Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

"Terimakasih Ibu"

Oleh Novi Sulistia Wati 29 Sep 2013

“Terimakasih Ibu”

#lombablogNUB

...proses terindah adalah ketika kita terlahir di dunia dan tumbuh berkembang bersama Ibu; karena kasih sayang Ibu begitu berharga…

Sederhananya, tanpa Ibu kita tidak akan pernah ada di dunia ini; kasih sayang Ibu itu terlalu berharga; bahkan ketika kita masih dalam kandunganpun kasih sayang Ibu sudah terasa. Dimulai dari Ibu mengandung-melahirkan-menyusui; sebuah proses mengharukan untuk seorang Ibu; dan bagi seorang anak itu adalah hal terindah karena dititipkan oleh seorang Ibu yang hebat. Setelah itu, kita tumbuh-berkembang bersama Ibu; belajar merangkak-berjalan-berbicara-dan mengenal benda-benda; semua ditemani Ibu dengan kasih sayangnya yang tulus.

Dan saya sendiri selalu berkaca pada Ibu saya; sosok Ibu yang sederhana tetapi penuh dengan kasih sayang yang tulus. Kalau ditanya mengenai pilihan atau rencana kedepan untuk menjadi seorang Ibu? saya masih belum ada gambaran jelas mengenai hal itu. Tetapi disini saya hanya ingin menceritakan tentang Ibu saya…

1). Ibu saya memang sangat sederhana; tapi dari Ibu, saya belajar bahwa kesederhanaan membawa kebahagiaan yang sebenarnya. Ibu memang bukan wanita karir yang terkesan cerdas dan berpendidikan; tapi Ibu selalu mengajari saya banyak hal tentang kehidupan.

2).Ibu-Ayah hanya lulusan SMA, mereka tidak mengenal bahasa Inggris, sama sekali tidak. Tapi dengan keterbatasan biaya, Ibu mengizinkan saya mengikuti les bahasa Inggris; dan dengan tekad serta semangat yang Ibu berikan, saya bisa membuktikan bahwa meskipun saya berasal dari keluarga yang hanya lulusan SMA dan tidak mengenal bahasa Inggris, saya mampu menjuarai berbagai speech competition; itu semua berkat dukungan Ibu.

3).Ibu juga selalu memberikan petuah untuk saya; seperti…

“hidup itu jangan kemakan gengsi; karena kalo gengsi kita bisa mati” 

kamu kalau butuh apa apa bilang jangan diem aja karena orang gak akan tau kalau kamu gak bilang; dan kalau ada yang minta bantuan kasih bantuan dengan ikhlas”

kita gak bisa buat semua orang suka sama kita, tapi jangan pernah coba membuat orang benci sama kelakuan kita” 

hidup harus prihatin, suatu saat kamu bakal ngerti gimana susahnya cari uang”

dan masih banyak lagi. Petuah Ibu itu berharga untuk ngebentuk karakter saya yang dulu menjadi lebih baik lagi.

4).Ibu juga selalu mengikutsertakan aku ke berbagai perlombaan; kata Ibu kepercayaan diri itu harus dilatih. Dan kata-kata Ibu benar; karena dari kecil sudah terbiasa tampil didepan umum untuk lomba, sekarang saya bisa menguasai panggung jika harus mengadakan presentasi atau pidato. Terimakasih Ibu.

Intinya, peran Ibu untuk si Pemimpin Kecil itu tidak bisa dihitung; terlalu banyak. Karena ketulusan seorang Ibu tidak ternilai harganya, bukan? Karena dari Ibu-lah kita belajar hal mendasar dan mendetail tentang kehidupan; Ibu yang menuntun kita untuk menjalani kehidupan, tentunya belajar dari pengalaman Ibu, dan Ibu tidak akan membiarkan kita terjerumus ke hal yang tidak baik serta tidak akan membiarkan kita mengulang kesalahan Ibu dimasa lalu; bahkan seorang pemimpin besar-sebesar apapun tidak akan pernah ada dan berarti jika tidak ada seorang Ibu yang melahirkan dan membimbingnya.

untuk itu, TERIMAKASIH IBU.

Aku sayang Ibu J