuntahkan, jangan dipaksa, berikan makanan pendamping lainnya.

   Saat usia bayi saya 6-9 bulan tekstur makanannya sedikit cair dan lembut seperti bubur susu, bubur buah atau bubur sayur yang dihaluskan. Dan saat menginjak usia 10-12 bulan, saya mulai menganalkan makanan padat namun tetap bertesktur lunak seperti nasi tim. Pada usia 12-24 bulan saya mulai mengenalkan bayi pada makanan padat dengan aneka rasa seperti biscuit dan buah tetapi saya menghindari makanan dengan bumbu tajam, pedas dan terlalu asam.

   Sebagai seorang ibu nantinya saya tidak hanya akan memperhatikan kebutuhan fisik dan biologisnya saja yaitu pemenuhan gizi, tetapi juga akan memperhatikan lingkungan tempat tinggal kami. Karena kecerdasan seorang anak tidak hanya di pengaruhi oleh faktor asupan gizi saja tetapi juga faktor lingkungan yang mendukung pembentukan karakter dan kepribadiannya. Jadi saya akan memberikan asupan nutrisi seimbang dan menjaga lingkungan yang positif untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan anak saya.

   Jadi, nutrisi sehebat apapun yang anda berikan kepada buah hati anda tidak akan berarti bagi kecerdasan anak di masa depan bila faktor lingkungan diabaikan. Sayang dalam praktik sehari-hari banyak orang tua yang mengejar cara instan dengan menggebu-gebu memberikan makanan dengan nutrisi terbaik demi kecerdasan anak tetapi faktor alamiah lainnya seperti faktor genetik dan stimulasi lingkungan dilupakan. Semoga kita semua bisa membesarkan anak-anak generasi penerus bangsa yang dapat menjadi pemimpin hebat di masa depan.


Saatnya Belajar Mandiri

   Saat anak mulai tumbuh besar artinya sudah saatnya ia belajar mandiri. Belajar mandiri merupakan bagian penting dari tumbuh kembangnya dari bayi yang selalu bergantung pada Ibu hingga tumbuh menjadi anak yang akan mulai belajar melakukan dan memenuhi kebutuhannya sendiri.
 

    Seperti pengalaman seorang sahabat saya saat anaknya mulai belajar mandiri. Ia mengatakan anaknya mulai menjadi ‘sedikit sulit diatur’ atau ‘suka memaksakan kehendak’nya. Nah jika itu terjadi selama masih dalam batas wajar, biarkan saja, karena itu merupakan bagian dari perkembangannya menjadi anak mandiri.

   Menjadi mandiri memang bukan hal mudah, tetapi cepat atau lambat nantinya saya sebagai seorang Ibu harus membiarkan anak saya belajar mandiri. Ingatlah anak-anak sangat mudah mempelajari hal baru dan untuk belajar mandiri terkadang mereka hanya perlu sedikit dorongan dan bantuan. jadi nantinya saya akan melakukan secara perlahan untuk merangsang kemandiriannya  dengan beberapa cara, misalnya :

  • Mengajarkanya berteman dan bersosialisasi 
  • Menciptakan rumah yang nyaman untuk perkembangan kemandiriannya
  • Memberi kesempatan untuk mengerjakan hal yang ia inginkan sampai berhasil. misal mengancingkan bajunya.
  • Mengajarkanya untuk berani mengutarakan pertanyaan atau pendapat. misal ketika sedang menonton film kesukaannya dan sebagai ibu kita beri jawaban singkat dan jelas untuk setiap pertanyaannya.
 
    Hal-hal kecil yang ada dalam lingkungan tumbuh kembang anak bisa menjadi pembentukan karakter dan kepribadian bagi si Buah hati. jadi sebagai seorang ibu nantinya kita harus terus membimbing dan mengasah kemampuannya. Mendidik anak itu seperti mengasah berlian, jika kita mengasahnya dengan bernar maka berlian itu akan menjadi cantik dan tak ternilai harganya, tapi jika kita salah mengasah maka berlian itu hanyalah sebuah batu yang sudah berkurang nilainya. Begitu juga seperti halnya mendidik anak, semakin baik kita mengajarkan anak tentang nilai-nilai kehidupan semakin membuatnya menjadi pribadi yang siap untuk masa depan menjadi generasi penerus bangsa yang bisa bermanfaat bagi negara dan agamanya.

    Semoga sedikit tulisan di blog ini bisa bermanfaat untuk semua ibu dan calon ibu dimanapun berada. Tulisan ini dibuat dalam rangka berbagi dengan sesama serta diikutkan dalam lomba penulisan blog dengan tema “ Peran Ibu Untuk Si Pemimpin Kecil” yang di dedikasikan untuk  Nutrisi Untuk Bangsa.

 
sumber referensi: