Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

Tips Meredam Demam Pada Anak

Oleh Nutrisi Untuk Bangsa 13 Apr 2015

Sahabat nutrisi,

Demam merupakan ‘penyakit’ langganan anak, sama seperti pilek, batuk dan diare. Sebenarnya demam bukanlah penyakit, melainkan merupakan indikasi bahwa di dalam tubuh si kecil sedang terjadi semacam proses pertahanan tubuh terhadap masuknya penyakit secara alamiah.

Kendati demikian, hendaknya kita tidak meremehkan demam dengan mendiamkan ataupun memberikan aneka macam obat penurun panas pada si kecil.

Untuk memastikan apakah si kecil menderita demam atau tidak adalah dengan menggunakan termometer. Suhu tubuh yang normal berkisar antara 36,5 sampai 37,5 derajat celcius. Jika melewati 37,5 derajat celcius maka si kecil dapat dikatakan terkena demam.

Ukurlah suhu tubuh si kecil dengan termometer, setiap 4 jam sekali, dan catat suhunya. Pengukuran suhu dapat menggunakan termometer digital maupun air raksa. Kendati termometer air raksa dianggap lebih akurat, namun beresiko pecah karena tabungnya terbuat dari kaca.

Berikut beberapa tips untuk menangani demam pada anak:

  • Berikan obat penurun panas hanya jika suhu tubuh si kecil mencapai di atas 38 derajat celcius, atau jika anak menunjukkan gejala seperti rewel, tidak mau makan dan minum, sakit kepala dan sebagainya.
  • Obat penurun panas yang mengandung parasetamol atau asetaminofen merupana obat yang sesuai untuk hampir semua penyakit anak.
  • Lakukan kompres air hangat bila suhunya mencapai di atas 39 derajat celcius.
  • Atur suhu ruangan dengan sirkulasi udara yang baik.
  • Kenakan pakaian berbahan tipis dan berjenis katun. Jika si kecil minta diselimuti, berikan selimut tipis.
  • Berikan minuman yang banyak agar anak tidak mengalami dehidrasi.
  • Berikan makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.
  • Segera bawa si kecil ke dokter jika terdapat salah satu atau lebih gejala berupa setelah 72 jam demam tidak turun atau tetap hilang timbul, demam disertai kejang, sesak nafas, kaku, kesadaran terganggu, anak tidak makan minum, serta tidak buang air kecil, dan demam yang menyerang bayi yang baru lahir atau anak dengan kelainan bawaan seperti kelainan jantung, paru atau ginjal.

s